Fotografi dan rasa

3 06 2009

Saya pny teman. Punya kamera DSLR juga. Namun , ketika jalan dia jarang sekali membawa kameranya. Alasannya? dengan membawa dia khawatir akan kehilangan feel utk ‘merasakan’ setiap momen yang ada . Orangnya memang unik sih..tapi spesial. Setiap detik hidup rasanya begitu berharga utk dinikmati / diserap , penuh pelajaran .

Saya pikir dia masuk akal juga sih. Saya akui memang sejak memegang kamera , aga sedikit ‘terobsesi secara visual’. Bukannya menikmati momen yang ada malah ‘autis’ mencari obyek visual yang menarik hehe. Sok membayangkan visual, gonta-ganti perspektif, membayangkan arah sinar yg datang , potret sana sini , ini itu , dsb dsb .. duuh visual-information overload jadinya hahaha. Iya juga yaa .. bukannya menikmati masa liburan sama putri kesayangan eh malah ayahnya sibuk teriak2 ngatur pose putrinya. Beneerr.. sekarang anak saya sudah bisa ’senyum palsu’ di depan kamera. Hikss.. menyedihkan sekali.

Momen kehidupan adalah sesuatu yg harus kita rasakan , jalankan lalu nikmati setiap senang/duka yang terjadi . Itu yg kalau saya boleh bilang ‘bikin hidup lebih hidup’. Every moment .. hmmph ditambah rasa syukur , tak salah kalau orang bilang ‘life is beautiful’ .. indeed.
Kamera hanya tool. Namun, saya akui lewat kameralah saya lebih belajar utk melihat. Melihat alam sekitar , melihat orang dengan kehidupannya . Tinggal kita padukan saja keduanya, rasa kita utk merasakan momen yang ada dan tool kamera utk mengabadikannya. Tapi jgn terobsesi dengan tool yang ada .. feel , abadikan dan share. Share! ini sesuatu yg bisa dihasilkan dari kamera  kaan ?? bayangkan hasil foto kita bisa membuat org lain ikut merasakan ‘feel’-nya. Wow.. bukankah itu lebih baik ?  Happyness only real when shared <Into The Wild>

woooo

woooo

Baca entri selengkapnya »





Motret sunset di Moko Daweung , Bandung

18 03 2009

Mumpung langit bandung cerah , mumpung ada yang ngajak , mumpung mood .. berangkatlah ke Moko. Buru-buru beresin kerjaan kantor , pulang ke rumah ambil kamera terus tancap gas ke Moko . Belum pernah ke Moko  sebelumnya . Modal nekad aja..ancer-ancer masuk jalan Padasuka , lurus terus sampai nabrak hehehe . Lumayan jauh juga . Kalau tidak salah melewati 2-3 desa . Selamat datang desa ini , selamat jalan desa ini fuuh . Ada berapa gapura yang dilewati tuh , mayan jauh . Untung saya masih ingat petuah bijak “lurus terus sampai nabrak” hehehe

Pemandangannya ciamik ! udaranya suejuk .. nyaman banget nongkrong disini. Eh lho eh.. wah iya .. lho eh.. ternyata banyak muda mudi pada mojok . Oalah lah .. warung-warung tenda dengan view cantik juga lumayan banyak . Tapi warung Daweung ( tujuan saya ) masih jauh pisan ah . Nun jauh disana di puncak bukit .

dimana warung Dawueng ?

dimana warung Dawueng ?

Kalau sudah sampai ke perkampungan dengan jalanan batu..siap-siap.. jgn sampai kelewat . Ada palangnya tuh. Warung Dawueng ambil kiri ya .. Sip , sampai juga di warung Daweung. Lho mana Moko ? saya jg ga tau da.. katanya om Dendy sih nama bukitnya Moko.. hmm atau warung ini dulu punyanya mantan dosen namanya moko ? teing ah :)

dsc_8306

warung dauweng @ moko

Baca entri selengkapnya »





Bandung-Jakarta naik Argogede

6 03 2009

Lumayan sering ke Jakarta juga nih. Maklumlah , pusat duit disana semua. Mau gimana lagi .. sudah nasib jadi kuli :)

Pemandangan selepas Bandung lumayan bagus . Banyak perbukitan dan lembah curam di selingi oleh sawah-sawah tepasering ( eh betul ga nulisnya ? ) nan hijau . Ada air terjun juga lho . Kayaknya masih perawan tuh.. sayang ga pny GPS jadi ga tau lokasi pastinya.  kira-kira 1 jam-an lah sampai akhirnya perlahan masuk dunia yang makin suram ( Jkt ) heheheh. Iseng2 moto dan berikut beberapa hasilnya yg lumayan ancur:

Melintas di atas jembatan

Melintas di atas jembatan

Baca entri selengkapnya »





Belajar Strobist

1 03 2009

Strobist .. adalah teknik menggunakan flash/blitz secara off-kamera. Off – kamera ?? iya .. pada umumnya kan flash camera tersebut nancep di hot-shoe pada kamera . Nah off-kamera ini memungkinkan flash dapat ditrigger dimanapun tanpa harus terpasang di hot-shoe. Keuntungannya kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.

Kok bisa off-kamera ? sebenarnya pada beberapa kamera DSLR sudah tertanam fungsi tersebut ( master / commander  ) .. untuk kamera jebot kayak punya saya-pun sebenarnya bisa dengan asesoris tambahan . Well , semua kamera kayaknya bisa ya.. asal ada mekanisme untuk mentrigger flash .

  • di Nikon ada yang namanya Nikon CLS ( Creative Lighting System ) .. di Canon namanya E-TTL . Nikon CLS menggunakan IR ( infrared ) untuk berkomunikasi dengan flash – flash lain . Jadi harus line-of-sight dengan kamera lain meski kyknya bisa juga mentrigger flash lain di balik tembok ( link ) . Keuntungannya adalah canggih ! Body camera bisa berkomunikasi dengan flash-flash yang ada , mengatur power yang ada , mengatur white balance dsb dsb .. kita tinggal setting seperti biasa dan wah :) . Kerugiannya : harus line-of-sight dan mahal bo !
  • menggunakan Sync cable .. body kamera dan flash dihubungkan via kabel khusus. kerugiannya : beribet , banyak kabel2 bertebaran :) . Keuntungan: fungsi TTL masih jalan
  • menggunakan Radio trigger . Flash ditrigger dari kamera menggunakan frekuensi radio . Ada adapter khusus untuk mekanisme ini : transmitter dan receiver. Sesuai namanya pasti teman-teman tau artinya lah. Transmitter terpasang di body kamera . Jika flash di trigger , transmitter mengirimkan sinyal ke satu / beberapa receiver + flash . Keuntungan : tidak harus line-of-sight .. ini keunggulan utama yg banyak menarik minat orang. Kerugian : fungsi TTL (flash auto ) tidak jalan , harus manual . Dooh manual lagi ?? jaman udah canggih masih manual..hehehehe , yup manual . Hmm sebenarnya sudah ada sih , radio trigger yang bisa TTL . Silahkan google mandiri :)

Tutelyudetrut .. sebenarnya saya ga terlalu minat dengan dunia per-flash-an ini. Kayaknya ribet , ada tambahan control yang harus disetting bla bla..belum lagi penempatan posisi flash ini itu .. plus kayaknya mahal-mahal. Dan sedikit tambahan ego seorang fotografer naif dan culun : ” ah saya kan nature photographer .. cukup nature lighting saja” hahahaha .. well , ternyata ada secuil bakat kreatif terpendam dalam diri saya yg ingin keluar . The creative side of me..

Baca entri selengkapnya »





Demi Keluarga ( Cerita Jakarta Banjir 2007 )

11 02 2009

Posting cepat aja ah.. biar blog ini ga ‘karatan’ hehe.

Sebenarnya ini foto lama . Diambil ketika heboh-hebohnya Jakarta banjir 2007. Sempat tertahan selama bbrp jam di Tol , akhirnya menyempatkan diri utk mengambil beberapa frame. Saya suka foto ini karena menggambarkan betapa luasnya kondisi banjir yang terjadi , kontras dengan seorang pengendara motor yg nekat menerobos.

Demi Keluarga

Demi Keluarga

Kondisi sebenarnya sih ada beberapa orang yang berjalan berlawanan arah dengan pengemudi motor tsb. Tapi saya memilih untuk menghilangkan elemen tersebut dan lebih menonjolkan kesendirian atau keteguhan sang pengendara motor. Kayaknya lebih berasa gitu ya.. mgkn dia bela2in nerobos demi anak istrinya di rumah :) . Tinggal puter kamera menjadi mode portrait dan jadilah foto pertama ! Sayangnya ga bisa zoom karena cuma bawa lensa 50mm ..seandainya bisa.

Ini foto yg ada orangnya :

Banjir in landscape mode

Jakarta diserang banjir lagi..semoga kali ini lebih baik penanganannya.





Gecko Style

22 12 2008
Gecko Style

Gecko Style

Ok.. just a quick post here ! Cicak ada dimana-mana termasuk di belakang jendela rumah. Dengan latar belakang gelap (malam hari) dan warna cicak yang terang karena sinar lampu , membuat saya ingin mengabadikan momen tersebut. One of my favorite shot ! Cuma sempat ambil 1 exposure karena cicaknya keburu kabur mengejar nyamuk-nyamuk nakal :)





Reversed Lens langsung ke bodi kamera

14 12 2008

Seperti yang pernah saya ulas di posting Foto makro dengan Reversed Lens , ada dua tipe pemasangan Reversed Lens yaitu:

  1. dipasangkan di depan sebuah lensa yang sudah terpasang pada kamera , menggunakan semacam alat bernama “Macro coupler”
  2. dipasangkan pada body kamera menggunakan adapter khusus “Reverse Ring”

No 2 sudah dibahas di posting sebelumnya . Kali ini kita akan coba no.1 .

Setupnya relatif simple antara lain:

  • Kamera DSLR Nikon (misal)
  • Lensa Nikon 50mm AF ( lensa lain mgkn bisa , belum pernah coba sih )
  • “Reversing Ring” , semacam ring khusus yang bisa menancapkan lensa pada posisi terbalik . Saya beli dari bursa FN seharga 150rb (kayaknya).

Caranya , pasang Reversing Ring ke thread filter lensa tersebut sampai cukup kuat supaya tidak terlepas. Kemudian pasangkan Reversing Ring ke bodi kamera seperti biasa ketika kita memasang lensa . Klop , dan hasilnya sebagai berikut.

Reversed Lens

Reversed Lens

Baca entri selengkapnya »





Memotret dengan ponsel

13 12 2008

Motret dengan ponsel ? siapa takut ..?? hehehe .

Sebenarnya sih sama saja seperti kamera-kamera sesungguhnya. Sama-sama bisa menangkap momen lalu merekamnya kedalam sebuah image.  Ya secara kualitas mgkn tidak bisa dibanding-bandingkan dengan hasil dari kamera DSLR/pocket. Sensor size-nya saja jauh beda. Meski dengan jumlah Megapixel yang sama/ lebih besar ,faktor sensor size ini tetap berpengaruh. Umumnya , semakin besar sensor-size semakin baik kualitas image yang dihasilkan.

Lho.. tapi itu kan kualitas image/outputnya. Masih ada kualitas lain yang lebih sering dilihat/dinilai dalam menikmati sebuah foto seperti ketepatan momen, komposisi foto/warna, mood yang ditimbulkan, pesan mendalam dari foto dsb. Kualitas terakhir inilah yang menurut saya sebaiknya menjadi fokus utama dari para pengguna ponsel kamera atau kamera-kamera lainnya. Semua sama kok .. mau pakai kamera apapun ..kualitas foto kedua tsb lebih ditentukan oleh mata kita. Ditentukan oleh kemampuan mata utk melihat sekeliling kita , melihat obyek, melihat warna , melihat kontras cahaya, merasakannya lalu dalam sepersekian detik kemudian menggabungkan semua itu kedalam frame kamera menjadi sebuah image yang bagus dan pas. Fuuh .. dalem banget ngomongnya :)

Baca entri selengkapnya »





iklan dan rokok

15 10 2008

Pernah melihat iklan rokok di TV yang ceritanya tentang seorang pria petualang yang menolak tawaran tumpangan mobil yang lewat ?? iklan rokok apa itu ya , moga-moga ada yang ingat .  Ga tau pasti kenapa dia menolak tumpangan tersebut . Mungkin karena dia petualang sejati lebih enak jalan kaki , lebih sehat dan tidak ingin mengotori atmosfir dgn ampas bensin ( klise banget :p ) .

Tapi , setelah melihat clip dibawah ini kayaknya saya agak mulai ngerti deh hehehe …





Lensa Nikon AF 50mm F1.4

22 09 2008

Ini lensa ‘kit’ pertama saya . Barang second, diperoleh dari bursa fotografer.net setelah mengocek dompet kalau tidak salah 1,5 jt hmm

Pertimbangan awal beli lensa ini karena saya membutuhkan lensa yang bisa menghandle pemotretan low-light. Maklumlah secara waktu itu baru punya momongan , pingin jepret sana-sini mengabadikan momen masa kecilnya. Dan pasti sebagian besar waktu akan berada di indoor / dalam ruangan . Ga mungkin dong motret anak harus dibawa keluar ruangan dulu :)

rara lg konsen

Di atas adalah satu dari hasil jepret awal-awal punya lensa ini. Dalam ruangan dan No flash ! hanya menggunakan cahaya secukupnya jadi menurut saya lumayan natural. Bisa dilihat juga depth of field-nya (DOF) sangat tipis membuat background menjadi blur . Efek background blur ini sering digunakan untuk meng-isolasi obyek utama sehingga mata kita tertuju langsung pada obyek bersangkutan . Bukaan aperture disetup pada F1.4 , bukaan paling lebar di lensa ini . Agak soft but really cant complain :p . Dengan lensa ini ga usah khawatir motret di kondisi low-light . Tinggal tunggu momen yang bagus dan klik !! Di atas , Rara sedang melihat azan maghrib seperti yang biasa ia lakukan hampir setiap hari . Sekarang mah boro-boro… , ga boleh lepas mata dari Barney ..:p

Baca entri selengkapnya »