Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca …
Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . Teknis dan Komposisi .
- Teknis ? adalah memahami kamera dalam cara kerjanya menangkap cahaya untuk direkam. Tidak kamera saja sih , tapi tercakup juga aspek lain dari asesoriesnya , proses pencetakan , editing dll. Intinya hal yang berbau teknis .
Di fotografi , lumayan banyak istilah teknis yang dipakai . Belum lagi setiap vendor memiliki nama-nama yang berbeda untuk sebuah teknologi . Banyak ! tapi jangan terlalu diambil pusing . Belajar memang seperti itu . Lambat laun , setiap istilah akan terkuak maknanya dan kita jadi lebih mengerti . Tetap konsisten belajar ! .Beberapa ilmu teknis diantaranya :- mengenal kamera , lensa , sensor
- memahami exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / ASA
- memahami WhiteBalance (WB)
- asesories kamera dan fungsinya ( tripod , flash , lens filter dll )
- post editing ( photoshop etc )
- color management
- dll
- Komposisi ? adalah bagaimana membuat / mengkomposisi sebuah obyek yang akan difoto menjadi menarik untuk dilihat . Banyak faktor yang bisa membuat sebuah foto menjadi menarik diantaranya ketepatan momen , warna , posisi obyek , ekspresi obyek dll . Sebisa mungkin kita mengumpulkan sebanyak mungkin faktor-faktor tersebut ke dalam sebuah foto . Masih bingung tentang komposisi ? mending baca aja langsung tip-tip mengenai komposisi di http://digital-photography-school.com/blog/category/composition-tips/.
Komposisi ini lebih ke cita rasa seni / art. Tidak ada aturan baku semacam user manual etc. Semata-mata tergantung dari rasa sang fotografer. Pesan apa yang akan dia sampaikan , dan apakah pesan itu sampai ke penikmat foto.
Teknis dan Komposisi ! kedua-duanya dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas . IMHO , pengetahuan akan komposisi lebih penting karena tidak akan pernah habis ide-ide untuk menghasilkan foto yang unik / berkualitas . Lain halnya pengetahuan teknis . Bisa mentog atau habis , bisa didapat dari User Manual atau tutorial yang ada . Penguasaan komposisi tidak mungkin diperoleh kecuali dari latihan jepret terus menerus . Melatih mata untuk melihat momen yang ada , menunggu waktu yang tepat , mem-visualisasi-kan target akhir yang kita inginkan dsb .
Namun pengetahuan teknis juga hendaknya tidak ditinggalkan . Istilahnya kita belajar mobil kita sudah tahu teorinya sehingga ketika berkendaraan sudah pakai feel , tinggal jalan. Begitupun dengan penggunaan kamera . Ketika momen bagus itu datang , jangan sampai hasilnya tdk optimal gara-gara setting kamera yang salah.
Media untuk belajar
Ini era digital bung !! Informasi mudah didapatkan semudah menjetikkan jemari . Go Online dan gali tutorial yang ada . Fotografi itu ilmu yang udah puluhan tahun .. sudah banyak sekali beredar di Internet .
- dari Google : ketikkan keyword “photography tutorial” dan sejenisnya . Atau keyword-keyword spesifik lainnya . It’s all there and FREE ! Yang didapat adalah segudang artikel online bahkan pdf/ebook gratis .
- dari buku : bisa dibaca kapanpun dimanapun . Lebih mobile dibandingkan membawa – bawa laptop . Plus , bisa dwifungsi sebagai bantal ketika mengantuk . Luar atau lokal ? kalau saya sih prefer buku luar negeri . Selain banyak macamnya , isinya lumayan komprehensif dan tidak asal-asalan . Amazon adalah tempat bagus untuk membeli buku fotografi.
- dari majalah ( baca Majalah Fotografi Pilihan )
- dari kursus : belajar kilat dengan bimbingan fotografer yang berpengalaman . Pengalaman memang mahal sih
. Coba cari info di kota anda setempat , biasanya ada yang menawarkan jasa kursus . Mau kursus online via internet juga bisa semacam BetterPhoto - dari komunitas : gabung dengan sebuah atau beberapa komunitas fotografi baik offline maupun online . Apa yang lebih baik dari berkumpul dengan orang-orang yang satu minat dan obsesi dengan kita ? . Misal komunitas online : Fotografer.Net , Ayofoto.com dll
Selamat Bergabung !!! Yuk belajar sama rara dan ayah

Seri Belajar yang lagi saya garap:
Mengenal Aperture
Mengenal Shutter Speed
Mengenal ISO








waaaa.. pengen belajar juga
mas, untuk saya yang baru mau belajar fotografi, kamera DLSR apa yang sebaiknya saya gunakan? bagus mana antara nikon dan canon? dilihat dari fungsi dan harga. untuk harga sekarang mungkin maksimal camera yang harganya 7jt.
Nikon D40 n’ Canon 400D brapa duit mas
bisa di cek di http://www.jpckemang.com
Kalo saya lebih suka Nikon.
Jika untuk kamera aja 7 jt, lah untuk lensa berapa ya ?
kalo buget total 7 jt, sudah bisa beli Nikon D60 dan lensa 18-55mm VR.
Cari yg bekas juga OK, tp jangan lupa teliti sebelum membeli.
Jika ada duit lebih bisa beli lensa 55-200mm VR.
Trus tripod jangan lupa (ga usah yg mahal2)
ok.
Zee suka banget moto-moto. Tapi karena nggak tau apa yang harus difoto dan gak begitu paham dengan sederet teknik moto, akhirnya terkesan sembarangan aja. Biasanya, objek fotonya gak jauh-jauh…temen-temen Zee sendiri.
Kamera? Nggak ngerti masalah kamera. Sumpe deee.
Pokoke, ngasal aja pake kamera Hp N95 atau kamera digital.
Zee pengen banget bisa paham tentang teknik moto yang benar nich….
(^_^)
Zee..
kalo Zee suka moto2..
mesti tau dulu, yg mau ditunjukkin dalam foto itu apa.
Sedikit saran dari aku nih.. (tp aku sendiri masih belajar kok)
Misal : Zee moto temen2 dekat.
Kalo Zee mau (tema) nunjukin kecantikan / kegantengan temen Zee, yah jangan foto dia dr ujung rambut sampai ujung kaki.. tp fokuskan pada wajahnya.
Setidak2nya wajah, rambut & leher.. (kaki ga usah ikutan) gitu..
tp ga sampai disitu aja, Zee perlu belajar perspektif.
Selain itu terang-gelapnya kondisi cahaya yg ada. Untuk itu Zee mesti perhatikan Shutter speed, f/stop, ISO.
Semua teori sudah banyak diulas di buku2, coba cari deh.
BTW, kamera Zee jenis apa ?
saya sarankan SLR untuk keluwesan kontrol & hasil maksimal.
Seperti yg dikatakan “Tukangmoto” kamera hanyalah “TOOL”
tentu aja jika “tool”-nya kurang tepat, maka hasilnya kurang sesuai selera.
ok.
waaaahhhh…. aku sama tuh sama Zee… suka moto-moto tp asal, kalo aku objeknya ga jauh dari ponakan-ponakan yang lucu-lucu..
mas, tulungin donk pengen bisa moto yang bagus juga, masih awam nih, o’ya pakenya nikon FM10
Nikon FM10 kan film camera yah..
bagus juga, berarti Endah belajar dengan format full-frame / 35mm camera.
Format 35mm ini oleh Nikon dinamakan FX format.
Setau saya, Digital SLR yg punya sensor setara 35mm (/FX) tidak akan lebih murah dari US$2500. Bahkan bisa lebih dari US$6000 (camera only).
Untuk menekan harga jual camera, dikeluarkan format DX dimana sensor lebih kecil 1.5x lipat, contoh Nikon D40, D50, D60, D70, D80, D90, D300.
Tentu saja sensor DX ini luas bidang gambar lebih kecil 1.5x lipat juga dibanding FX.
Disinilah letak kelebihan belajar film camera 35mm (FX).
kekurangannya adalah : anda harus meorgoh kocek lagi untuk beli roll film dan mencetaknya, sehingga sering kali kita ragu memfoto krn ingin menghemat roll film.
OK.
sama….aq juga hobi foto n difoto.
dah banyak kamera yang tamat riwayatnya sama aq
trakhir samsung yang jd korban dan skarang nikon tinggal nunggu giliran
ada tip2 mudah yang bisa aq praktekin gak?
wah fotonya bagus2, saya skr baru mulai blajar foto grafi mas…sptnya seru
Salam kanal
MERK KAMERA APA SEE YANG BAGUS UNTUK PARA PEMULA ATAU BELAJAR …
hallo habibi,
mau beli camera SLR ?
Spt penjawab sebelumnya, semua merk bagus.
betul, kalo ga bagus… ga laku.
Saran saya, carilah camera yg punya fungsi peredam getaran.
Contoh : VR pada Nikon, IS pada Canon, ??? (lupa) pada Sony.
untuk VR & IS, peredam getaran terletak pada lensa, ini membuat lensa jadi mahal…. tp kualitas lensa mereka super bagus.
untuk Sony, peredam getaran pada kamera. Untuk itu bisa pakai lensa lama dr Minolta. (krn skrg persh Minolta dibeli Sony)
tentu saja lensa Minolta harganya miring dan hasil bisa perfect di kamera Sony.
OK, tp semua tergantung anda mau merk apa..
Biasanya pada fotografer profesional memakai Canon & Nikon.
Bukan berarti SLR Sony tidak dipakai oleh profesional… hehe..
halo semua..
pengen tau aja di mana belajar/ kursus fotografi yg bagus dan tejangkau..
hehe…
secara masih pemula..
hheheh
trus yg png gw tanyain g ,,kalo msh pemula bagusna fokus pke yg auto fokus atau yg manual..??
masih pemula kang..
hahaha
hallo bayu,
begini yah.. autofocus / manual focus.. sama2 penting.
tergantung moment yg diambil.
Kadang manual / auto focus harus dipilih dgn alasan tertentu.
Contoh : (autofocus)
Saat memfoto acara wedding, dimana dibutuhkan foto yg banyak 7 cepat.
Ga mungkin pake manual focus, bisa2 pengantennya lelah nunggu fotonya in focus hehe..
Contoh : (manual focus)
Saat memfoto benda2 kecil / macro.
Sering kali kita set manual focus karena kita perlu menentukan “dept of field” sesuai selera kita.
ok.
knp ya accessoris DSLR mahal2 bgt..
heheh..
yg second2 ada mas..
misalnya flash light gto..
hehe
mas yg di maksud shutter count tuh apa sih???
trus bisa ga liat shutter count di nikkon D60 ??
reply ya mas..
heheh
Saya setuju dgn penjawab sebelumnya.
Shutter count itu adalah untuk menghitung berapa kali kamera itu dipakai / berapa kali jepretan yg telah terjadi.
Ga peduli hasil jepretan itu bagus / jelek / salah / ga sengaja.
pokoknya 10x jepret = 10.
Shutter count pada sebuah SLR ada batasnya (limit) krn kamera SLR itu memakai mekanik dalam membuka & menutup sensor, tentu suatu saat mekanik itu akan mengalami kegagalan / keausan/ deformasi.
jika hal itu terjadi, maka akan mempengaruhi kecepatan shutter, artinya kecepatan shutter itu tidak lagi presisi.
Contoh :
Jika persh Nikon telah menentukan limit shutter count camera D60 adalah 150.000 actuations.
Maka setelah melewati limit itu, katakanlah actuation yg ke 150.333
lalu anda men-set shutter speed 1/250 sec.
maka hasilnya belum tentu presisi 1/250 sec, mungkin aja jadi 1/75 sec.
karena mekanik buka-tutup sensor sudah memble mas.
kalo begini mesti diservice & diganti mekaniknya, nanti angka actuation bisa kembali nol. Fresh from service-center.
OK
Mas, aku suka bgt ama fotografi n pengen bljr.
Aku punya Kamera Kodak ZD710, kata orang lmyn utk bljr fotografi.
Apa pendapat mas ttg Kodak ZD710?
Kira2 objek apa yang pas buat aku bljr?
mas
ku pingin tanya.,….
sebetule lebih bagus kamera digital pa yang pke klise/kamra film?????
wah, pengen banget bisa foto2 pake kamera dslr mas, sampe saya putuskan beli kamera canon 450d setelah baca2 review di mana2, katanya bagus untuk pemula.. tapi memang harganya mahalnya minta ampun, nekat2 aja kuras tabungan di bank buat beli tuh kamera.. hehe.. mohon di bimbing yah mas.. saya masih cupu atau newbie banget nih.. yg saya tau di dunia photography cuma merk2 cameranya saja.. hehe..
kalo yang laen baru suka fotografi, kalo gw udah jatuh cinta banget ma fotografi. mas ada yang bilang katanya semakin kita menggunakan bukaan diagframa besar dan speed rendah, hasil foto yang tidak bergerak akan lebih berdimensi…betul gak?
sebaiknya untuk menghasilkan karya foto ladscape yang art, kita disaran kan menggunakan lensa berapa?
saya pake nikon d50…maaf kalo mas lebih condong ke canon!
salam buat fotografer tangguh se-indonesia…
-aray
Hallo fajar.
Saya kira yang and maksud adalah Depth of Field (DOF).
DOF memang tergantung dari besar bukaan diafragma.
Tp saya kurang pasti dr pertanyaan anda adalah apakah besar fisik bukaan diafragma / besar angka diafragma (aperture).
Karena besar fisik bukaan diafragma & besar angka aperture adalah berbanding terbalik.
Dimana makin kecil angka aperture maka makin besar bukaan fisik diafragma.
Pendapat saya,
Untuk menciptakan dimensi yg dalam (DOF yg dalam) maka angka aperture harus besar (misal f18, 22,…f32) dan ini menunjukkan bukaan fisik diafragma yg kecil.
Untuk focal lenght yg rendah (wide angle) bisa menciptakan DOF yg dalam.
Untuk bukaan shutter speed yg lama, saya rasa tidak akan membantu pada DOF tp malah membuat foto anda overexposure.
Untuk landscape, lensa tidak mutlak harus yg mana, tp wide angle.
tergantung selera mau, seberapa wide ?
Saran saya sebaiknya dibawah 50mm.
Biasanya saya pakai 11-25mm pada DX format.
ok
ok
mas mangnya beda yha antara pke vilter uv sama ga pake vilter uv di outdoor..???
jika beda apa merk yg bagus bwt vilter uv (kecuali nikon,,mahaaal ) ???
thx
Hallo Bayu
Pada prakteknya sering kali tidak beda.
Jika mata kita sudah melihat target foto sudah jelas (clear) & bagus… maka filter UV tidak bisa membantu membuat lebih jelas lagi.
Filter UV akan lebih dicocok dipakai saat anda di pegunungan.. (itu pendapat saya loh..)
Selain itu filter UV bisa juga dipakai untuk proteksi kaca lensa,
Jika kaca lensa terbentur… lebih baik filternya yg pecah drpd kaca lensa yg pecah… bukankah harus begitu ???
Untuk alasan filter UV, yg berkualitas serius.. cari aja merk Hoya, F-pro, Tiffen, Heliopan, Nikon.
Untuk alasan proteksi lensa,… merk bisa apa aja yg penting kaca-nya benar2 clear (seolah2 tdk ada kacanya).
ok.
salam sesama wannabe photographer. keep posting ya.
bagi yang punya informasi kamera second nikon fm2, kasih tau yak!
walaupun canon mewabah gw tetep cinta nikon…
salam buat fotografer tangguh sejagad…
hag…hag…hag…
Sekedar sharring aja ni mas…
Saya adalah adalah fotografer pemula. Pegang kamera dslr aja br 3-4 bulan.
Waktu itu saya nekat beli kamera, langsung beli nikon D300. Saat itu jg saya mulai blajar. Blajarnya pun cuma lewat internet.
Alhamdulillah…br 4 hari beli nikon D300 udah dpt job.
Semboyan saya cm “nekat” dan “nekat”….yg penting brani ambil resiko, konsekwen & terus blajar….. Kbetulan pd wktu itu klien gak banyak komplin.
Sekarang saya udah 3-4 bln pegang D300…dan alhamdulillah 3 bln udah balik modal.
Semoga pengalaman saya ini bisa jd pemacu bagi para pemula. Jangan takut untuk berspekulasi. Dan tekunilah hal2 baru, pasti ada manfaatnya.
Salam buat semua & semoga sukses….
wah, mas nama babynya sama ama panggilan anakku,,boleh neh ikutan belajar hihiii aku juga baru belajar,,pengenn banget bisa tapi yah otodidak,, baru beli kameranya dgn terheran2 ini buat apa toh fungsinya hehehhehe
mas saya mau tanya gimana ya cara mengaktifkan blitz agar bisa wireless pada nikon D80? blitznya nikon SB-600
nanya lagi mas, kalo pada lensa ada tulisan 17-35mm 1:2.8D maksudnya apa ya?
hallo,
Untuk mengaktifkan blitz secara wireless tentu saja anda harus punya wireless device. Yaitu setidaknya sepasang alat wireless (1 pemancar & 1 penerima).
Pemancar dipasang di “hot-shoe” kamera & penerima dipasang di kaki blitz.
keduanya harus di-set pada chanel yg sama.
Angka 17-35mm 1:2.8D
maksudnya :
range zoom yaitu antara 17 – 35.
1:2.8 adalah aperture bisa konstant 2.8 (tidak berubah dgn sendirinya) pada kondisi 17-35.
ok.
Sik.. aq manggil mas atau Om?? Mas aja, deh.. biar lbh akrab. HHee..
Maz, aq nih pengen bgt belajar fotografi. Nah, buat yg blajar2 gt, mendingan lgsg pk kamera DSLR atau pake kamera pocket dulu??
Masalahe aq nggak punya (atau belum ya??) kamera DSLR gt.. punyanya pocket (udah ganti 2x malah)
kamera pocketnya Canon IXY digital 800IS. Tapi seru jg, tuh pake kamera pocket ku itu. (sebenernya bkn punyaku tapi punya bapak tapi aq sering disuru motret2 gt kalo ada acara keluarga, hhee)
tlg dijawab y maz… thx.. (jgn lupa kunjungi blog ku, hhee..)
saya jg mau belajar ah, tapi harus beli kamera dulu ya?
mas ,kasih tips dunkz gmana caranya moto dengan subjeknya manusia alias portrait biar bagus.
mas tolong dipandu dari awal….klo ada buku panduan..minta tolong kirimin ke mail ku ya mas
thanks
mas,, aku nanda(nandhoot) suka photography dan photo editting, manipulating,, kira2 buat pemula DSLR paling minimal berapa budget(baru, seken yang kondisi oke)??
Hallo mas. saya juga ingin belajar fotografi nih
saya mempunyai hp n95 , berkamera 5 MP , kasih tips dong mas , biar penggunaan nya optimal , soalnya kalo pake kamera hp bisa dapet momen2 tak terduga, karena kita membawanya setiap hari .. trims
kang saya minta masukannya tentang lighting low key, high key, butterfly light, dll!
pengen belajar lighting untuk foto model…
glamour light…
mohon masukannya…
salam buat fotografer tangguh se-indonesia…
dedicated for Roy genggam.
mas…. pngn bljr fotografi nih,,,
wkwkwk
mas saya mo bl kamera nih bt bljr..
kamera yg mas saranin apa?
yg bagus! slr kah? merek nikon kah?
thx ya
Hallo Robbi,
Jika anda adalah saya sendiri, maka saya akan memilih Nikon.
Biarpun banyak org memakai Canon saya tetap pilih Nikon.
Saya bukan fanatik dgn Nikon, tp saya sudah membuktikan bahwa saya puas memakai Nikon. Pernah suatu saat saya pinjem Canon milik teman, tp saya kurang sreq krn dr segi pemakaian (menu & control), Nikon lebih friendly.
Untuk pemula, sebaiknya dimulai dr D40 / D60 dgn lensa 18-55mm VR.
atau lensa 18-200mm VR jika mulai serius.
Jika memang ingin berlanjut, bisa ditingkatkan ke D700 / D3 dgn lensa FX.
mas, saya pake canon eos kiss f / rebel 1000d, sayangnya koq setiap moto ditempat yang kurang cahayanya sutternya selalu melambat (speed maksudnya), trus kalo ngurangi kecepatannya hasilnya selalu flare, ama kalo lagi lagi moto object gerak susah banget, padahal dah pake mode TV, iso 200, f 5.6
mohon pencerahannya
mau dong diajari mas….
mas…
saya seneng banget motret, sekarang lagi pengen belajar fotografi lebih serius… sebelumnya punya poket Casio Exilim 7.2 MegaPixel tapi ngrasa gak sukses pakenya… apa karena saya gak tau cara nge-set-nya kali yah
di kamera tersebut ada settingan : L/R Key (Focus, EV Shift, White Balance, ISO, dll), Quick Shutter, Grid, Metering (Multi, Center Wiighted, Spot), Sharpness, Saturation, Contrast & Flash Intensity… saya juga udah baca manual book-nya tapi kok tetep kurang paham ya???
pernah suatu ketika coba di setting sama teman (fotografer) tetep hasilnya gak bisa maksimal… hmmm,, apa kameranya kudu upgrade ya???
saya pengen beli Canon DSLR 450D, sebagai pemula banget yg kurang tau istilah2 fotografi… kira2 spek tersebut ketinggian gak yah???
thanks pencerahannya…
(kok, komentar saya panjang banget ya??? jadi curhat gini… hehehehehe…)
hallo Nana,
Canon 450D memang cocok buat pemula..
semua SLR pasti banyak setting-nya,
misal : F/stop, shutter speed, ISO, WB, EV, metering, dsb..
Jika kamu kurang paham semua itu, dan kamu pengen belajar.. maka semua yg kamu kurang paham tadi adalah tantangan yg menarik buat kamu..
Bukankah begitu tukangmoto ?
Saya & tukangmoto pun awalnya pasti ga paham soal gituan, tp rasa tertarik & tertantang itulah akhirnya semuanya jd mudah.
Setau saya, Canon 450 D itu baik..
tp saya lebih cinta Nikon krn 1 hal.. Nikon punya Autofocus pada benda yg bergerak. (setidaknya D60 ada, mungkin D40 juga)
Saya ga tau pasti apa Canon 450D juga punya.
Tp itu terserah nana, mau Conaon / Nikon.
ok
mas, bisa kasih saran ga apa aj yang harus diperhatikan sebelum membeli nikon fm2. Saya lagi ngincar nikon fm2 sang legend.
makasih,
mas, py info ttg sony alfa 300? kalo d lihat dari spek nya sepertinya setara dengan canon 40D or nikon 60D (kl ga salah) yah? sony kan pemain baru d dunia fotografi..ada masukan kelebihan dan kekeurangannya? thx yah mas..
salam,
mas sy pake ZD710 (10x optical, tp kok msh krng ya?), buat belajar… kl shoot pk manual better yg mana yah (P,A,M,at S?),kl kodak mmng ga ad setting manual ISOnya? kmdn ad fitur burstnya, cm kok takenya cm 1x ya? at sy masih gaptek?he..he..
Mohon pencerahannya…trims
Nanya nih jadi canon ato nikon yang bagus…saya rencana beli nikon gimana??yang bagus,awet tipe nikon berapa…???
Hallo Gri,
kalo saya akan milih Nikon.
Untuk pemula saya sarankan D40 / D60.
Yg saya suka dr Nikon adalah kemudahan menu & control (friendly).
Pada D60 (mungkin D40 juga) ada feature yg bisa autofocus pada benda yg bergerak. “Mungkin” Canon yg setara Nikon D60 tidak ada feature ini.
Untuk jelasnya, mesti ditanyakan toko canon nih.. hehe..
ok
hi…
saya baru mulai belajar foto, pakai kamera (prosumer kl nga salah) Panasonic DMC FZ8, krn nga ada pengalaman saya jadi kerepotan pake kamera ini, mungkin ada teman teman yang pakai kamera yang sama, boleh kasih tip cara pakenya, termasuk mempelajari ISO, shutter, aperture
terima kasih
Mas aku baru beli cannon eos 1000 D tp aku belum paham betul cara pakenya ! selama ini aku pake autonya aja untuk jeprat-jepret ! mahon petunjuknya mas
Hallo Dien,
Betul kata tukangmoto,
Intinya, buat apa beli Digital SLR mahal2 kalo hanya pake pada mode :Auto.
kuasai juga mode manual-nya… pekerjaan fotografi akan terasa lebih asik.
ok.
mas,mau nanya ne…..
Rasanya kok semuanya pake kamera dslr ya…. apa belajar moto itu ndak bisa pake kamera pocket? soalnya kamera dlsr tuh mahal buanget untuk ukuran saya. Saya cuman punya kamera canon ixus 80 is (dah jadul kali ya?). gimana sich caranya memaksimalkan kamera pocket untuk belajar? maaf ya…. kalo pertanyaan saya ini membingungkan dan terkesan gaptek. hehehehe…
Matur nuwun / terima kasih.
saya pingin pake Adaptor yg Macro bagaimana pedapat Anda ? soalnya pingin beli Lens Macronya belum kesampaian…..
ad bbrp cara utk mendapatkan fungsi makro
..
- filter closeup .. fungsinya mirip kaca pembesar .. mempengaruhi kualitas hasil foto. cari yg berkualitas. murah
- reverse lens ( pernah saya ulas )
- extension tube .. tidak ada penurunan kualitas tapi sedikit mahal
pilih yg menurut anda sesuai dan pas dgn budget
mas,kalo metering itu buat apa ya?trus dipake kalo apa?fungsinya apa?pengaturan yang baik seperti apa?
maap ngerepotin,itu pertanyaan yang pengen saya tau dari 3 bulan lalu
makasih ya mas
belajar fotografi kebanyakan bikin IP saya turun astaghfirulloh hati-hati teman-teman sekalian
coba dibaca lagi disini : http://www.cambridgeincolour.com/tutorials/camera-metering.htm
metering itu mengukur cahaya. jadi , si kamera mengukur cahaya yg masuk melalui lensa melalui 3 mode . mgkn mas/mbak sudah tahu yaitu : Matrix/Evaluative , Average , Spot . Mode-mode tersebut berbeda di cakupan luas area yg akan diukur ( bisa dibaca lagi manual kameranya ).
kenapa diukur ? karena utk membantu penentuan setting yg tepat utk nilai exposure yg kita inginkan. Misal: kita menggunakan mode AP / Tv (canon) , settingnya adalah F8 , ISO 200 . Ketika kamera diarahkan ke atas langit , kita mendapat speed 1/500s . Tapi ketika kamera kita arahkan ke rumah , speed drop menjadi 1/60s .. nah , perubahan ini adalah efek dari metering tsb.
Namun utk mode Manual , metering tidak benar-benar terpakai kecuali hanya utk mengindikasikan bahwa ini bakal over/under-expose
semoga bisa dipahami
.. prinsipnya sih gitu
salam moto2 mas…
saya baru mau belajar moto dan baru beli kamera Sony DSC – H20. masih belum paham cara memakai manual.
ada beberapa cara setting di menu yg saya ga ngerti seperti Mode REC (BRK 0,3 EV, 0,7 EV dan 1 EV),DRO, ISO (max 800), tingkat flash, dsb..
bisa dijelaskan mas..??
maaf masih newbie bgt di dunia perpotoan…
oya trus, saya juga baru tau kalo kamera saya ini bisa direkomendasikan untuk nambah Tele Conversion Lens & Wide Conversion Lens. cuma masih bingung, di Indonesia ada jual ga ya..??
wah saya baru denger istilah mode2 tsb.. tiap vendor pny istilahnya sendiri2 sih jadi lebih baik dibuka lagi buku panduan / manual kamera tsb. sekalian jgn pelajari ttg konsep exposure di fotografi , bnyk tutorialnya di internet kok. klo dijelasin di sini bisa panjang sekali..
utk conversion lens, semoga aja ad yg jual di Indo. coba dicari aja..
mas, saya ada MINOLTA 303si.
ada yg bisa ngasi pengarahan g neh. Q g th makenya. ntu d kasi babe. dah lama g d pake. ampe Q g th kl pnya SLR.(eh g th deng tuh SLR bkn).
n camera itu ada yg bs d manfaatin wat DSLR g?
matur thank You…
mas, saya bantu googling ya..
sebaiknya baca manualnya dulu saja.. jadi biar tahu spesifikasi , fitur dari kamera tsb. saya baru dengar jg sih hehe..
coba cek disini utk manualnya :
http://ca.konicaminolta.com/support/manuals/film-cameras/film_af_slr/index.html
kyknya ini SLR yg sudah bisa AF dan AutoExposure .. ga bisa buat digital mas. cuma buat Film saja.. yg penting bisa motret kan
oke…
emang dah kadaluarsa tuh
hahaha
thnx
Akhirnya ketemu juga blog ‘berbobot’ yg membahas fotografi, selamat ya blog ini masuk 10 besar dipencarian google waktu aku cari kata kunci ‘belajar fotografi’ CONGRATz
thx.. appreciate it
mas munkin saya masih awam dan ingin bertanya yg paling dasar bgt…
senenernya ap sic yg menjadi kriteria pengambilan angel yang baik?
dan knp sic mengambil gambar itu byasanya objek yg diambil d seblah kanan or kirinya, ap memang karna ingin mengambil view yg d blakangnya jg y???
trimakasi y mas atas jwabannya….
kaitannya dengan desain/komposisi .. lain kali saya ngeblog ttg ini ah. Intinya , gunakan komposisi yg pas utk menghasilkan hasil yg baik.
ttg pertanyaan knp ambil obyek sebelah kiri or kanan , mgkn ada kaitannya dengan komposisi rule of third. mgkn bisa di google arti detilnya.. obyek jgn selalu diletakkan di tengah. Kalau diletakkan di pinggir bisa ada kesan ruang.
wah kayanya masih bnyak belajar mas….
maf y kalo banyak nanya!
komposisi rule of third itu ap y mas??
Ada yg blang katanya kalo lensa kit itu bisa bkin kamera cpt rusak y mas, ap bner???
saya tau dari sepupu saya n temnanya yg menggunakan canon…
hmm not , ga pernah dengar ttg hal itu. dan ga masuk akal jg sih.. misal lensa yg lebih mahal kan biasanya lebih berat , lalu kenapa org msh beli lensa tsb?
Hallo yandhi,
ga tuh.. lensa kit itu adalah lensa pemula dimana mempunyai fungsi terbatas shg harganya murah. Dengan harapan jika pembeli tertarik lebih serius nantinya bisa membeli lensa yg harganya jauh lebih mahal.
Tp lensa kit bukan berkualitas rendah…
Hanya kecerobohan-lah yg mebuat kamera & lensa itu cepat rusak.
misal : memasang lensa dgn kurang tepat tp tetap dipaksakan.
OK.
mau nanya lg nec mas……
klo untuk low speed yg perlu d perhatiin ap aj y selain tripot!
kebetulan peralatan saya terbatas sama kamera n lensa 18-55mm doank,,
tolong sarannya y buat menghasilkan gambar yg bagus….
makasi
lowspeed baiknya pakai tripot.. mutlak tuh.
hmm perhatikan jg penggunaan ISO. krn sudah pake tripot .. buat apa pake ISO tinggi2 , malah jadi muncul noise yg mengurangi detail foto.
klo untuk malam,
minimal ISO yg digunain brp y mas???
coz kmren saya masih pake ISO 1600, f20,
ok jg….
tp masi ad noise sic, jadi gmbarna kurang tajam!
hallo Yandhi,
Omong2 soal low shutter speed…
Anda mau buat foto yg tajam di tempat remang (/gelap).
atau mau buat foto dgn efek bayangan di tempat terang ?
ok.
objekna sic bangunan,
krn dpana aj jlan raya yg lalu lalang kendaraan, jdina mo sekalian nangkep cahaya kndaraana!
makasi mas masukana…
salam kenal….
ikutan belajar donk….
saya udah baca buku tentang shutter speed dan f stop, menurut yg aku baca katanya sebelum jepret pikirkan dulu tema, kemudian komposisi, lalu intip obyel lewat viwfinder, kemudian lakukan setting dasar yg harus selalu diingat al: aperture + shutter speed (yg akan menentukan exposure value/EV) + iso speed……… setelah membaca saya ambil keputusan setiap mau memotret setelah tema dan komposisi saya fikirkan, langkah awal saya adalah menentukan focal length, kemudian saya stel aperture pada posisi bukaan paling besar dan kemudian saya stell shutter speed samapai parameter EV di posisi “0″, kemudian klik….. selesai…..
yg saya mau tanya:
1. apakah cara saya diatas sudah benar?
2.saya tidak tahu mengatur iso speed nya harus di posisi berapa, sebab saya selalu pakai iso 3200 setiap saat memotret,
3.white balance (WB) selalu menggunakan mode AUTO
4.selain aperture,shutter speed dan iso apalagi yg harus si stell sebelum menjepret………
mohon penjelasan dari tukang foto dan seluruh temen baik yg senior ataupun newbie yg sudah paham ttg yg saya tanyakan……..
sebelumnya terimakasih banyak…
salam jepret,
ian – medan
1. sudah tepat.. visualisasi sebelum motret adalah kebiasaan baik.
.. EV di 0 juga gapapa
stel aperture /bukaan paling besar? tidak mesti..tergantung konsep yg mau anda tampilkan. ingat hubungan aperture dengan DOF (depth of field) ..
posisi EV tidak harus di 0 lho.. terkadang kamera itu bego kita harus sedikit mengkoreksinya. tapi perlahan saja , itu ilmu selanjutnya
2. pada umumnya , ISO yang digunakan adalah nilai ISO terkecil karena tidak menghasilkan noise. yg biasa saya gunakan adalah ISO 200-400.. diatas itu kamera saya ( D50) akan menghasilkan noise yaang.. klo saya bilang mengurangi kualitas fotonya. So, gunakan ISO rendah saja..kecuali kepepet
(shutter speed kurang)
3. WB Auto.. ok sip ! tapi saran saya kenali juga setting WB manual . Terkadang , kamera jg bisa salah .. kalau sudah gini , harus coba2 manual
4. apalagi yg di stel .. ? itu dah cukup sih.. tapi klo mau dalem lagi ada settingan processing foto (sharpness,saturasi,contrast). Di D90 apa ya namanya? Picture Control-kah?
mgkn perlu diketahui jg kegunaan metering ( Spot , Average dan Matrix ). itu jg berguna .. Metering matrix lebih automatis.
btw: kamera dan lensanya ciamik..
Alhamdulillah….
ternyata mata ga bisa tidur akibat kangen ma anak ada gunanya juga ya mas…. saya ngarep bgt di balas sekarang…….. dan akhirnya nongol juga……….. makasih banyak mas udah di jawab, saya udah mulai paham dgn iso mas, saya barusan baca artikel mengenai MENGENAL ISO, dan saya langsung ambil kamera dan jepretin boneka anak saya, dan hasilnya warnanya nyala bgt mas……. makasih banyak ya mas………. artikel mengenal aperture dan iso saya catat semua mas, maklumlah ga ada printer, klu cuma di copas ga bisa di baca dimana dan kapan saja, salut buat mas, pinter dan tidak pelit……..
dr seluruh jawaban mas tentang pertanyaan saya jadi satu ilmu penting yg harus saya kupas lg mas……. dapat PR lg ni kaeknya, banyak hal yg belum saya ketahui sebelumnya seperti : sharpness,saturasi,contrast dan Spot , Average dan Matrix……. jadi makin stressss hahaha……..
heheheh mengenai kamera saya mas…….. penuh perjuangan, saya jual HP saya, ganti dgn nokia yg 300 rb an, terus jual yamaha mio, untung ga jual diri, selebihnya di tambahin ma istri mas…….
Alhamdulillah cita2 dr kecil terwujud punya kamera lumayan mas….
btw boleh kenal lebih dekat mas…..
ym saya : zee_gallery@yahoo.com
wassalam…
ian
maaf ketinggalan……
perlu saya tambahkan tool yg saya pakai:
nikon D90 + lensa AF 16-85 mm f/3.5-5.6 G ED VR
terimakasih……..
Selama ini aku berpatokan kalo fotografi itu adalah hasil dari camera langsung. Sesuatu yang sangat salah !!!! setelah membaca artikel ini jadinya pingin berexplorasi dengan dunia camera. Tapi sayang mas, senjataku cuma camera poket canon powershot a470.
Aniwai, mungkin dengan olahan photoshop bisa di upgrade hasilnya. Trim’s mas sharing nya
.
Mas, aku br bgt bljr ni. Skg lg nyobain kamera canon G10. Bukan SLR si, tapi katanya canon G10 uda semi pro. Menurut mas, itu lumayan bgus ga si bwt pemula ky saya?? Kalo SLR sm pocket itu bedanya cuma lensanya aj ya kan mas?? atau ada yg laen??
Mksh..^_^
G10 itu termasuk kamera prosumer..hmm profesional consumer kali ya. saya dulu jg berawal dari prosumer , Lumix Fz7 . dan saya bilang ini bagus buat belajar .. setting2annya sudah bisa manual. pelajari dulu fotografi lewat kamera ini.. kalau sudah mentog , baru berpikir ttg SLR
bedanya ga cuma di lensa sih.. beda ukuran sensor ( ini penting,pengaruh ke kualitas hasil foto) , respon yg lebih cepat, dsb.
mas… aku pengguna canon 1000d. mau tanya tentang autofocus.. kenapa kamera saya tidak bisa digunakan untuk auto fokus… terkadang bisa.. terkadang tidak.. mohon pencerahannya…
mgkn fokusnya kurang pas , obyeknya terlalu polos . agar fokus cepat , arahkan ke obyek dengan kontras cahaya. coba test .. arahkan fokus ke langit yg tanpa awan.. bisa fokus ga? skrg coba ke tepi awan.. pasti bisa fokus
.. ya intinya gitu .. pinter2 kita ngelihat obyek yg mau difokus daaan..tentu saja teknologi kameranya.. jumlah titikfokus, tipe fokus-nya . kamera pro , jauh lebih baik fokus..
klo msh tidak fokus dgn baik..coba cek ke bengkel kamera terdekat
oh… untuk masuk ke manualnya gimana mas? saya benar2 pemula… untuk motret orng, sttingan manualnya gimana?
mas salam kenal, sy udh skitar 3 tahun pake dslr, dimulai dri d80 & skrg lbih sring pke d300, udh sring bgt foto2, tpi kho hasilnya gitu2 aja yh ga ada yg menarik, gimana seh biar bkin feel kt tajem untk bkin foto yg brkualitas….btw, enaknya kt bikin hunting foto bareng mas, biar temen2 jg pada mudeng n ga asal jepret…thnx..
wah sama dong..saya jg baru tahun-an lah tapi kameranya msh tetep
..
feel foto ? wah ini dalem jg .. saya jg lagi mendalami sih. biasanya saya baca2 buku yg sehubungan dgn desain komposisi di fotografi ( misal Photographing World Around You ) .. lalu dilatih sering liat galeri2 ciamik di majalah fotografi .. dan yg penting sih selalu mengamati keadaan sekitar ..mencoba memvisualisasikan kira2 foto apa yg bisa dihasilkan.
tapi hmm .. menurut saya sih dimulai saja dgn apa yg mas sukai .. perdalam dgn style mas sendiri .. hmm
mas.. numpang nanya.. untuk foto HDR itu apa harus menggunakan tripod? dan apa2 saja yang harus di setting? makasih…
ad bnyk artikel di internet ttg itu..mgkn bisa diGoogle mandiri. bbrp diantaranya:
http://digital-photography-school.com/rule-of-thirds
http://photoinf.com/General/KODAK/guidelines_for_better_photographic_composition_rule_of_thirds.html
tapi utk diingat, itu hny petunjuk saja utk menghasil foto bagus. tidak selalu harus diikuti , tapi umumnya foto yg bagus menggunakan prinsip tsb.
ISO 1600 terlalu tinggi kyknya.. kecuali kameranya sudah fullframe spt nikon d3 . Untuk noise yg minimal coba ISO 100 – 200 . ISO 400 masih boleh lah.. krn shutterspeed pasti turun sebaiknya gunakan tripod.
dan psst.. F20 kyknya kekecilan deh.. ini malah bisa menyebbakan gambar kurang tajam karena efek difraksi. coba pake bukaan f11 atau f16