//tukangMoto : Belajar Fotografi

my quest for the light … and life

Belajar fotografi yuk …


Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca …

Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . Teknis dan Komposisi .

  1. Teknis ? adalah memahami kamera dalam cara kerjanya menangkap cahaya untuk direkam. Tidak kamera saja sih , tapi tercakup juga aspek lain dari asesoriesnya , proses pencetakan , editing dll. Intinya hal yang berbau teknis .
    Di fotografi , lumayan banyak istilah teknis yang dipakai . Belum lagi setiap vendor memiliki nama-nama yang berbeda untuk sebuah teknologi . Banyak ! tapi jangan terlalu diambil pusing . Belajar memang seperti itu . Lambat laun , setiap istilah akan terkuak maknanya dan kita jadi lebih mengerti . Tetap konsisten belajar ! .Beberapa ilmu teknis diantaranya :

    • mengenal kamera , lensa , sensor
    • memahami exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / ASA
    • memahami WhiteBalance (WB)
    • asesories kamera dan fungsinya ( tripod , flash , lens filter dll )
    • post editing ( photoshop etc )
    • color management
    • dll
  2. Komposisi ? adalah bagaimana membuat / mengkomposisi sebuah obyek yang akan difoto menjadi menarik untuk dilihat . Banyak faktor yang bisa membuat sebuah foto menjadi menarik diantaranya ketepatan momen , warna , posisi obyek , ekspresi obyek dll . Sebisa mungkin kita mengumpulkan sebanyak mungkin faktor-faktor tersebut ke dalam sebuah foto . Masih bingung tentang komposisi ? mending baca aja langsung tip-tip mengenai komposisi di http://digital-photography-school.com/blog/category/composition-tips/.
    Komposisi ini lebih ke cita rasa seni / art. Tidak ada aturan baku semacam user manual etc. Semata-mata tergantung dari rasa sang fotografer. Pesan apa yang akan dia sampaikan , dan apakah pesan itu sampai ke penikmat foto.

Teknis dan Komposisi ! kedua-duanya dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas . IMHO , pengetahuan akan komposisi lebih penting karena tidak akan pernah habis ide-ide untuk menghasilkan foto yang unik / berkualitas . Lain halnya pengetahuan teknis . Bisa mentog atau habis , bisa didapat dari User Manual atau tutorial yang ada . Penguasaan komposisi tidak mungkin diperoleh kecuali dari latihan jepret terus menerus . Melatih mata untuk melihat momen yang ada , menunggu waktu yang tepat , mem-visualisasi-kan target akhir yang kita inginkan dsb .
Namun pengetahuan teknis juga hendaknya tidak ditinggalkan . Istilahnya kita belajar mobil kita sudah tahu teorinya sehingga ketika berkendaraan sudah pakai feel , tinggal jalan. Begitupun dengan penggunaan kamera . Ketika momen bagus itu datang , jangan sampai hasilnya tdk optimal gara-gara setting kamera yang salah.

Media untuk belajar

Ini era digital bung !! Informasi mudah didapatkan semudah menjetikkan jemari . Go Online dan gali tutorial yang ada . Fotografi itu ilmu yang udah puluhan tahun .. sudah banyak sekali beredar di Internet .

  • dari Google : ketikkan keyword “photography tutorial” dan sejenisnya . Atau keyword-keyword spesifik lainnya . It’s all there and FREE ! Yang didapat adalah segudang artikel online bahkan pdf/ebook gratis .
  • dari buku : bisa dibaca kapanpun dimanapun . Lebih mobile dibandingkan membawa – bawa laptop . Plus , bisa dwifungsi sebagai bantal ketika mengantuk . Luar atau lokal ? kalau saya sih prefer buku luar negeri . Selain banyak macamnya , isinya lumayan komprehensif dan tidak asal-asalan . Amazon adalah tempat bagus untuk membeli buku fotografi.
  • dari majalah ( baca Majalah Fotografi Pilihan )
  • dari kursus : belajar kilat dengan bimbingan fotografer yang berpengalaman . Pengalaman memang mahal sih :D . Coba cari info di kota anda setempat , biasanya ada yang menawarkan jasa kursus . Mau kursus online via internet juga bisa  semacam BetterPhoto
  • dari komunitas : gabung dengan sebuah atau beberapa komunitas fotografi baik offline maupun online . Apa yang lebih baik dari berkumpul dengan orang-orang yang satu minat dan obsesi dengan kita ? . Misal komunitas online : Fotografer.Net , Ayofoto.com dll

Selamat Bergabung !!! Yuk belajar sama rara dan ayah :)

Seri Belajar yang lagi saya garap:
Mengenal Aperture
Mengenal Shutter Speed
Mengenal ISO

About these ads

Written by admin

April 15, 2007 at 4:26 pm

Ditulis dalam Belajar

127 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. untuk foto pesta pernikahan apa membutuhkan tripod mas? dan settingan kamera berapa yang harus digunakan? apa juga harus memiliki eksternal flash?

    Wendy

    Desember 30, 2009 at 10:26 am

    • hi wendy. saya bukan fotografer wedding..tapi bbrp kali pernah ikut motret wedding teman. wedding biasanya dilakukan indoor.. yg notabene sering kekurangan cahaya. jadi sebaiknya gunakan cahaya tambahan .. klo yg amatiran bisa gunakan external flash. external flash lbh besar powernya dan bisa diarah2kan (misal bouncing ke langit2 ) . yg serius aka fotografer wedding pakai lampu studio.. lebih besar powernya, lbh handal ..
      tripod? klo cahaya tambahannya sdh cukup dgn flash / lampu studio diatas.. rasanya penggunaan tripod hanya utk menopang kamera saja. capek kali fotografernya gotong2 terus hehehe

      tukangmoto

      Desember 31, 2009 at 2:18 am

  2. mas sya mw tny soal bukaan difragma n shutter speed yang pas untuk motret malem hari, gaya panning n freezing tuh brp y pd kmera slr konvensional FM10 ( nikon )???
    thx b4

    mbex

    Januari 1, 2010 at 11:14 am

    • apapun kameranya sama saja intinya.. asal sudah paham konsep shutter speed / exposure.
      panning itu prinsipnya shutter speed dibuka lama mengikuti gerak obyek yg akan kita foto. jadi , notabene gunakan speed lambat
      freezing berarti mem-freeze obyek.. dgn speed tinggi misal diatas 1/250sec.
      lebih baik pahami dulu konsep exposure.. sulit klo diterangkan per kondisi motret , bisa tidak selalu sama persis settinganya. klo sudah paham konsep tsb , mau kondisi apapun.. pasti bisalah :)

      tukangmoto

      Januari 1, 2010 at 2:09 pm

  3. mas, saya pake nikon d90 padahal saya sama sekali ga mengerti fotografi..
    saya pgn tanya, kalau foto awan biar membentuk awannya atau fto dibuat 1 fokus fullcolor dan yang lainnya hitamputih gimana? kalau bis balas by mail mas. tq :)

    wiedya

    Februari 26, 2010 at 3:51 am

    • binun pertanyaan ttg awan. tapi klo ttg color, itu kyknya diolah dgn photoshop. klo g salah istilahnya selective color..

      tukangmoto

      Maret 3, 2010 at 12:30 am

  4. Bisa nebeng ga blajarx mas

    ammank

    Maret 11, 2010 at 7:04 am

  5. mas mau tanya,berapa biasany hrg lensa 55-200VR

    ammank

    Maret 11, 2010 at 7:13 am

  6. mau numpang nanya nih.hhehe.
    aku kan bener” ga ngerti sama yg namany fotografi.baru mau blajar nih,
    trs aku mau beli olympus pen e-p1.
    menurut mas, kamera itu pas buat pemula kayak aku ga?
    soalnya aku ga mau nanti kamera mahal nya cuma di pake asal jepret doang. hahaha

    Nia

    April 10, 2010 at 12:09 pm

    • klo saya liat spek-nya , udah mirip DSLR tuh control2nya. bisa manual setting dan gonta ganti lensa, ini penting buat belajar. no doubt about it.. cucok :)

      tukangmoto

      April 10, 2010 at 6:47 pm

  7. Mas, ikut nimbrung. Pengen banget jadi fotographer. Tapi berubung dana terbatas, cuma bisa beli Fujifilm Finepix S2000HD. Minta nilainya mas, buat kamera pilihanku ini menurut ahlinya.

    makasih banyak.
    salam kenal…

    Fauzi

    Mei 7, 2010 at 4:16 pm

    • saya tidak jago review kamera . mgkn link ini bisa memberi gambaran..
      bgi saya lebih penting hasil fotonya.. apapun kameranya kalau hasil fotonya bagus,menggugah hati,tidak standard dsb dsb ya tdk masalah :)

      tukangmoto

      Mei 8, 2010 at 2:34 am

      • he he he… udah tak baca link-nya…
        gak bagus2 amat tp bolehlah. kan Photographer musti yakin ama tools nya.
        Oh ya mas… tolong dikonfirm pertemanan FB saya…
        Biar bisa liat hasil fotonya tukangmoto…
        Makasih banyak infonya…

        Fauzi

        Mei 8, 2010 at 5:14 am

  8. salam kenal mas tukang foto,,,,
    aku mo tanya,,,apa kalo pengen motret dg hasil yang bagus hrs pakai kamera yg mahal? aku pgn motret objek tp fokusnya cm ke objek itu dan backgroundnya terlihat kabur caranya gimana y? dengan kamera panasonic lumix bs ga?
    thanks mas tukang moto,,,,

    rere

    Mei 20, 2010 at 6:38 am

    • terlihat kabur ? mgkn maksudnya adalah konsep DOF (depth of field)
      ada bbrp cara utk memainkan DOF : bisa lewat setting aperture , panjang fokal length. cuman mgkn ada yg membedakan juga antara kamera DSLR dgn kamera poket , yaitu sensor size. ternyata ada pengaruhnya juga ke DOF. semakin besar sensor semakin terasa efek DOF-nya meskipun misal dengan menggunakan aperture yg sama.

      tapi klo mbak rere bilang krn DOF itu hasilnya bagus , ya engga juga tho.. kan msh ada unsur2 lain : warna , komposisi , momen , cahaya dsb. so , jgn khawatir.. tetap motret :)

      tukangmoto

      Mei 20, 2010 at 4:00 pm

  9. salam kenal mas tukangpoto, saya mau tanya tentang lensa nih,,,,pa seh perbedaan lensa is ma non is?? dan…lensa yang bagus pake foto landscape lensa pa???matur tengkyu mas

    i made edy w

    Juni 8, 2010 at 7:32 am

    • IS itu teknologi dari Canon utk mereduksi efek samping dari ‘kegoyangan’ kita ketika memegang kamera. terutama ketika slow speed misal 1/15s , pasti akan terasa kalau goyang dikit tangan kita hasil fotnya akan blur. kalau pakai IS ini , besar peluang fotonya masih tetap tajam / tidak blur. yg sering main di kondisi low-light , fitur IS ini penting. klo di Nikon namanya VR

      tentang lensa utk landscape ya mestinya lensa yg ultra-wide. khusus didesain utk landscape dgn efek distorsi yang minim. coba dicek katalog Canon-nya.. pasti ada kok :D

      tukangmoto

      Juni 11, 2010 at 9:39 am

  10. [...] PDRTJS_settings_950271_post_173 = { "id" : "950271", "unique_id" : "wp-post-173", "title" : "Bagaimana+Memotret+Foto+Siluet+%28Konsep+Dynamic+Range%29", "item_id" : "_post_173", "permalink" : "http%3A%2F%2Ftukangmoto.wordpress.com%2F2010%2F06%2F19%2Fbagaimana-memotret-foto-siluet-konsep-dynamic-range%2F" } Sebenarnya sangat mudah , yang perlu kita pahami adalah konsep dynamic range pada fotografi. Salah satu konsep penting yang perlu diketahui oleh setiap newbie yang ingin belajar fotografi. [...]

  11. [...] Belajar Mengenal Shutter Speed Belajar Fotografi [...]

  12. mas nya tukang moto,,
    saya udah bebrapa bulan terakhir suka moto moto gitu, tp objeknya adalah bis..(maklum saya penggemar bis)
    saya paling suka moto bis pas lagi jalan…
    tapi saya jarang banget menghasilkan poto yg nggak kabur (blur),, alias kebanyakan poto bis saya kabur, krn obyeknya (bis) bergerak…
    bisa kasih saran nggak mas.. biar “kabur”nya bisa diminimalisir….
    oiya saya pake samsung ES17 12.2 megapixel…
    thx yaaa….

    cokelatelisa

    Juni 21, 2010 at 6:34 am

    • coba gunakan nilai shutter speed yang tinggi , minimal 1/250s. kameranya sudah bisa sampai nilai segitu ga? harusnya sih bisa .. utk mencapai nilai tsb perhatikan juga kondisi cahayanya : harus terang . jadi sebaiknya motretnya siang hari saja

      tukangmoto

      Juni 21, 2010 at 11:48 am

  13. Nyank jago moto….
    bos saya mo nanya saya pake kamera DSLR Sony Alpha 200
    saya coba Foto ROL(Ray OF Light) tapi hasilnya kurang memuaskan, APakah ROL harus diedit juga?

    Fani irawan

    Juli 10, 2010 at 5:42 pm

    • menurut saya sih sabar saja.. tunggu momen yg pas. memang , momen terjadi ROL itu sangat jarang sekali. setahu saya harus ada asap/kabut , secercah cahaya yg masuk .. dst. kalau Fani prefer di-edit ya silahkan .. kalau Fani prefer yg alami ya tinggal tunggu saja dan tetap mencari

      tukangmoto

      Juli 11, 2010 at 2:56 pm

  14. kalo punyanya kamera digital biasa, cuma 6 mega pixel lagi..kagak bisa belajar fotografi ya mas..? :(

    eka

    Juli 19, 2010 at 2:38 pm

    • :) .. jgn terpaku dgn mega pixel. fotografi itu lebih dari sebuah megapixel.
      btw, kamera saya skrg jg 6 MegaPixel.. percaya ga?

      tukangmoto

      Juli 22, 2010 at 2:21 am


Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 218 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: