Mengenal Aperture

29 05 2007

Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :

lens-aperture.jpg

Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di tengah-tengah ! makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter / diafragmanya dan sebaliknya . Notasi pembagi “/” pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , … dst ) semakin kecil hasilnya / bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi “/” misalnya F1.4 , F2.8 , … dst . Ga usah bingung , cukup ingat-ingat saja angka-angkanya dan ingat ketentuan diatas (tebal) . Di fotografi , memang banyak notasi / istilah yang berbeda antar satu vendor dengan vendor lain . Biasalah .. mgkn urusan marketing :) .

Bagaimana mendapatkan angka-angka seperti itu ? masih ingat rumus matematika untuk menghitung luas sebuah lingkaran ? untuk membagi luas menjadi setengah dari sebelumnya maka harus dibagi dengan akar pangkat 2 ( 1.41421356 ) .

misal ( dibulatkan ) :
Bukaan maksimal = 1
Bukaan 1/2 maksimal = 1 * 1/1.4 = 1/1.4
Bukaan 1/4 maksimal = 1/1.4 * 1/1.4 = 1/2.8
Bukaan 1/8 maksimal = 1/2.8 * 1/1.4 = 1/4.0
Bukaan 1/16 maksimal = 1/4.0 * 1/1.4 = 1/5.6
dst ..

Lalu kita bisa menghitung nilai aperture selanjutnya : f/1.4 , f/2.8 , f/4.0 , f/5.6 , f/8 , f/11 , f/16 , f/22 , f32 … Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/2.8 akan membuat cahaya berkurang setengah dari sebelumnya karena memang diameternya mengecil menjadi setengah .

Pengurangan banyaknya cahaya masuk menjadi setengahnya dikenal juga sebagai turun 1 stop . Misal perubahan dari f/5.6 ke f/8 adalah turun 1 stop dan f/5.6 ke f/11 adalah turun 2 stop . Pada arah sebaliknya justru akan menambah banyaknya cahaya yang masuk , dikenal juga sebagai menaikan stop . Istilah stop ini lebih sering digunakan dalam fotografi ketimbang bicara angka-angka diatas . “Eh .. ini imagenya aga underexpose , coba naikkan 2 stop !!” , ya kira-kira gitu deh :)

Biasanya pada kamera , pengurangan cahaya menjadi setengah sebelumnya masih dianggap terlalu besar , karena itu untuk kontrol yang lebih presisi ada konfigurasi untuk membagi-bagi nilai aperture menjadi lebih kecil ke 2 atau 3 bagian . Misal untuk setting 3 bagian dimulai dari f/2.8 , maka urutannya menjadi f/2.8 , f/3.2 , f/3.5 , f/5.6 , f/6.3 , f/7.1 , f/8 … dst . Sama halnya diatas , perubahan dari f/3.2 ke f/6.3 adalah turun 1 stop .

Kegunaan , kaitannya dengan exposure

Seperti yang saya bilang diatas , untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa ke sensor kamera . Cahaya adalah unsur penting dalam fotografi . Terlalu banyak cahaya yang lewat akan membuat foto menjadi terlalu terang (overexposure) dan sebaliknya jika terlalu sedikit akan membuat foto menjadi gelap (underexposure) . Konsep mengatur cahaya ini dikenal juga sebagai Exposure . Aperture hanya SALAH SATU dari tiga elemen penting lainya dalam pengaturan exposure yaitu Shutter Speed dan ISO/ASA . Shutter Speed , mengatur durasi waktu untuk merekam cahaya . Semakin lama durasinya semakin banyak cahaya yang direkam dan sebaliknya . ISO / ASA adalah tingkat sensitivitas pada sensor / film dalam merekam cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin banyak cahaya yang dapat terekam oleh sensor .

Saya akan coba membahas dua elemen lainya pada kesempatan berikutnya . Stay Tuned !!!

Atau udah ga sabar ?? ya udah cek link ini aja .. analogi exposure dalam fotografi dengan urusan memasak . Layak disimak http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/cooking-and-photography.html

Seri belajar lain :

Belajar Mengenal Shutter Speed

Tutorial tentang aperture lain yang lebih ciamik :

comment , saran dan kritik ? please comment .

Revision History :
- May 30 : tambah bab Kegunaan spy lebih jelas “the big picture”-nya
- May 31 08 : tambah shutter speed


Tindakan

Information

25 tanggapan

30 05 2007
awaloeddin devie

gunanya apaan mas?
maksudnya kalo cahaya masuk sedikit efeknya apa? kalo masuk banyak kenapa?
ra mudeng blas.

paling uenak kalau dijelasin di bagian tentang Exposure :) . Pengaruhnya di hasil foto , terlalu gelap atau terlalu terang kah ? banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa adalah SALAH SATU faktor yang mempengaruhi hasil tersebut . Faktor2 lain yang penting adalah Shutter Speed dan ISO . Ketiga-tiganya adalah elemen penting untuk memahami Exposure dalam fotografi .

30 11 2007
jimz

waduh…ini dia nih…saya cari2 info ttg aperture n xposure..
sangat2 membantu abissssssss…!! thanx a lot.
smuga ini bisa juga ngebantu yang laen untuk dapetin foto dengan app n xps yg perfect.
hahaha…bener2 jodoh!

30 05 2008
Hartono

iyah nih kang, dah gak sabar, maklum walaupun ngerti inggris, tapi baca manual book D40-ku, tetep aja buat rambutku kriting

31 05 2008
Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana « //tukangMoto

[...] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya [...]

31 05 2008
Belajar fotografi yuk … « //tukangMoto

[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]

26 06 2008
Education Center » Blog Archive » Belajar Fotografi

[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]

28 08 2008
Christian

mas, kalo mao belajar foto di tema Panoramic (Landscape) sama Arsitektur lensa apa aja yang perlu yah mas? trus tekniknya apa aja yg perlu didalami? Pernah baca2 forum katanya lensa wide sama teknik DoF yah? DoF itu kombinasi aperture sama shutter speed bukan yah mas? Trims

Utk landscape cocoknya pakai lensa Wide . Arsitektur juga bisa .. kalau ada rejeki boleh lah beli lensa Tilt-Shift . Lensa ini spesial , mampu menghilangkan efek distorsi dari lensa wide pada umumnya. Tapi ya mahal ..

DoF (Depth Of Field) itu efek dari nilai aperture yg digunakan , ga ada hubungannya dgn shutter speed.Untuk landscape , biasanya digunakan DoF yang lebar.. ruang tajam dari ujung sampai ujung. DoF lebar pakai bukaan kecil / nilai aperture besar..yakk sip

28 08 2008
Christian

Wah, mas kalo Lens TS mah gk ke jangkau harganya.. Ada saran gk mas untuk lensa wide best deal (harga terjangkau & kualitas memuaskan) untuk canon eos 450d ku? Trims banyak nih mas atas bimbingannya, maaf merepotkan.. Hehe..

lensa wide standard sih bisa pakai 18-55mm.. di 18mm dah cukup wide.
Kalau mau lebih wide (ultra wide) beli yg 3rd party aja : Sigma , Tokina atau Tamron. Untuk selera hasil foto, coba baca lagi reviewnya di internet.. atau di http://www.fredmiranda.com/reviews/
tapi yang perlu dicatet utk wide adalah efek distorsi yang ditimbulkannya .. efek distorsi itu yg bikin horizon seperti melengkung. Lensa bagus (dan pasti mahal) sudah minim efek distorsinya. Lensa2 ultrawide 3rd juga sudah lumayan ok kok..

30 08 2008
Christian

Wah 18-55mm kalo gk salah lens kit nya yah mas? Saya dapet nya itu tuh lens kit nya yg IS.. Itu udah cukup wide toh mas? Hehe.. Maklum mas msh newbie, jd gk tau apa2.. Kalo saya mao Foto ruangan minim cahaya enakan pake manual atau mode apa yah mas? Seperti contoh di Cafe2 yang minim cahaya.. Dalam kasus ini saya masih memakai Flash bawaan 450d nya mas.. Kalau manual shutter speed di berapa dan apperture di berapa untuk idealnya yah mas? Saya Foto pakai bantuan tripod.. Trims..

18mm udah cukup lah … Wide tapi belum ultra-wide ehehe .
Foto ruangan minim cahaya ? paling enak emang pakai tripod. Ga usah khawatir lagi ttg shutter speed , tapi mgkn IS-nya dimatiin dulu ?? .. untuk mendapatkan ruang tajam sebanyak mgkn bisa bisa gunakan Aperture kecil : F8 atau F11 . Shutter speednya ngikutin aja .. aman lah pakai tripod . Modenya Aperture Priority mode (di Nikon) ..:)

8 10 2008
Didik

Salam kenal mas,

mo nanya dikit mas..

da rencana pengen bikin foto tetesan air hujan.
cuma lagi agak bingung, kalo ujan da pasti mendung kan mas,
jelas aja cahaya dikit banget, perlu aperture yg lebar, tapi juga perlu shutter speed yg kenceng.

na masalahnya, setelah pake shutter speed yg kenceng, dengan bukaan diafrgama yg full kebuka semua, hasil foto masih gelap juga (da diakalin naekin ISO tapi jadi rada noise gitu). Bisa bantuin ga mas, gimana solusinya.

thanks

motret air jatuh ke tanah ya..splassh !?!
kalau begitu ya repot jg ya.. tidak bisa mengandalkan cahaya alam . mgkn bisa pakai Flash ! atau pakai body kamera yg bisa ISO super tinggi ( Nikon D3 ) hehehe

15 03 2009
oerwahfm

it really helps, thanks for the article.

8 05 2009
Petilasan’s Blog

[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]

11 07 2009
Teknik Bouncing Flash « //tukangMoto

[...] akan mendapatkan cahaya yg cukup utk mengexpose obyek. Artinya : shutter speed bisa lebih tinggi , aperture bisa lebih kecil dan ISO [...]

6 10 2009
nik hambali

mas bayu,

minta no hpnya dong

mo tanya lebh detail nih mas

thx ya mas

7 10 2009
tukangmoto

wah jgnn..takut digodain malem2 sama kamu hehehe

23 10 2009
Fotografi : teknis « //tukangMoto

[...] Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan? [...]

25 10 2009
Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana « InfoSiKakek

[...] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya [...]

25 10 2009
Belajar fotografi yuk … « InfoSiKakek

[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]

3 11 2009
terus01

hmmm…. aperture ini kalo di lensa makro gimana tuh?

12 11 2009
tukangmoto

@terus01 : sama saja prinsipnya .. cuma di lensa makro ruang tajamnya jauuuh lebih sempit ..

19 11 2009
Sekilas Teknik Fotografi « Tentang Digital

[...] Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan? [...]

20 11 2009
Yudhi Aprianto

wah infonya cukup membantu nih tentang apperture, trus efek dari bokeh itu apakah didapat dari ‘memainkan’ apperture ataukah ada trick lainnya kah ? thanks untuk bantuannya.

23 11 2009
Danu Wiyoto

nambah ilmu, terutama untuk pemula seperti saya…

5 12 2009
Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana « Gawobe's Blog

[...] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya [...]

17 12 2009
BELAJAR FOTOGRAFI « Abizar90's Blog

[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]

Tinggalkan komentar