Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :
Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di tengah-tengah ! makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter / diafragmanya dan sebaliknya . Notasi pembagi “/” pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , … dst ) semakin kecil hasilnya / bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi “/” misalnya F1.4 , F2.8 , … dst . Ga usah bingung , cukup ingat-ingat saja angka-angkanya dan ingat ketentuan diatas (tebal) . Di fotografi , memang banyak notasi / istilah yang berbeda antar satu vendor dengan vendor lain . Biasalah .. mgkn urusan marketing
.
Bagaimana mendapatkan angka-angka seperti itu ? masih ingat rumus matematika untuk menghitung luas sebuah lingkaran ? untuk membagi luas menjadi setengah dari sebelumnya maka harus dibagi dengan akar pangkat 2 ( 1.41421356 ) .
misal ( dibulatkan ) :
Bukaan maksimal = 1
Bukaan 1/2 maksimal = 1 * 1/1.4 = 1/1.4
Bukaan 1/4 maksimal = 1/1.4 * 1/1.4 = 1/2.8
Bukaan 1/8 maksimal = 1/2.8 * 1/1.4 = 1/4.0
Bukaan 1/16 maksimal = 1/4.0 * 1/1.4 = 1/5.6
dst ..
Lalu kita bisa menghitung nilai aperture selanjutnya : f/1.4 , f/2.8 , f/4.0 , f/5.6 , f/8 , f/11 , f/16 , f/22 , f32 … Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/2.8 akan membuat cahaya berkurang setengah dari sebelumnya karena memang diameternya mengecil menjadi setengah .
Pengurangan banyaknya cahaya masuk menjadi setengahnya dikenal juga sebagai turun 1 stop . Misal perubahan dari f/5.6 ke f/8 adalah turun 1 stop dan f/5.6 ke f/11 adalah turun 2 stop . Pada arah sebaliknya justru akan menambah banyaknya cahaya yang masuk , dikenal juga sebagai menaikan stop . Istilah stop ini lebih sering digunakan dalam fotografi ketimbang bicara angka-angka diatas . “Eh .. ini imagenya aga underexpose , coba naikkan 2 stop !!” , ya kira-kira gitu deh
Biasanya pada kamera , pengurangan cahaya menjadi setengah sebelumnya masih dianggap terlalu besar , karena itu untuk kontrol yang lebih presisi ada konfigurasi untuk membagi-bagi nilai aperture menjadi lebih kecil ke 2 atau 3 bagian . Misal untuk setting 3 bagian dimulai dari f/2.8 , maka urutannya menjadi f/2.8 , f/3.2 , f/3.5 , f/5.6 , f/6.3 , f/7.1 , f/8 … dst . Sama halnya diatas , perubahan dari f/3.2 ke f/6.3 adalah turun 1 stop .
Kegunaan , kaitannya dengan exposure
Seperti yang saya bilang diatas , untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa ke sensor kamera . Cahaya adalah unsur penting dalam fotografi . Terlalu banyak cahaya yang lewat akan membuat foto menjadi terlalu terang (overexposure) dan sebaliknya jika terlalu sedikit akan membuat foto menjadi gelap (underexposure) . Konsep mengatur cahaya ini dikenal juga sebagai Exposure . Aperture hanya SALAH SATU dari tiga elemen penting lainya dalam pengaturan exposure yaitu Shutter Speed dan ISO/ASA . Shutter Speed , mengatur durasi waktu untuk merekam cahaya . Semakin lama durasinya semakin banyak cahaya yang direkam dan sebaliknya . ISO / ASA adalah tingkat sensitivitas pada sensor / film dalam merekam cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin banyak cahaya yang dapat terekam oleh sensor .
Saya akan coba membahas dua elemen lainya pada kesempatan berikutnya . Stay Tuned !!!
Atau udah ga sabar ?? ya udah cek link ini aja .. analogi exposure dalam fotografi dengan urusan memasak . Layak disimak http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/cooking-and-photography.html
Seri belajar lain :
Belajar Mengenal Shutter Speed
Tutorial tentang aperture lain yang lebih ciamik :
- http://www.fotografer.net/isi/artikel/lihat.php?id=203
- http://en.wikipedia.org/wiki/Aperture
- http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/f-number-demystified.html
comment , saran dan kritik ? please comment .
Revision History :
- May 30 : tambah bab Kegunaan spy lebih jelas “the big picture”-nya
- May 31 08 : tambah shutter speed









gunanya apaan mas?
maksudnya kalo cahaya masuk sedikit efeknya apa? kalo masuk banyak kenapa?
ra mudeng blas.
waduh…ini dia nih…saya cari2 info ttg aperture n xposure..
sangat2 membantu abissssssss…!! thanx a lot.
smuga ini bisa juga ngebantu yang laen untuk dapetin foto dengan app n xps yg perfect.
hahaha…bener2 jodoh!
iyah nih kang, dah gak sabar, maklum walaupun ngerti inggris, tapi baca manual book D40-ku, tetep aja buat rambutku kriting
[...] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya [...]
[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]
[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]
mas, kalo mao belajar foto di tema Panoramic (Landscape) sama Arsitektur lensa apa aja yang perlu yah mas? trus tekniknya apa aja yg perlu didalami? Pernah baca2 forum katanya lensa wide sama teknik DoF yah? DoF itu kombinasi aperture sama shutter speed bukan yah mas? Trims
Wah, mas kalo Lens TS mah gk ke jangkau harganya.. Ada saran gk mas untuk lensa wide best deal (harga terjangkau & kualitas memuaskan) untuk canon eos 450d ku? Trims banyak nih mas atas bimbingannya, maaf merepotkan.. Hehe..
Wah 18-55mm kalo gk salah lens kit nya yah mas? Saya dapet nya itu tuh lens kit nya yg IS.. Itu udah cukup wide toh mas? Hehe.. Maklum mas msh newbie, jd gk tau apa2.. Kalo saya mao Foto ruangan minim cahaya enakan pake manual atau mode apa yah mas? Seperti contoh di Cafe2 yang minim cahaya.. Dalam kasus ini saya masih memakai Flash bawaan 450d nya mas.. Kalau manual shutter speed di berapa dan apperture di berapa untuk idealnya yah mas? Saya Foto pakai bantuan tripod.. Trims..
Salam kenal mas,
mo nanya dikit mas..
da rencana pengen bikin foto tetesan air hujan.
cuma lagi agak bingung, kalo ujan da pasti mendung kan mas,
jelas aja cahaya dikit banget, perlu aperture yg lebar, tapi juga perlu shutter speed yg kenceng.
na masalahnya, setelah pake shutter speed yg kenceng, dengan bukaan diafrgama yg full kebuka semua, hasil foto masih gelap juga (da diakalin naekin ISO tapi jadi rada noise gitu). Bisa bantuin ga mas, gimana solusinya.
thanks
it really helps, thanks for the article.
[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]
[...] akan mendapatkan cahaya yg cukup utk mengexpose obyek. Artinya : shutter speed bisa lebih tinggi , aperture bisa lebih kecil dan ISO [...]
mas bayu,
minta no hpnya dong
mo tanya lebh detail nih mas
thx ya mas
wah jgnn..takut digodain malem2 sama kamu hehehe
[...] Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan? [...]
[...] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya [...]
[...] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / [...]
hmmm…. aperture ini kalo di lensa makro gimana tuh?
@terus01 : sama saja prinsipnya .. cuma di lensa makro ruang tajamnya jauuuh lebih sempit ..