Wife Mode , The Results

23 10 2007

apa itu Wife Mode ?? baca dulu di sini

Semua foto dibawah asli hasil jepretan istri . Fresh from the camera . No major tweak (cropping , sharpening etc ) , hanya pengaturan contrast sekadarnya di Adobe CS2 .
Subyektif , kayaknya settingan Wife Mode kemarin sudah lumayan berjalan dengan baik :) . Bagus say ..jepretannya ! beli lensa lagi yuuk…hehehehe :p

Rara centil

Rara in the corner

Baca entri selengkapnya »





Maaf …

13 10 2007

Mosque

Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri ..

Mohon maaf lahir dan batin !





Wife Mode

11 10 2007

Wife Mode adalah setting-an kamera khusus untuk istri tercinta saya . Kebetulan tahun ini , saya ikut berpartisipasi jaga posko lebaran di Jakarta untuk mengamati trafik yang makin padat . Trafik padat di Jakarta ?? hmmm , kira-kira apa ya pekerjaan saya hehehe ?
Istri sudah terlebih dulu diberangkatkan ke rumah orang tuanya . Membawa kamera , alasannya ingin memotret keponakan dan keluarga di kampung . Ingin simple tinggal jepret , dia minta kamera di-setup dahulu sebelum dibawa . Pokoknya tinggal beres .. komposisi dan pret !

Aniwei..berikut setup kamera yang saya lakukan :

  • Kamera ( halah !!) Nikon D50
  • Lensa Nikon AF 50mm F1.4 .
    Lensa mungil serbaguna yang sangat berguna untuk kondisi low-light karena memiliki bukaan aperture maximum lumayan lebar . Saya pilih lensa ini karena saya ingin dia tidak pusing memikirkan kondisi cahaya saat itu , terang atau tidak .
  • Mode Aperture Priority .
    Dengan bukaan aperture di-set tetap pada F2.2 , cukup besar untuk menangkap cahaya yang masuk . Kenapa tidak sekalian menggunakan bukaan F1.4 ?? karena lensa 50mm F1.4 ini mulai menghasilkan gambar tajam setelah bukaan 2 ke atas . Dibawah itu , gambar yang dihasilkan cenderung soft . Jadi , trade-off antara ketajaman lensa dengan bukaan lensa . Kecuali , jika yang digunakan adalah lensa 85mm AF F1.4 ! berani deh jor-joran menggunakan bukaan maksimum sekalipun hehe.
    Dengan bukaan F2.2 akan dihasilkan DOF yang cukup tipis . Cocok sekali untuk portrait !
  • Auto ISO
    Daripada pusing-pusing menerangkan cara merubah ISO dan pastinya harus ditambah pembelajaran konsep ISO dan exposure fuuh.. mending di-set Auto . Lagipula , IMHO , gambar yang dihasilkan DSLR pada ISO tinggi tidak hancur-hancur amat . Masih keliatan tajam , apalagi jika hanya dicetak pada ukuran kecil .. amaaan lah !!
  • Mode Vivid
    Ah..masalah selera saja ! Saya umumnya lebih suka mode Vivid.
  • Whitebalance : Auto
    Walaaah .. repot kalau diterangin . Mode Auto sudah amat sangat berguna !
  • Metering Mode : Matrix
    Bantuan komputer mini di dalam kamera untuk menentukan nilai exposure yang tepat . Benar-benar sangat membantu ! Biasanya sih saya pakai mode Spot .
  • Exposure Compensation : 0 EV
    Yang aman-aman saja biar tidak over/underexposure .
  • Setting lain-lain standard saja ..

Kita lihat saja nanti bagaimana hasil kerja dia hehehe ! Selain kamera tentunya ada faktor lain yang jauh lebih penting yaitu komposisi . Kalau saja bisa diset Auto juga ehehehe.. Itulah , faktor man-behind-the-camera lebih penting dari setting2an diatas .

Wait and see

update: hasil foto2 dapat dilihat di siniĀ