Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana

31 05 2008

a.k.a Kecepatan Rana dalam bahasa indonesia . Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .

Satuannya detik . Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture . Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2 . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !!

Slow Shutter Speed

Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren .

Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek “jalur cahaya” / lightrail . Lampu dari mobil2 yang berseliweran direkam dalam sensor .

Foto by ^sean, on Flickr

Slow speed juga bisa menimbulkan kesan dinamis pada foto kita . Seperti pada foto air dibawah . Foto ini aga tricky karena diambil pada siang hari dimana masih banyak cahaya . Triknya adalah kita mengurangi cahaya yang masuk ke sensor dengan memasangkan sebuah atau beberapa (stack) filter ND ( Neutral Density ) . Filter ini akan mengurangi cahaya bberapa kali dari semula ( tergantung level filter ND ) sehingga kondisi banyak cahaya pun akan tampak seperti malam .

Foto by jurvetson, on Flickr

Atau yang lebih extreem dengan menggunakan mode BULB dimana shutter akan tetap dibuka selama kita menekan tombol shutter . Biasanya cuman ada di kamera DSLR ( beli beli hehehe ) . Di malam yang gelap sekalipun , kita tetap bisa menangkap momen yang ada ,seperti merekam lintasan bintang-bintang di langit. Foto dibawah ini diambil dengan shutter speed = 16 menit .

Foto by stignygaard, on Flickr

Slow Shutter Speed dan Tripod

Tripod adalah suatu yg mutlak dibutuhkan jika kita ingin berexperimen dengan foto-foto slow speed . Alasannya karena kamera harus ditopang oleh obyek lain selama shutter terbuka . Jika tidak , maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera goyang geser kesana kemari . Manusia normal ga akan kuat berdiri diam memegangi kamera selama bbrp sec tanpa goyang . Kecuali ente manusia robot yang bisa meng-hibernate diri sendiri :p . Well , tidak harus tripod sih .. obyek lain seperti karung pasir juga bisa . Yang penting cukup solid untuk menahan kamera selama shutter terbuka . Okeh ?

Baca entri selengkapnya »





Kewl Kid

30 05 2008

Kewl Kid

50% mommy
50% daddy
100% kewllll….

I just love the yellow pattern and the contrast .





Majalah fotografi pilihan

2 05 2008

Majalah dengan tema fotografi amat jarang di Indonesia . Dulu sih ada Snap dan .. hmm ada bbrp lain yg tidak tau namanya karena hanya sempat mengenal Snap . Pilihannya ya terpaksa beberapa majalah luar negeri . Gramedia biasanya suka jualan . Kali lima di pinggiran Cikapundung , Bandung juga menyediakan .

Menurut saya , so far , majalah-majalah ini membantu saya dalam proses pembelajaran . Sebagai penyeimbang , tidak hanya praktek jepret melulu tapi juga mengenal info teknis di belakang itu semua . Tidak teknis saja ding … pengetahuan ttg komposisi , lighting , dsb yang untuk membuat foto lebih menarik juga sering diulas . Plus , info harga-harga terbaru di halaman belakang :) . Yang lebih seru adanya galeri foto dari para profesional bahkan amatir yang menginspirasi kita . Yoi .. penting banget tuh belajar melihat galeri orang lain , harus sering-sering dibiasakan .

Ok ga panjang dan ga lebar .. berikut pilihan saya:

  • Outdoor PhotographerMajalah khusus buat fotografer yang fokus ke nature , satwa dan landscape . TOP BGT . Tidak terlalu teknis , lebih banyak mengulas tentang keindahan alam lewat sebuah foto . Galeri fotonya benar-benar yahud cuman kebanyakan diambil di US sono . Jadi ya cuma bisa ngeces kalau mau bikin foto seperti itu :) . Tip trik dan tutorialnya ok banget .. tidak terlalu basic tapi mengena.
  • National Geographic
    Ini mah bukan majalah yang mengkhususkan untuk fotografi tapi banyak galeri foto yang bercerita di situ . Itu salah satu keunggulan National Geographic . Selain artikel yang menggugah juga didukung oleh foto yang menarik , bercerita , sinergi dengan artikelnya . Saya jadi belajar bagaimana pentingnya membuat sebuah foto yang bercerita plus mgkn dengan sedikit tulisan sebagai deskripsi sebagaimana yang dilakukan majalah NG tersebut .
  • Digital Photographer UK
    Majalah lebih membahas fotografi secara general . Teknis , review lensa , produk baru , tip dan trik , hal-hal standard deh . Tapi saya suka karena artikelnya yang lumayan menginspirasi , galerinya menarik dan uptodate.
  • PhotoLife
    Wah ini baru beli kemarin . Setelah dibaca, ternyata isinya OK . Meski halamannya cukup tipis , tapi isinya berat . Membahas aspek-aspek fotografi tapi tidak terlalu basic juga . Galerinya OK banget .. lumayan memberikan inspirasi . Sepertinya juga didukung oleh fotografer kawakan seperti Andre Gallant (?) dan Freeman Patterson . Rasanya jadi seperti belajar foto dengan mereka langsung .

So .. anda prefer majalah lain mgkn ?