Kenapa Milih Nikon ?

25 06 2008

Sumpriiit dulu awalnya saya mau milih Canon lho ! nge-blank alias ga ada ide untuk milih merek kamera. Mungkin karena merek Canon lebih popular kali ya .. dimana-mana ada . Canon photocopy , Canon printer , Canon bantal ..hehehehe just kiddin :) . Pokoknya nge-blank aja .. ga ada mentor kecuali mbah Google tersayang

Sampai akhirnya .. ya terdampar di situsnya Ken Rockwell yang terkenal ituh gara – gara hendak mencari info tentang lensa Nikon 18-200mm ! baca-baca artikelnya . Menarik sekali , menggoda sekali . Terutama artikel yang mengulas tentang lensa ajaib Nikon 18-200mm VR . “Its a Miracle” , “It’s changed the way I live and make photos” .. katanya . Busyet.. lensa ini tob markotob banget ya , sampai si Ken bilang begitu. Wah , jadi makin manteb aja pindah ke lain hati ( Nikon ) . Pikir-pikir , hmmm gw ga butuh lensa lain .. cukup satu ini dah bisa semua .

Nikon udah .. sekarang tinggal barangnya . Waktu itu sih yg lagi populer D70s dan D50. Puyeng jugaa .. sampai akhirnya Aa Ken kasih inspirasi lewat artikelnya yg bagus Your Camera Doesn’t Matter . Baca aja deh ..panjang lebar tuh . Intinya , kamera itu hanya tool . Yang utama adalah kita sebagai fotografer , yang melihat – merasakan – mengambil image. Saya jadi mikir , kamera yg bakal dibeli ini hanya tool saja .. langkah pertama saya untuk belajar “melihat” . “Melihat” itu lebih penting .

Akhirnya setelah monitoring bursa FN , ketemu juga barang yang cocok dengan harga bersaing . My first DSLR , my Nikon D50 !!! Barang bekas aja .. namanya juga tool buat belajar awal . Lagipula saya pikir yg namanya body kamera itu tidak bertahan lama .. seiring waktu pasti ada aja yang baru . Lebih baik invest ke lensa . Kalau sudah uzur body kamera-nya..tinggal ganti kalau ada bonus hehehehe .

Baca entri selengkapnya »





Mengenal ISO

24 06 2008

ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik – bintik butiran kecil yang bersebaran pada foto . Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya . Selain menimbulkan noise , penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul , detail jadi hilang dsb.

Nilai ISO pada kamera pada umumnya adalah 100,200,400,800,1600,3200 . Kamera DSLR profesional , NIKON D3 , bahkan mampu mencapai ISO hingga 6400,12800 dan 25600 dengan noise yang sangat rendah . Seiring perkembangan teknologi jangan heran kalau beberapa tahun kedepan sensor digital akan lebih baik , mampu mendukung ISO tinggi tapi dengan noise minimal.

Penggunaan ISO

Umumnya , settingan ISO yang dianjurkan adalah nilai ISO kecil. Noise yg dihasilkan lebih kecil sehingga hasil foto lebih baik apalagi jika berenacana untuk di-print pada ukuran besar. Juga cocok untuk pemotretan landscape / pemandangan dimana noise yg diinginkan seminimal mungkin. Repotnya kalau memotret landscape biasanya pada waktu-waktu dimana justru kurang cahaya : sunrise , sunset atau malam. Mau tidak mau, penggemar jenis foto tersebut harus sedia tripod atau sejenisnya agar bisa menggunakan shutter speed yang lama.

Nilai ISO besar biasanya digunakan untuk kondisi-kondisi kurang cahaya (malam hari atau indoor) dimana setting-an Aperture maupun Shutter Speed sudah mentog. Pada kondisi tersebut , Nilai ISO bisa di naikkan sampai kita memperoleh kecepatan shutter yg ideal. Kenapa tidak menggunakan tripod saja seperti memotret pemandangan ?? well , kalau misalnya obyek foto anda mau diam mematung selama bbrp sec sih bisa saja :) .. tapi anak saya ga bisa gitu euy :) . Foto dibawah adalah sample menggunakan ISO paling tinggi pada kamera Nikon D50 saya yaitu ISO 1600. Dapat anda lihat pada bagian bawah foto , dibagian aga gelap tampak butiran-butiran noisenya .  Tapi saya harus mengambil foto ini karena momennya bagus . Cahaya seadanya didapat dari cahaya matahari sore yang menerobos masuk. Untuk mendapatkan shutter speed yang cukup agar tidak blur/goyang , dengan DOF yang cukup lebar ( F5.0 ) , saya harus meningkatkan ISO sampai 1600 .

Khusyuk

Khusyuk

Noise == Jelek ??

Ga jugaa .. malah saya pernah melihat foto Audi (penyanyi) di sebuah majalah foto (lupa lagi) yang disajikan satu halaman penuh dengan ISO tinggi alias banyak noise. Menurut fotografernya noise tersebut untuk memunculkan moodnya Audi yangg … murung? :p

Saya pribadi sih , asal tidak di print dalam ukuran besar ga takut-takut amatlah menggunakan ISO tinggi sampai 1600-pun . Lha wong paling gunanya buat ditaruh di blog ini :p .. ukuran web standar , ga bakal kentara banget noise-nya. Kalau di print juga ga gede-gede amat alias ukuran postcard. Yang penting maksud fotonya udah bisa dicerna oleh pembaca sekalian. Lain ceritanya kalau gara-gara noise obyeknya jadi ga jelas seperti yg pernah saya alami ketika memaksa menggunakan ISO tinggi pada kamera Prosumer Fz7. Makanya beli DSLR aja deh :) .. benar-benar beda di kekuatan ISO-nya :) . Foto malam , foto indoor ga akan jadi masalah lagi ..

Auto ISO

Adalah sebuah fitur di kamera Nikon D50 yang saya sukai . Belum tahu apakah ada di merk kamera lain . Yang jelas fungsinya adalah automatisasi seleksi nilai ISO oleh kamera untuk mendapatkan shutter-speed minimum yang telah kita tentukan. Pada kamera saya , ada bbrp nilai minimum yang bisa dipilih yaitu 1, 1/15 , 1/30 , 1/60 dan 1/125sec. Misal kita pilih nilai 1/125 sec . Kamera akan meng-adjust nilai ISO semaksimal mungkin sehingga dengan pilihan nilai aperture yang ada kita bisa memperoleh nilai 1/125 sec. Pada lensa normal (mis : 50mm) 1/125 sec adalah nilai yang cukup tinggi utk mencegah kemungkinan terjadinya blur/goyang.  Nilai ISO-pun akan lebih spesifik , tidak terbatas pada nilai ISO yang saya sebutkan diatas tadi ( 200,400,800 dst ) . Bisa jadi misal kamera men-set nilai ISO ke 350 dsb dsb.

Ok..semoga berguna

Seri belajar lain:
Belajar tentang aperture
Belajar tentang shutter-speed

Update history:
- 18 dec 2008 : tambahin bbrp keterangan Auto ISO





WGA in Firefox3

20 06 2008

Firefox3 downloaded then it started to freak me out .. better disable it :) . In the end i only have 3 plugins running : Mozilla default , Java and Flash. Running as simple as possible .

Actually after some updates , Firefox will automatically disabled the WGA plugin with reason “Disabled for your protection” . Nicely done firefox .. Lol





Tanda-tanda orang beken ???

17 06 2008

Untungnya , link-link ke tutorial lain di-include-kan di postingannya . Lumayan dapat backlink gratis hehehe . Tapi lho lho tanggalnya itu kok lebih awal dari tanggal posting saya ya? hebat euy .. apalagi diprotect pakai Copyscape euy !! saya handal banget bisa hacking blognya hehehe .. ya iyalah pakai pirepok gitu lho :p ..

Linknya ?? ga ah .. enak dia dong dapat backlink gratis dari blog orang beken (narsis menjurus stress) :p

LOL





What the efffff ????

12 06 2008

Jika ente suka sulap mestinya tahu dong David Blaine . Cuman ini video parodinya. Kocak nendang !! saking lucunya sampe ada 3 episode . Meni lucu kiye euy .. :)

Bandwidth abuser nih !! but it’s worth every bit you’ll download .


Baca entri selengkapnya »