Mengenal ISO

24 06 2008

ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik – bintik butiran kecil yang bersebaran pada foto . Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya . Selain menimbulkan noise , penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul , detail jadi hilang dsb.

Nilai ISO pada kamera pada umumnya adalah 100,200,400,800,1600,3200 . Kamera DSLR profesional , NIKON D3 , bahkan mampu mencapai ISO hingga 6400,12800 dan 25600 dengan noise yang sangat rendah . Seiring perkembangan teknologi jangan heran kalau beberapa tahun kedepan sensor digital akan lebih baik , mampu mendukung ISO tinggi tapi dengan noise minimal.

Penggunaan ISO

Umumnya , settingan ISO yang dianjurkan adalah nilai ISO kecil. Noise yg dihasilkan lebih kecil sehingga hasil foto lebih baik apalagi jika berenacana untuk di-print pada ukuran besar. Juga cocok untuk pemotretan landscape / pemandangan dimana noise yg diinginkan seminimal mungkin. Repotnya kalau memotret landscape biasanya pada waktu-waktu dimana justru kurang cahaya : sunrise , sunset atau malam. Mau tidak mau, penggemar jenis foto tersebut harus sedia tripod atau sejenisnya agar bisa menggunakan shutter speed yang lama.

Nilai ISO besar biasanya digunakan untuk kondisi-kondisi kurang cahaya (malam hari atau indoor) dimana setting-an Aperture maupun Shutter Speed sudah mentog. Pada kondisi tersebut , Nilai ISO bisa di naikkan sampai kita memperoleh kecepatan shutter yg ideal. Kenapa tidak menggunakan tripod saja seperti memotret pemandangan ?? well , kalau misalnya obyek foto anda mau diam mematung selama bbrp sec sih bisa saja :) .. tapi anak saya ga bisa gitu euy :) . Foto dibawah adalah sample menggunakan ISO paling tinggi pada kamera Nikon D50 saya yaitu ISO 1600. Dapat anda lihat pada bagian bawah foto , dibagian aga gelap tampak butiran-butiran noisenya .  Tapi saya harus mengambil foto ini karena momennya bagus . Cahaya seadanya didapat dari cahaya matahari sore yang menerobos masuk. Untuk mendapatkan shutter speed yang cukup agar tidak blur/goyang , dengan DOF yang cukup lebar ( F5.0 ) , saya harus meningkatkan ISO sampai 1600 .

Khusyuk

Khusyuk

Noise == Jelek ??

Ga jugaa .. malah saya pernah melihat foto Audi (penyanyi) di sebuah majalah foto (lupa lagi) yang disajikan satu halaman penuh dengan ISO tinggi alias banyak noise. Menurut fotografernya noise tersebut untuk memunculkan moodnya Audi yangg … murung? :p

Saya pribadi sih , asal tidak di print dalam ukuran besar ga takut-takut amatlah menggunakan ISO tinggi sampai 1600-pun . Lha wong paling gunanya buat ditaruh di blog ini :p .. ukuran web standar , ga bakal kentara banget noise-nya. Kalau di print juga ga gede-gede amat alias ukuran postcard. Yang penting maksud fotonya udah bisa dicerna oleh pembaca sekalian. Lain ceritanya kalau gara-gara noise obyeknya jadi ga jelas seperti yg pernah saya alami ketika memaksa menggunakan ISO tinggi pada kamera Prosumer Fz7. Makanya beli DSLR aja deh :) .. benar-benar beda di kekuatan ISO-nya :) . Foto malam , foto indoor ga akan jadi masalah lagi ..

Auto ISO

Adalah sebuah fitur di kamera Nikon D50 yang saya sukai . Belum tahu apakah ada di merk kamera lain . Yang jelas fungsinya adalah automatisasi seleksi nilai ISO oleh kamera untuk mendapatkan shutter-speed minimum yang telah kita tentukan. Pada kamera saya , ada bbrp nilai minimum yang bisa dipilih yaitu 1, 1/15 , 1/30 , 1/60 dan 1/125sec. Misal kita pilih nilai 1/125 sec . Kamera akan meng-adjust nilai ISO semaksimal mungkin sehingga dengan pilihan nilai aperture yang ada kita bisa memperoleh nilai 1/125 sec. Pada lensa normal (mis : 50mm) 1/125 sec adalah nilai yang cukup tinggi utk mencegah kemungkinan terjadinya blur/goyang.  Nilai ISO-pun akan lebih spesifik , tidak terbatas pada nilai ISO yang saya sebutkan diatas tadi ( 200,400,800 dst ) . Bisa jadi misal kamera men-set nilai ISO ke 350 dsb dsb.

Ok..semoga berguna

Seri belajar lain:
Belajar tentang aperture
Belajar tentang shutter-speed

Update history:
- 18 dec 2008 : tambahin bbrp keterangan Auto ISO


Tindakan

Information

17 tanggapan

27 10 2008
riris

thanx mas buat penjelasan ISO nya walaupun aku belum mudeng 100% tapi dah agak terbuka la ….
aku masih baru banget belajar fotografi. sekarang baru dalam tahap pengenalan, so ntar klo misalnya aku mau tanya2 boleh ya…
thanx b4

monggo mampir lagi..:)

27 11 2008
meta nugroho

thanks buat penjelasannya mas…..berguna banget, apa lagi buat pemula kayak saya….
Mau tanya sekalian nih mas…kenapa ya foto-foto yang saya ambil, kalo di zoom ke 100% di computer gambarnya gag tajem ya….saya pake eos450D….terima kasih sebelumnya….

thnks mas nug .. ttg ketajaman hasil sebuah foto , banyak faktor yg mempengaruhi euy diantaranya :
- shutter speed kurang .. sehingga foto menjadi blur/goyang. Klo liat langsung di kamera seperti tajam karena diperkecil imagenya. tapi pas di zoom..baru keliatan :) .. saya jg sering ngalamin ini kok. Ttg shutter speed ada aturan umum bahwa shutter speed minimum harus >= panjang fokal . Misal di DSLR kita menggunakan panjang fokal 55mm , maka speed minimumnya adalah 1/80sec ( 55 x 1,6 crop factor )
- bukaan lensa / dof . Mgkn terlalu lebar sehingga tidak semua bagian menjadi tajam :)
- ISO tinggi .. iso makin tinggi makin banyak bintil . Bikin jadi aga kurang tajam yaa? hehehe

semoga berguna..

13 06 2009
awangkb

salam dari malaysia…
mau belajar edit photo guna photoshop..
bapak tau caranya…

salam , i’m not a photoshop expert . so i guess , a book or tutorial about photoshop should help u :)

18 12 2008
Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana « //tukangMoto

[...] Belajar Fotografi Mengenal Aperture Belajar tentang ISO [...]

5 03 2009
w4onecom

wah penjelasan nya sangat menarik,,,

8 05 2009
Petilasan’s Blog

[...] memahami exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / ASA [...]

31 05 2009
Arief Budiarto

Sebelumnya perkenalkan nama saya Arief dari Cilegon Banten,
Saya baru mau belajar lagi mengenai fotografi, saya cari2 di yahoo… eh ketemu blog ini… isi pembelajaran dasar exposure nya bagus dan mudah di mengerti…

Kalo nanti, tanya2 bisa kan mas…

Thanks

Salam Kenal

Arief Budiarto

monggo mampir lagii

11 07 2009
Teknik Bouncing Flash « //tukangMoto

[...] utk mengexpose obyek. Artinya : shutter speed bisa lebih tinggi , aperture bisa lebih kecil dan ISO [...]

16 07 2009
ridho

Alhamdulillah jumpa blog ini..
Saya baru bli camera DSLR paling murah
saya kira berhubung harga murah makanya hasil yang saya ambil itu ga bagus..
dan saya sadar kesalahan itu di saya…
makasi mas untuk ilmunya…
maaf saya jadi ingin tau fungsi modus AV dan TV di canon?
soalnya ketika saya jepret dengan modus TV pada sore hari hasilnya jadi gelap sama sekali ga nampak apa2.. mohon kalo boleh tolong di share tetang modus tersebut..
terima kasih..

17 07 2009
tukangmoto

Hi, selamat atas kamera barunya. Ada manual-book nya kan? disana sudah dijelaskan ttg fitur Av dan Tv di Canon. Klo pesan saya sih pelajari dulu teknis ttg exposure dan komposisi , sambil latihan jepret :)

22 07 2009
tukangmoto

saran saya.. lebih sering gunakan Av ketimbang Tv. Saya pribadi sangat jarang gunakan mode Tv / Shutter Priority (di Nikon)

4 08 2009
yandhi

Salam knal mas…
saya bru membuka blog ini dan kebtulan saya pun baru mempelajari fotografi, ternyata blog ini yg mudah d mengerti!
saya mo tanya mas, kalo foto d malam hari yg memiliki pencahayaan yg minim berati qta harus menggunakan ISO yg tnggi y??
dan hasilnya memang terang, tapi banyak noisenya mas…
gmn sic cara menset byar hasilnya terlihat tp ga banyak noisenya???
makasih mas…

4 08 2009
tukangmoto

tepat sekali mas.. resiko menggunakan ISO tinggi

biar ga ada noise ya jgn pake ISO tinggi-tinggi. Maximal 400 lah (utk kamera dslr amatir ).. tapi resikonya shutter speed-nya akan turun. utk mensiasati agar hasil tetap tajam bisa gunakan tripod atau teknologi reduksi getar ( lensa atau pada body kamera )

8 08 2009
Bambang Sriwijonarko

Makasih udah berbagi Ilmu………..
Sy paling suka foto2, tapi kadang foto yg sy ambil kurang memuaskan……
Mungkin sy harus banyak belajar lagi teknik fotograph yg baik……..

9 08 2009
tukangmoto

sip..practice make perfect :)

6 10 2009
ian

wedew……… akhirnya nemu penjelasan iso yg mudah di mengerti……… selama ini saya pikir penggunaan iso itu harus yg maksimal…….. saya selalu pakai 3200 di nikon d90 saya, pantesan kemaren saya foto belalang noise jadi banyak…… padahal komposisi dan tonalnya udah keren……… hiks……… thx bgt ya mas……… sangat berguna dan membantu………Alhamdulillah……….

27 10 2009
MS

Biar agak mubeng2 tapi dikit banyak aku mudeng mas,trims ya pencerahanya,sebelun ini aku pakai kamera setting auto terus,yaitu tadi gak mudeng,tapi skrng mau nyoba utak-utik setting ulasan mas.

Tinggalkan komentar