Seperti yang pernah saya ulas di posting Foto makro dengan Reversed Lens , ada dua tipe pemasangan Reversed Lens yaitu:
- dipasangkan di depan sebuah lensa yang sudah terpasang pada kamera , menggunakan semacam alat bernama “Macro coupler”
- dipasangkan pada body kamera menggunakan adapter khusus “Reverse Ring”
No 2 sudah dibahas di posting sebelumnya . Kali ini kita akan coba no.1 .
Setupnya relatif simple antara lain:
- Kamera DSLR Nikon (misal)
- Lensa Nikon 50mm AF ( lensa lain mgkn bisa , belum pernah coba sih )
- “Reversing Ring” , semacam ring khusus yang bisa menancapkan lensa pada posisi terbalik . Saya beli dari bursa FN seharga 150rb (kayaknya).
Caranya , pasang Reversing Ring ke thread filter lensa tersebut sampai cukup kuat supaya tidak terlepas. Kemudian pasangkan Reversing Ring ke bodi kamera seperti biasa ketika kita memasang lensa . Klop , dan hasilnya sebagai berikut.

Reversed Lens
Setelah setup selesai , tiba di bagian paling seru. Motret !! Karena lensa telah terpasang terbalik , tidak ada jalur komunikasi antara kamera dengan lensa. Artinya , fungsi-fungsi automatis pada lensa seperti autofocus, exposure , dll tidak dapat digunakan. Otomatis fungsi metering pada kamera tidak berjalan sama sekali. Lha gmn bisa jalan kalau nilai aperture pada lensa tidak bisa diambil (karena jalur putus) . Satu-satunya jalan adalah mode Manual !! Itung-itung sebagai ajang untuk mengasah ilmu exposure kita
..
Kita punya 3 control yang bisa dimainkan yaitu Aperture , Shutter speed dan ISO. Pada kasus diatas , mengubah aperture hanya bisa dilakukan manual via ring aperture. Sedangkan shutter speed dan ISO dapat diubah langsung via kamera. Selanjutnya tinggal dikombinasikan utk mendapatkan exposure yang pas . Depth Of Field (DOF) tetap dapat kita atur dengan mengubah aperture via ring tadi . Mirip fitur DOF Preview button pada beberapa kamera DSLR , kita dapat melihat pada viewfinder kamera kalau pengubahan aperture tersebut membuat DOF berubah-ubah sesuai nilai aperture. Nilai aperture kecil , DOF makin lebar .. nilai aperture besar , DOF makin sempit .. gitu kan? umumnya , utk macro kita sering menggunakan nilai aperture kecil untuk mendapatkan DOF yang lebar .
Ahh.. semoga tidak bingung dengan penjelasan diatas hehehe . Paling enak sih langsung terjun dan praktek. Tapi bener , IMHO , selain belajar macro kita juga bisa belajar tentang exposure lebih baik lagi. So .. berikut ini bbrp hasil macro dengan cara diatas. Oh ya , lensa dibalik tidak menurunkan kualitas image yang dihasilkan. Tetap tajam seperti lensa aslinya ketika dipasang secara normal .
Saya menggunakan flash manual pada kamera untuk mendapatkan image diatas . Harus manual lagi karena fungsi flash auto tidak akan berfungsi.
Sepertinya saya akan lebih banyak menggunakan cara diatas utk ber-macro ria. Memang aga ribet ketimbang langsung menggunakan lensa macro beneran. Apa daya , lensa macro Tamron 90mm kesayangan saya sudah berpindah majikan T_T . Yg penting..jepret teruus !!










wah …. bikin jadi makro ngakalinnya begitu yah …
mantap … terima kasih mas …
btw … salam kenal yah
hatur nuhun kang tipsnya
Boss, mo nanya, nih…
untuk macro murah meriah, enakan pake reverse lense atau closeup filter….
kang ada reversing ring buat Canon gak yah? kayanya seru nih foto makro pake reversed lens…
Mas, nanya lagi nih. Kalo pake reversed ring itu pasang lense tebalik. Saat itu apa nggak bikin lensa kita jadi kotor karena berhadapan langsung dengan objek luar? Biasanya kan pake proteksi lensa macam UV gitu. Bagaimana denga pake close up lense, bedanya dari sisi kualitas gambar dan pembesaran. Katakanlah yang close up lense yang +8? Bgm tuh mas? Gpp kan banyak nanya, secara baru punya foto tapi masih pake standard lense. Hehe… belum tau buat improved nya.
thx utk info nya..
mas, kalo reversed ring buat lensa sigma 28-70 filter 77mm ada gak en di surabaya carinya dimana ya..
trims infonya
mas, aku mau nanya dunk.. aku punya tamron 70-200 ada macronya..itu berfungsi macronya ga..hehehe ga bisa makenya perasaan sm2 aja sm yg normal..mohon petunjuk
hehehe coba aj.. klo terasa bisa fokus lebih dekat dibanding misal: lensa dgn fokal length sejenis berarti sudah bisa macro. ya mgkn hanya sampai 1:2 pembesarannya.. mgkn itu jg yg ga bikin kerasa
.. klo mau lebih besar pembesarannya/lbh dekat fokusingnya, bisa tambahin closeup filter atau dipasang extension tube.
pngn tuch belajar lbh dlm lg