<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>//tukangMoto &#187; Belajar</title>
	<atom:link href="http://tukangmoto.wordpress.com/category/belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangmoto.wordpress.com</link>
	<description>my quest for the light ... and life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2009 17:26:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tukangmoto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6ebd97150ba9cbcb0e6e1452e62af4b1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>//tukangMoto &#187; Belajar</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Fotografi : teknis</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/10/23/fotografi-teknis/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/10/23/fotografi-teknis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:26:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>
		<category><![CDATA[Tip Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[ajari aku fotografi dong?
Kita kenali dulu toolnya . Apalagi kalau bukan kamera. Kamera bertugas utk mengumpulkan cahaya yang masuk. Cara kerjanya , cahaya yg dipantulkan obyek masuk melalui lensa , melewati gerbang (shutter) lalu direkam ke bentuk data oleh sensor/film. Kebayang kan? utk mengatur jumlah cahaya yg masuk kita harus meng-configure bbrp elemen:

 Aperture .. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=147&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>ajari aku fotografi dong?</strong><br />
Kita kenali dulu toolnya . Apalagi kalau bukan kamera. Kamera bertugas utk mengumpulkan cahaya yang masuk. Cara kerjanya , cahaya yg dipantulkan obyek masuk melalui lensa , melewati gerbang (shutter) lalu direkam ke bentuk data oleh sensor/film. Kebayang kan? utk mengatur jumlah cahaya yg masuk kita harus meng-configure bbrp elemen:</p>
<ul>
<li> <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">Aperture</a> .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan?</li>
<li><a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/">Shutter</a> .. seperti saya bilang diatas ini ibarat gerbang. begitu gerbang dibuka , cahaya akan masuk ke sensor/film. jadi jgn dibuka lama2 , secukupnya saja . durasi bukaan shutter ini dikenal juga sebagai Shutter Speed.</li>
<li><a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/">ISO/ASA</a> .. cahaya akhirnya sampai di sensor/film. ISO/ASA ini menentukan seberapa kuat sensor bekerja utk merekam cahaya. makin besar ISO/ASA rating..makin bnyk cahaya yang terekam</li>
</ul>
<p><strong>lalu bagaimana kita tahu berapa bnyk cahaya yg dibutuhkan ?</strong><br />
jawabnya secukupnya sehingga hasil fotonya tampak seperti yg kita inginkan. kamera modern sudah memiliki kemampuan utk mengukur cahaya dinyatakan dalam sebuah nilai <a href="http://erizaldi.multiply.com/journal/item/11/Mengenal_Exposure">Exposure Value (EV)</a>. hasil foto normal biasanya bernilai EV 0 ( notes: sebenarnya tidak selalu EV0 sih , malah terkadang harus di kompensasi biar hasilnya normal . kok bisa? karena kamera itu bego ..iya benar! hmm singkatnya terkadang kamera salah mentafsirkan / mengukur cahaya yg ada) . EV-n berarti lebih gelap , EV+n berarti lebih terang. Di viewfinder kamera ada indikasi nilai tsb kok.. bisa dilihat , biasanya di paling bawah ada semacam indikator . Kalau di Nikon : &#8211; &#8230;|&#8230;0&#8230;|&#8230;+</p>
<p><strong>hmm, jadi kita mengatur2 3 elemen diatas (aperture,shutter dan iso) supaya EV 0 ??</strong><br />
yaaa kurang lebih begitu. kamera biasanya sudah memiliki mode bantuan utk pengaturan tersebut..jgn khawatir <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . beberapa diantaranya ( ini utk Nikon ya.. merk lain sama saja cuma beda nama ):</p>
<ul>
<li> <a href="http://gaptek28.wordpress.com/2008/11/20/mengatur-diafragma-dan-kecepatan%20%20-shutter-dalam-mode-manual-m/">Manual Mode (M)</a> : ini hardcore.. kita sendiri yg mengubah2 3 elemen diatas , apapun hasilnya kamera bakal nurut. cuman ya sedikit tricky karena harus manual setting ini itu biar pas Exposure Value-nya</li>
<li>Aperture Priority ( A ) : prioritas untuk nilai Aperture .. kita tinggal set nilai Aperture yg kita inginkan , EV yang kita inginkan (biasanya EV 0) selanjutnya kamera akan mengatur sendiri nilai Shutter-Speed dan ISO yang sesuai . ( notes: nilai ISO biasanya kita set manual .. namun di bbrp bisa set Auto . Dalam hal ini kita gunakan Auto-ISO )</li>
<li>Shutter Priority ( S ) : prioritas utk nilai Shutter-Speed .. tentukan brp speed yg kita inginkan dan selanjutnya kamera akan mengadjust sendiri nilai Aperture dan ISO ( Auto-ISO on ).</li>
<li>Auto Mode : jaaaaah .. tinggal jepret aja daah. tapi dijamin membatasi kreatifitas anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p><strong>Kreatifitas ? kok bisa.. kan cuma atur2 3 elemen itu doang ?</strong><br />
Justru setiap pengaturan elemen tsb dapat menimbulkan</p>
<ul>
<li> Aperture : berpengaruh ke <a href="http://last-bite.blogspot.com/2008/08/mengenal-depth-of-field.html">DOF ( Depth Of Field )</a> atau ruang tajam. panjang lebar kalau dijelasin..mending baca tutorial di Internet yg sudah ada <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Shutter-Speed : bisa mem-freeze sebuah gerakan motion , atau merekam jalur cahaya</li>
<li>ISO : menambah efek noise / bintik-bintik</li>
</ul>
<p>dan tentunya kreatifitas si fotografer dalam merekam obyeknya. sebut saja seperti komposisi obyek2 di fotonya, sudut pengambilan, dll dll .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Eh, tadi katanya kamera itu bisa bego ? kok bisa sih di zaman canggih kyk gini..</strong><br />
kamera kan mempunyai kemampuan utk mengukur cahaya atau dikenal jg sebagai metering.iya ya..mirip meteran buat mengukur :p . nah , kamera menggunakan asumsi bahwa semua obyek memiliki intensitas cahaya 18% (abu-abu / middle gray ). artinya? obyek warna hitam dianggap abu-abu.. obyek putih jg dianggap abu-abu..repot kan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. oleh sebab itu utk bbrp kondisi , kita harus mengkompensasi exposure value ( <a href="http://gaptek28.wordpress.com/2008/11/03/lebih-jauh-dengan-exposure-compensation/">Exposure Compensation</a> ) . misal: utk membuat obyek warna putih (salju misalnya) tampak benar-benar putih kita harus menambah cahaya yg masuk. (EV+n)<br />
di kamera modern sudah ada bbrp mode utk metering .. perbedaannya hanya dari luas area yg diukur</p>
<ul>
<li> Spot Metering : kamera akan mengukur sebagian keciiil dari area , di Nikon D50 sekitar 5% dari area viewfinder. Di kamera Pro bisa lebih kecil lagi sehingga akurat</li>
<li>Centerweight : lebih luas dari Spot , hmm sekitar 15% lah kyknya</li>
<li>Matrix : mengukur semua area&#8230;pluuuusss , menganalisa kondisi area yg ada. ada algoritmanya , ada databasenya komplit utk memudahkan fotografer. ini pilihan buat yg mau gampang ..</li>
</ul>
<p>setelah diukur lewat mode metering , kamera akan tahu kondisi cahaya yg ada dan dapat mengkalkulasi nilai2 yg dibutuhkan utk mengumpulkan cahaya yg cukup. Artikel bagus membahas metering bisa dikaji di<a href="http://gaptek28.wordpress.com/2009/06/09/tips-memilih-mode-metering-yang-tepat/">sini</a>.</p>
<p><strong>Teori !!! mau praktek ah.. ada kata2 terakhir?</strong><br />
Pegang dan pahami teknisnya dulu .. kenali kamera sebagai tool untuk fotografi. Cara kerjanya , kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu akan lebih mudah kalau kita hendak mengabadikan sebuah momen. Tidak lagi menyerahkan semua ke mode Auto .. lepaskan jiwa kreatifitas anda.. berkreasilah dengan tool tsb. Selamat memotret.. yuk belajar bareng</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=147&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/10/23/fotografi-teknis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenjeran di pagi hari</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/08/29/kenjeran-di-pagi-hari/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/08/29/kenjeran-di-pagi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 20:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Hunting]]></category>
		<category><![CDATA[Komposisi Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Untuk sampai ke sini harus rela bangun subuh-subuh lalu ngebut naik motor ke pantai Kenjeran , Surabaya. Lumayan jauh , secara rumah ortu saya di Sidoarjo. Ga ada teknik aneh-aneh . Metering ke sinar matahari yang hangat , elemen lain mengikuti saja. Komposisi saya atur2 biar dua perahunya seimbang/balance . Plus di tambah  dedaunan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=141&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk sampai ke sini harus rela bangun subuh-subuh lalu ngebut naik motor ke pantai Kenjeran , Surabaya. Lumayan jauh , secara rumah ortu saya di Sidoarjo. Ga ada teknik aneh-aneh . Metering ke sinar matahari yang hangat , elemen lain mengikuti saja. Komposisi saya atur2 biar dua perahunya seimbang/balance . Plus di tambah  dedaunan dari atas ( komposisi framing ). Hasilnya.. ancur <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2572/3867859685_b73d74d00c.jpg"><img class=" " title="Kenjeran di pagi hari" src="http://farm3.static.flickr.com/2572/3867859685_b73d74d00c.jpg" alt="Kenjeran di pagi hari" width="500" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">Kenjeran di pagi hari</p></div>
<p>Hmm , enak kali ya . Pagi-pagi , di tempat yg sama , duduk menikmati sunrise sambil nyruput teh manis hangat dan roti bakar. Jadi lapar .. sahur dulu yuk</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=141&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/08/29/kenjeran-di-pagi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2572/3867859685_b73d74d00c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kenjeran di pagi hari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Bouncing Flash</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/07/11/teknik-bouncing-flash/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/07/11/teknik-bouncing-flash/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 17:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[strobist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Teknik lain dalam penggunaan flash. Saya mulai sering menggunakannya utk memotret dalam ruangan. Caranya adalah mengarahkan flash ke langit-langit rumah. Cahaya akan memantul ke bawah , seolah-olah menjadi sumber cahaya baru yg powernya lebih besar daripada cahaya lampu rumah . Ya ! meski sekilas .. dengan power dari flash kita akan mendapatkan cahaya yg cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=132&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Teknik lain dalam penggunaan flash. Saya mulai sering menggunakannya utk memotret dalam ruangan. Caranya adalah mengarahkan flash ke langit-langit rumah. Cahaya akan memantul ke bawah , seolah-olah menjadi sumber cahaya baru yg powernya lebih besar daripada cahaya lampu rumah . Ya ! meski sekilas .. dengan power dari flash kita akan mendapatkan cahaya yg cukup utk mengexpose obyek. Artinya : <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/">shutter speed</a> bisa lebih tinggi , <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">aperture</a> bisa lebih kecil dan <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/">ISO</a> kecil.</p>
<p>Sebelumnya utk memotret dalam ruangan (indoor) , saya mengandalkan lensa dengan bukaan besar (<a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/09/22/lensa-nikon-af-50mm-f14/">50 mm F1.4</a>) dan setting ISO tinggi ( 800 atau 1600 ). Hasilnya bisa lumayan sih , cuman tidak optimal karena saya tidak bisa menggunakan aperture favorit saya ( F4 ) utk ketajaman hasil . Dan penggunaan ISO tinggi , selain menimbulkan noise yg menganggu juga sering berdampak pada saturasi/kontras dari foto.</p>
<div id="attachment_129" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-129" title="Nela" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0317.jpg?w=480&#038;h=319" alt="Nela" width="480" height="319" /><p class="wp-caption-text">F2.0 , 1/30s , ISO 1600 , tanpa bouncing</p></div>
<p><span id="more-132"></span>Tentang perlengkapan yg dibutuhkan silahkan baca posting saya ttg <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2009/03/01/belajar-strobist/">Belajar Strobist</a>. Saya pribadi lebih senang menggunakan metoda strobist utk urusan bouncing ini. Flash + trigger bisa ditaruh di mana saja : di atas meja , di atas lightstand. Saya tinggal nongkrong nunggu momen yg tepat lalu jepret. Oh ya , krn ini strobist saya menggunakan metoda manual. Ga sulit kok .. klo sudah paham ilmu exposure , sedikit trial error .. bouncing jd gampang. Ok berikut ini bbrp hasil foto saya menggunakan teknis bouncing flash. Coba bandingkan dengan metoda tanpa flash diatas .. image asli tanpa modif berarti dari photoshop</p>
<div id="attachment_130" class="wp-caption aligncenter" style="width: 329px"><img class="size-full wp-image-130" title="Lightstand" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0777.jpg?w=319&#038;h=480" alt="Flash disetting menghadap langit2 , bisa diletakkan dimana saja dalam ruangan. Sangat flexibel" width="319" height="480" /><p class="wp-caption-text">Flash disetting menghadap langit2 , bisa diletakkan dimana saja dalam ruangan. Sangat flexibel</p></div>
<div id="attachment_131" class="wp-caption aligncenter" style="width: 329px"><img class="size-full wp-image-131" title="Nela" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0769.jpg?w=319&#038;h=480" alt="Dengan Bouncing Flash , F4.0 , 1/250s , ISO 200 . Warnanya sudah natural dan tajam . TOP! :)" width="319" height="480" /><p class="wp-caption-text">Dengan Bouncing Flash , F4.0 , 1/250s , ISO 200 . Warnanya sudah natural dan tajam . TOP! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Maksimum flash speed sync di kamera saya adalah 1/250s . Dengan shutter speed tersebut saya hampir bisa mem-freeze-kan sebuah obyek bergerak . Sesuatu yg tidak bisa saya dapatkan tanpa Flash meskipun diambil pada siang hari (indoor). Hasilnya lebih natural , lebih alami , pose lebih lepas karena anak saya memang doyan loncat2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_133" class="wp-caption aligncenter" style="width: 329px"><img class="size-full wp-image-133" title="Jumping Girl" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0760.jpg?w=319&#038;h=480" alt="F4.0 , 1/250s , ISO 200" width="319" height="480" /><p class="wp-caption-text">F4.0 , 1/250s , ISO 200</p></div>
<p>Coba bawa Flash ke lokasi lain selain di rumah ..</p>
<div id="attachment_134" class="wp-caption aligncenter" style="width: 329px"><img class="size-full wp-image-134" title="DSC_8552" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_8552.jpg?w=319&#038;h=480" alt="Flash juga bisa dibouncing di arena permainan bola anak-anak. Hasilnya maknyuus..ga kalah sama studio :)" width="319" height="480" /><p class="wp-caption-text">Flash juga bisa dibouncing di arena permainan bola anak-anak. Hasilnya maknyuus..ga kalah sama studio <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_136" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-136" title="DSC_8554" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_85541.jpg?w=480&#038;h=319" alt="Flash tinggal diselipin .. dengan Strobis segala kemungkinan dapat kita coba. Kreatifitas adalah kuncinya :)" width="480" height="319" /><p class="wp-caption-text">Flash tinggal diselipin .. dengan Strobis segala kemungkinan dapat kita coba. Kreatifitas adalah kuncinya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Jika teman2 sering memotret dalam ruangan , terutama para Ayah / Ibu baru seperti saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , layak mempertimbangkan penggunaan teknik bouncing flash ini. Dengan konfigurasi ini , berkurang satu hal teknis yg perlu kita khawatirkan. Shutter speed sudah cukup , aperture bisa lebih kecil .. tinggal kita mencari momen yg pas , momen-momen bahagia dari anak2 kita. Abadikan dan Share <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gutlak.. semoga tip ini bisa berguna</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=132&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/07/11/teknik-bouncing-flash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0317.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nela</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0777.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lightstand</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0769.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nela</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_0760.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jumping Girl</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_8552.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_8552</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/07/dsc_85541.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_8554</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Strobist</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/03/01/belajar-strobist/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/03/01/belajar-strobist/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 02:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[strobist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Strobist .. adalah teknik menggunakan flash/blitz secara off-kamera. Off &#8211; kamera ?? iya .. pada umumnya kan flash camera tersebut nancep di hot-shoe pada kamera . Nah off-kamera ini memungkinkan flash dapat ditrigger dimanapun tanpa harus terpasang di hot-shoe. Keuntungannya kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=100&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Strobist .. adalah teknik menggunakan flash/blitz secara off-kamera. Off &#8211; kamera ?? iya .. pada umumnya kan flash camera tersebut nancep di hot-shoe pada kamera . Nah off-kamera ini memungkinkan flash dapat ditrigger dimanapun tanpa harus terpasang di hot-shoe. Keuntungannya kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.</p>
<p>Kok bisa off-kamera ? sebenarnya pada beberapa kamera DSLR sudah tertanam fungsi tersebut ( master / commander  ) .. untuk kamera jebot kayak punya saya-pun sebenarnya bisa dengan asesoris tambahan . Well , semua kamera kayaknya bisa ya.. asal ada mekanisme untuk mentrigger flash .</p>
<ul>
<li>di Nikon ada yang namanya <a href="http://imaging.nikon.com/products/imaging/technology/speedlight/function/index.htm">Nikon CLS</a> ( Creative Lighting System ) .. di Canon namanya E-TTL . Nikon CLS menggunakan IR ( infrared ) untuk berkomunikasi dengan flash &#8211; flash lain . Jadi harus line-of-sight dengan kamera lain meski kyknya bisa juga mentrigger flash lain di balik tembok ( <a href="http://www.olegnovikov.com/technical/nikoncls/cls.shtml">link</a> ) . Keuntungannya adalah canggih ! Body camera bisa berkomunikasi dengan flash-flash yang ada , mengatur power yang ada , mengatur white balance dsb dsb .. kita tinggal setting seperti biasa dan wah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Kerugiannya : harus line-of-sight dan mahal bo !</li>
<li>menggunakan Sync cable .. body kamera dan flash dihubungkan via kabel khusus. kerugiannya : beribet , banyak kabel2 bertebaran <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Keuntungan: fungsi TTL masih jalan</li>
<li>menggunakan Radio trigger . Flash ditrigger dari kamera menggunakan frekuensi radio . Ada adapter khusus untuk mekanisme ini : transmitter dan receiver. Sesuai namanya pasti teman-teman tau artinya lah. Transmitter terpasang di body kamera . Jika flash di trigger , transmitter mengirimkan sinyal ke satu / beberapa receiver + flash . Keuntungan : tidak harus line-of-sight .. ini keunggulan utama yg banyak menarik minat orang. Kerugian : fungsi TTL (flash auto ) tidak jalan , harus manual . Dooh manual lagi ?? jaman udah canggih masih manual..hehehehe , yup manual . Hmm sebenarnya sudah ada sih , radio trigger yang bisa TTL . Silahkan google mandiri <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p>Tutelyudetrut .. sebenarnya saya ga terlalu minat dengan dunia per-flash-an ini. Kayaknya ribet , ada tambahan control yang harus disetting bla bla..belum lagi penempatan posisi flash ini itu .. plus kayaknya mahal-mahal. Dan sedikit tambahan ego seorang fotografer naif dan culun : &#8221; ah saya kan nature photographer .. cukup nature lighting saja&#8221; hahahaha .. well , ternyata ada secuil bakat kreatif terpendam dalam diri saya yg ingin keluar . The creative side of me..</p>
<p><span id="more-100"></span>Sampai akhirnya saya melihat <a href="http://www.onelightworkshop.com/OneLight/Welcome.html">DVD One Light workshop</a>-nya Zack Arias .. saya mulai tertarik. Ternyata mudah , teori dan prinsip2-nya gampang diingat . Tidak jauh berbeda dengan konsep exposure pada umumnya dengan beberapa catatan seperti :</p>
<ul>
<li>shutter speed mempengaruhi ambien exposure ( background )</li>
<li>inverse square law.. aga ribet nih diterangin tapi intinya exposure yang keluar dari flash akan berkurang secara bertahap dengan rumus inverse square law tersebut</li>
<li>ada tambahan lighting yaitu dari flash .. kita bisa control output-nya ( jika mode manual )</li>
<li>aperture dan ISO tetap fungsinya untuk mengatur cahaya yang masuk</li>
</ul>
<p>Dan.. akhirnya setelah mendapat restu Istri tercintakuh dan setelah merelakan tidak jadi beli iPhone hehe , akhirnya terbeli juga beberapa perangkat strobist pemula. Oh ya.. saya memilih cara no 3 ( radio trigger ).  Lebih simple dan powerful karena tidak harus line-of-sight . Lagipula , sudah banyak asesoris yang 3rd party dan murah meriah . Tapi kan manual ?? ya .. trus ? hehehe .. saya juga mau ngetest ilmu manual-exposure nih . Sebenarnya ga ribet-ribet amat sih , asal konsep exposure sudah paham . Lagipula dengan mode Manual , foto yang dihasilkan tetap bisa konsisten dengan level exposure yang sama utk setiap foto. Ga harus tweak lagi di PS utk brightness controlnya kan? hehehe</p>
<ul>
<li>Nikon SB24 , saya beli bekas nih mumpung ada yg jual dengan harga murah ( 950rb ) .. salah satu enaknya dengan radio trigger adalah kita tidak harus beli flash yang baru dan modern. Yang penting adalah bisa manual..lha wong yg dipake cuma manual power-nya kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Nikon ?? karena satu kerabat :p .. ga ding , karena voltage-nya tergolong aman untuk di trigger dan ada PC socket .<br />
Btw.. saya masih cari flash lagi nih . Yg merasa ingin jual flash-nya dengan harga reformasi , post your offer in comment box below <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Lho kok banyak? iya , sepertinya satu sumber lighting belum cukup euy .. minimal 2 , syukur2 dapat tiga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Radio trigger dari China .. murah meriah . 400-an saya sudah dapat 1 transmitter dan 2 receiver . Dapat dibeli di <a href="http://bursa.fotografer.net/detilBarang.php?id=17950">bursa FN</a> mumpung masih ada . Penjualnya baik dan terpecaya.<br />
Kalau pny dana lebih , mending beli Pocket Wizard . Ini udah handal banget dan reliable. Saya mah masih dalam tahap belajar.. jadi yg ecek ecek dulu aja lah</li>
<li>Stuff .. ahhh iya .. asesoris tambahan seperti light stand , spigot , softbox , dll . Banyak juga sih.. itung-itung bisa kebeli iPhone juga nih :p<br />
But the good thing is .. komunitas strobist adalah komunitas kreatip . Semua asesoris tersebut bisa dirakit sendiri dari bahan-bahan rumahan yang ada . Misal softbox .. kayaknya pakai tutup tudung makanan juga bisa tuh :p atau cara lain ( <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;q=diy+softbox&amp;sourceid=navclient-ff&amp;rlz=1B3GGGL_enID315ID316&amp;ie=UTF-8">Google</a> )</li>
</ul>
<p>Ok.. bosen teori ah. Praktek aja yuk .</p>
<div id="attachment_102" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><img class="size-full wp-image-102" title="hungry girl" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/03/dsc_7587.jpg?w=510&#038;h=766" alt="hungry girl" width="510" height="766" /><p class="wp-caption-text">hungry girl</p></div>
<p>Nikon SB24 saya letakkan menghadap ke dinding kulkas . Panggil anak saya &#8220;ra , ada es-krim di kulkas&#8221; .. dia buka pintu dan jepret . Mayan buat pemula lah (subyektif ) . Masih perlu banyak perbaikan sih .. misal lighting tambahan utk menunjukkan detil pintu / body kulkas hmm . Coba amati , background sekitarnya adalah hitam gelap. Padahal saya ambil foto nya pada kondisi lampu menyala lho .. kok bisa ?? kuncinya adalah saya menggunakan shutter speed yang tinggi yaitu 1/250s . Ingat poin yg saya sebutkan tadi .. shutter speed mengatur ambien exposure . Dan 1/250s sudah cukup untuk membuat ambien sekitar menjadi gelap. Satu2nya sumber cahaya yg ada ya dari flash tersebut ..  setting2 lain lupa ah.. ga penting kali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hmmm .. segitu dulu deh. Stay tune .. kyknya saya bakal bnyk experimen dengan strobist ini . Klo ada yg salah2 mohon dikoreksi ya.. kan belajar sambil  menulis . yuk belajar bareng</p>
<p>Link belajar strobist :<br />
<a href="http://strobist.blogspot.com">belajar strobist dari awal</a><br />
<a href="http://idstrobist.multiply.com/">komunitas id strobist</a><br />
<a href="http://kfk.kompas.com/forum/viewtopic.php?f=59&amp;t=11">artikel strobist di kompas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=100&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2009/03/01/belajar-strobist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2009/03/dsc_7587.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hungry girl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memotret dengan ponsel</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/12/13/memotret-dengan-ponsel/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/12/13/memotret-dengan-ponsel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 15:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kamera]]></category>
		<category><![CDATA[Tip Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Motret dengan ponsel ? siapa takut ..?? hehehe .
Sebenarnya sih sama saja seperti kamera-kamera sesungguhnya. Sama-sama bisa menangkap momen lalu merekamnya kedalam sebuah image.  Ya secara kualitas mgkn tidak bisa dibanding-bandingkan dengan hasil dari kamera DSLR/pocket. Sensor size-nya saja jauh beda. Meski dengan jumlah Megapixel yang sama/ lebih besar ,faktor sensor size ini tetap berpengaruh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=71&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Motret dengan ponsel ? siapa takut ..?? hehehe .</p>
<p>Sebenarnya sih sama saja seperti kamera-kamera sesungguhnya. Sama-sama bisa menangkap momen lalu merekamnya kedalam sebuah image.  Ya secara kualitas mgkn tidak bisa dibanding-bandingkan dengan hasil dari kamera DSLR/pocket. Sensor size-nya saja jauh beda. Meski dengan jumlah Megapixel yang sama/ lebih besar ,faktor sensor size ini tetap berpengaruh. Umumnya , semakin besar sensor-size semakin baik kualitas image yang dihasilkan.</p>
<p>Lho.. tapi itu kan kualitas image/outputnya. Masih ada kualitas lain yang lebih sering dilihat/dinilai dalam menikmati sebuah foto seperti ketepatan momen, komposisi foto/warna, mood yang ditimbulkan, pesan mendalam dari foto dsb. Kualitas terakhir inilah yang menurut saya sebaiknya menjadi fokus utama dari para pengguna ponsel kamera atau kamera-kamera lainnya. Semua sama kok .. mau pakai kamera apapun ..kualitas foto kedua tsb lebih ditentukan oleh mata kita. Ditentukan oleh kemampuan mata utk melihat sekeliling kita , melihat obyek, melihat warna , melihat kontras cahaya, merasakannya lalu dalam sepersekian detik kemudian menggabungkan semua itu kedalam frame kamera menjadi sebuah image yang bagus dan pas. Fuuh .. dalem banget ngomongnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-71"></span></p>
<div id="attachment_76" class="wp-caption aligncenter" style="width: 385px"><img class="size-full wp-image-76" title="botol warung" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2008/12/dsc00398.jpg?w=375&#038;h=500" alt="botol warung" width="375" height="500" /><p class="wp-caption-text">botol warung</p></div>
<p>So , dengan ponsel sebaiknya lebih fokus pada faktor kualitas kedua ini. Itung itung sebagai latihan buat mata utnuk mencari obyek/komposisi yang pas utk dipotret sebelum mempunyai kamera beneran (provokator mode ON) hehe. Biasanya dalam memotret via ponsel saya coba perhatikan fitur2 berikut :</p>
<ul>
<li>Image Quality &#8211;&gt; Fine . Kalau ada setting ini silahkan di set ke value terbaik saja.</li>
<li>Picture size , biasanya sih saya pilih yang tengah-tengah . Terlalu kecil malah outputnya jadi thumbnail , terlalu besar khawatir kualitasnya jadi turun karena seolah memaksakan sensor yg kecil. Lagipula memangnya mau nge-print sebesar apa?</li>
<li>Exposure compensation ,control yang memungkinkan kita utk menaikkan gelap/terang pada liveview di LCD kamera.  Simple saja , tinggal atur gelap/terangnya sesuai hasil yang kita inginkan. Konsep ini juga sudah mulai diimplementasikan di kamera-kamera DSLR generasi terbaru . Namanya Liveview !</li>
<li>White balance , jika ada setting ini silahkan pilih Auto saja. Jika ternyata hasilnya tidak sesuai yang kita inginkan misal terlalu biru,terlalu warm dll , silahkan ubah setting-nya . Misal : setting Cloudy utk membuat hasilnya lebih warm.</li>
<li>mode Macro , fokus lebih dekat ke obyek . Aktifkan mode ini ketika kita ingin memotret benda-benda kecil sekeliling kita . Saya pernah coba bisa sampai 1cm didepan obyek. Mayan lah..buat motret serangga/bunga.</li>
<li>Night Mode , saya kurang begitu paham settingan ini sih. Dugaan saya saat ini adalah setting utk menaikkan ISO kamera untuk mendapatkan shutter speed yang lebih tinggi. Lebih baik matikan saja , terutama utk pemotretan dengan cahaya yang cukup eg: siang hari</li>
<li>Panorama , wah saya takjub juga ketika mengetahui ada fitur ini di ponsel Sony Ericsson K750i . Bisa membuat panorama secara automatis dari 3 image yang kita potret secara berurutan. Hebatnya , ada semacam guidance dari image sebelumnya sehingga kita bisa pas memposisikan frame utk image selanjutnya. Top bgt nih fitur.. saya prediksi fitur ini bakalan ada di DSLR sebentar lagi hehehe</li>
<li>Special effect , ala Sepia , Negative , Emboss dan Black/White .. gunakan saja jika kita ingin menampilkan semacam mood khusus dari obyek yg ingin kita potret. misal Sepia utk kesan jadul .. tapi biasanya sih saya pakai Black/White , tergantung selera masing2 lah</li>
<li>Flash , jika cahaya cukup sebaiknya hindari penggunaan flash</li>
</ul>
<p>Meski kekurangannya banyak , ada sebuah kelebihan yang tidak dimiliki oleh kamera DSLR . Yaitu mobility ! dibawa kemana saja , tidak menganggu dan tidak mengundang ( relatif ) . Artinya , kita bisa memotret kapanpun dan dimanapun kita mau . Tinggal pintar-pintar melihat obyek/momen menarik utk diabadikan. So..pantang mundur dan terus memotret <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-77" title="botoool" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2008/12/dsc00399.jpg?w=500&#038;h=131" alt="botoool" width="500" height="131" /></p>
<p>Tip terakhir , upayakan selalu memotret dalam kondisi cukup cahaya. Hasilnya lebih baik secara kualitas image . Pada kondisi minim cahaya , ponsel kamera akan menaikkan rating ISO-nya sehingga banyak butiran/noise pada image.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=71&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/12/13/memotret-dengan-ponsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2008/12/dsc00398.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">botol warung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2008/12/dsc00399.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">botoool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal ISO</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 17:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik &#8211; bintik butiran kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=16&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik &#8211; bintik butiran kecil yang bersebaran pada foto . Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya . Selain menimbulkan noise , penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul , detail jadi hilang dsb.</p>
<p>Nilai ISO pada kamera pada umumnya adalah 100,200,400,800,1600,3200 . Kamera DSLR profesional , NIKON D3 , bahkan mampu mencapai ISO hingga 6400,12800 dan 25600 dengan noise yang sangat rendah . Seiring perkembangan teknologi jangan heran kalau beberapa tahun kedepan sensor digital akan lebih baik , mampu mendukung ISO tinggi tapi dengan noise minimal.</p>
<p><strong>Penggunaan ISO</strong></p>
<p>Umumnya , settingan ISO yang dianjurkan adalah nilai ISO kecil. Noise yg dihasilkan lebih kecil sehingga hasil foto lebih baik apalagi jika berenacana untuk di-print pada ukuran besar. Juga cocok untuk pemotretan landscape / pemandangan dimana noise yg diinginkan seminimal mungkin. Repotnya kalau memotret landscape biasanya pada waktu-waktu dimana justru kurang cahaya : sunrise , sunset atau malam. Mau tidak mau, penggemar jenis foto tersebut harus sedia tripod atau sejenisnya agar bisa menggunakan shutter speed yang lama.</p>
<p>Nilai ISO besar biasanya digunakan untuk kondisi-kondisi kurang cahaya (malam hari atau indoor) dimana setting-an Aperture maupun Shutter Speed sudah mentog. Pada kondisi tersebut , Nilai ISO bisa di naikkan sampai kita memperoleh kecepatan shutter yg ideal. Kenapa tidak menggunakan tripod saja seperti memotret pemandangan ?? well , kalau misalnya obyek foto anda mau diam mematung selama bbrp sec sih bisa saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. tapi anak saya ga bisa gitu euy <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Foto dibawah adalah sample menggunakan ISO paling tinggi pada kamera Nikon D50 saya yaitu ISO 1600. Dapat anda lihat pada bagian bawah foto , dibagian aga gelap tampak butiran-butiran noisenya .  Tapi saya harus mengambil foto ini karena momennya bagus . Cahaya seadanya didapat dari cahaya matahari sore yang menerobos masuk. Untuk mendapatkan shutter speed yang cukup agar tidak blur/goyang , dengan DOF yang cukup lebar ( F5.0 ) , saya harus meningkatkan ISO sampai 1600 .</p>
<div id="attachment_88" class="wp-caption aligncenter" style="width: 343px"><img class="size-full wp-image-88" title="Khusyuk" src="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2008/06/dsc_4465-1.jpg?w=333&#038;h=500" alt="Khusyuk" width="333" height="500" /><p class="wp-caption-text">Khusyuk</p></div>
<p><strong>Noise == Jelek ??</strong></p>
<p>Ga jugaa .. malah saya pernah melihat foto Audi (penyanyi) di sebuah majalah foto (lupa lagi) yang disajikan satu halaman penuh dengan ISO tinggi alias banyak noise. Menurut fotografernya noise tersebut untuk memunculkan moodnya Audi yangg &#8230; murung? :p</p>
<p>Saya pribadi sih , asal tidak di print dalam ukuran besar ga takut-takut amatlah menggunakan ISO tinggi sampai 1600-pun . Lha wong paling gunanya buat ditaruh di blog ini :p .. ukuran web standar , ga bakal kentara banget noise-nya. Kalau di print juga ga gede-gede amat alias ukuran postcard. Yang penting maksud fotonya udah bisa dicerna oleh pembaca sekalian. Lain ceritanya kalau gara-gara noise obyeknya jadi ga jelas seperti yg pernah saya alami ketika memaksa menggunakan ISO tinggi pada kamera Prosumer Fz7. Makanya beli DSLR aja deh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. benar-benar beda di kekuatan ISO-nya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Foto malam , foto indoor ga akan jadi masalah lagi ..</p>
<p><strong>Auto ISO</strong></p>
<p>Adalah sebuah fitur di kamera Nikon D50 yang saya sukai . Belum tahu apakah ada di merk kamera lain . Yang jelas fungsinya adalah automatisasi seleksi nilai ISO oleh kamera untuk mendapatkan shutter-speed minimum yang telah kita tentukan. Pada kamera saya , ada bbrp nilai minimum yang bisa dipilih yaitu 1, 1/15 , 1/30 , 1/60 dan 1/125sec. Misal kita pilih nilai 1/125 sec . Kamera akan meng-adjust nilai ISO semaksimal mungkin sehingga dengan pilihan nilai aperture yang ada kita bisa memperoleh nilai 1/125 sec. Pada lensa normal (mis : 50mm) 1/125 sec adalah nilai yang cukup tinggi utk mencegah kemungkinan terjadinya blur/goyang.  Nilai ISO-pun akan lebih spesifik , tidak terbatas pada nilai ISO yang saya sebutkan diatas tadi ( 200,400,800 dst ) . Bisa jadi misal kamera men-set nilai ISO ke 350 dsb dsb.</p>
<p>Ok..semoga berguna</p>
<p>Seri belajar lain:<br />
<a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">Belajar tentang aperture</a><br />
<a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/">Belajar tentang shutter-speed</a></p>
<p>Update history:<br />
- 18 dec 2008 : tambahin bbrp keterangan Auto ISO</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tukangmoto.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tukangmoto.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=16&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2008/06/dsc_4465-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Khusyuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 05:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[a.k.a Kecepatan Rana dalam bahasa indonesia . Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=15&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>a.k.a Kecepatan Rana dalam bahasa indonesia . Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .</p>
<p>Satuannya detik . Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture . Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2  . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !!</p>
<p><strong>Slow Shutter Speed</strong></p>
<p>Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren .</p>
<p>Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek &#8220;jalur cahaya&#8221; / lightrail . Lampu dari mobil2 yang berseliweran direkam dalam sensor .</p>
<p><a title="Foto by ^sean, on Flickr" href="http://flickr.com/photos/seanj/1730890914/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2030/1730890914_dd86c985f9_d.jpg" alt="Foto by ^sean, on Flickr" /></a></p>
<p>Slow speed juga bisa menimbulkan kesan dinamis pada foto kita . Seperti pada foto air dibawah . Foto ini aga tricky karena diambil pada siang hari dimana masih banyak cahaya . Triknya adalah kita mengurangi cahaya yang masuk ke sensor dengan memasangkan sebuah atau beberapa (stack) filter ND ( Neutral Density ) . Filter ini akan mengurangi cahaya bberapa kali dari semula ( tergantung level filter ND ) sehingga kondisi banyak cahaya pun akan tampak seperti malam .</p>
<p><a title="Foto by jurvetson, on Flickr" href="http://flickr.com/photos/jurvetson/792485277/"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1186/792485277_9329d7ef79_d.jpg" alt="Foto by jurvetson, on Flickr" /></a></p>
<p>Atau yang lebih extreem dengan menggunakan mode BULB dimana shutter akan tetap dibuka selama kita menekan tombol shutter . Biasanya cuman ada di kamera DSLR ( beli beli hehehe ) . Di malam yang gelap sekalipun , kita tetap bisa menangkap momen yang ada ,seperti merekam lintasan bintang-bintang di langit. Foto dibawah ini diambil dengan shutter speed = 16 menit .</p>
<p><a title="Foto by stignygaard, on Flickr" href="http://flickr.com/photos/stignygaard/2145652423/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2248/2145652423_79e5c44918_d.jpg" alt="Foto by stignygaard, on Flickr" /></a></p>
<p>Slow Shutter Speed dan Tripod</p>
<p>Tripod adalah suatu yg mutlak dibutuhkan jika kita ingin berexperimen dengan foto-foto slow speed . Alasannya karena kamera harus ditopang oleh obyek lain selama shutter terbuka . Jika tidak , maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera goyang geser kesana kemari . Manusia normal ga akan kuat berdiri diam memegangi kamera selama bbrp sec tanpa goyang . Kecuali ente manusia robot yang bisa meng-hibernate diri sendiri :p . Well , tidak harus tripod sih .. obyek lain seperti karung pasir juga bisa . Yang penting cukup solid untuk menahan kamera selama shutter terbuka . Okeh ?</p>
<p><span id="more-15"></span><br />
<strong> High Shutter Speed</strong></p>
<p>Ini teknik menghasilkan foto dengan kecepatan shutter yang tinggi (nilai rendah) . Kalau yang ini tidak perlu tripod . Cukup dipegang manual oleh kita dan foto yang dihasilkan dijamin tokcer . Teknik ini berguna untuk menangkap sebuah momen yang terjadi . Memberhentikannya tepat di posisi yang kita inginkan . Biasanya digunakan untuk sport , satwa .</p>
<p><a title="Foto by Thomas Hawk, on Flickr" href="http://flickr.com/photos/thomashawk/47910013/"><img src="http://farm1.static.flickr.com/33/47910013_4950651bbd_d.jpg" alt="Foto by Thomas Hawk, on Flickr" /></a></p>
<p>Atau dengan menambahkan sensor suara kita bisa menangkap momen ketika balon meletus .</p>
<p><a title="Foto by ttstam, on Flickr" href="http://flickr.com/photos/ttstam/2299990406/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3083/2299990406_666a4d43cd_d.jpg" alt="Foto by ttstam, on Flickr" /></a></p>
<p><strong>Normal Speed</strong></p>
<p>hehehe ini mah karangan saya sendiri . Maksudnya speed shutter yang biasa digunakan sehari-hari . Di fotografi ada sebuah aturan yang menyatakan bahwa shutter speed ideal untuk menghasilkan gambar yang tajam (tidak blur) adalah minimal sama dengan panjang Fokal dari lensa yang kita gunakan . Misal , kita hendak memotret sebuah obyek dengan panjang Fokal 200mm maka shutter speed yang idealnya adalah 1/200sec . Untuk DSLR dengan crop factor 1,5x (Nikon) maka panjang fokalnya harus dikalikan 1,5 dulu..berarti minimal shutter speed adalah 1/300sec !! Setting shutter speed 1/300sec mudah didapatkan pada siang hari . Malam hari ? jangan harap .. Jadi pinter-pinter lah mencari sikon dan paham setting kamera agar kita mendapatkan shutter speed yang ideal . Itu aja sih intinya .. biar foto yg dihasilkan tidak blur ..</p>
<p>Eh foto blur tidak selalu jelek lho .. tajam juga tidak selalu bagus . Tergantung anda bos !! sang fotografernya . Jika kebetulan ada ingin meng-invoke sebuah &#8220;ketidakjelasan&#8221; lewat sebuah foto yg blur .. ya monggo !! asal penikmat foto juga mengerti maksud anda .. ya beres !! Itulah asyiknya fotografi.. UNLIMITED !!! . Tapi untuk kondisi normal kan biasanya orang prefer foto yang tajam dan tidak blur tho ? ya tho ?</p>
<p><strong>Kaitan dengan Exposure</strong></p>
<p>Seperti yang sudah saya ulas sebelumnya di <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">Belajar Mengenar Aperture</a> , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya kamera .. Terlalu banyak foto yang dihasilkan akan terang benderang , terlalu dikit akan kegelapan . Pada umumnya , kita prefer yang tengah-tengah saja . Shutter Speed adalah salah satu dari 3 elemen penentu exposure . Lainnya adalah Aperture ( baca artikel sebelumnya ) dan ISO / ASA . Aperture dan ISO-pun juga bisa di atur dalam kamera , menentukan banyaknya cahaya yang masuk ke kamera .</p>
<p>Misal kita ingin menangkap momen sebuah artis rocker yang sedang manggung pada malam hari . Namanya rocker suka jingkrak-jingkrak , nah kita ingin menangkap ketika dia lagi jingkrak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Karena malam hari , kamera kekurangan cahaya untuk merekam momen itu .  Hemat saya , minimal speed 1/500sec lah .. Untuk mencapai speed sekian kita bisa merubah settingan 2 elemen lain yaitu <strong>Aperture</strong> dan <strong>ISO</strong> . Aperture , kita setting nilainya sekecil mungkin (bukaan besar) dan ISO sebesar mungkin . Berdoaaa dan bersyukur agar dapat speed yang kita inginkan . Jika tidak , cari sudut lain yg mungkin memberikan banyak cahaya lebih.. atau ganti kamera / lensa . Kameran / Lensa-lensa profesional dengan Aperture besar biasanya akan menguras kocek anda daleeeeeeem <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Dibilangin cahaya itu penting &#8230;hehehehe</p>
<p><strong>Akhir Kata</strong></p>
<p>Forget the rulez .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. explore aja kemampuan dari kamera teman-teman sekalian ! Gali inspirasi dari pengetahuan yang sudah ada . Bikin aturan baru .. banyaaak sekali kesempatan untuk berkreatif disini . Learn it and you&#8217;ll be better .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Note : f<strong>oto-foto diatas bukan punya saya</strong> jee .. Itu dicomot dari Flickr . Bukan nyolong kok.. emang lisensinya membolehkan . Sekedar utk tutorial saja .. kredit foto untuk fotografernya langsung aja ya , klik foto untuk membuka link di Flickr</p>
<p>Seri belajar lain :</p>
<p><a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">Belajar Fotografi Mengenal Aperture<br />
</a><a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/">Belajar tentang ISO</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tukangmoto.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tukangmoto.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=15&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2030/1730890914_dd86c985f9_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto by ^sean, on Flickr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1186/792485277_9329d7ef79_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto by jurvetson, on Flickr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2248/2145652423_79e5c44918_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto by stignygaard, on Flickr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/33/47910013_4950651bbd_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto by Thomas Hawk, on Flickr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3083/2299990406_666a4d43cd_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto by ttstam, on Flickr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Aperture</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2007 15:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/</guid>
		<description><![CDATA[Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :


Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=10&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk <strong>mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa</strong> . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :</p>
<p><a title="lens-aperture.jpg" href="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2007/05/lens-aperture.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="lens-aperture.jpg" href="http://tukangmoto.files.wordpress.com/2007/05/lens-aperture.jpg"><img src="http://202.3.216.19/tukangmoto.files.wordpress.comm/2007/05/lens-aperture.jpg" alt="lens-aperture.jpg" /></a></p>
<p>Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di tengah-tengah ! <strong>makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter / diafragmanya dan sebaliknya</strong> . Notasi pembagi &#8220;/&#8221; pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , &#8230; dst ) semakin kecil hasilnya / bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi &#8220;/&#8221; misalnya F1.4 , F2.8 , &#8230; dst . Ga usah bingung , cukup ingat-ingat saja angka-angkanya dan ingat ketentuan diatas (tebal) . Di fotografi , memang banyak notasi / istilah yang berbeda antar satu vendor dengan vendor lain . Biasalah .. mgkn urusan marketing <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-10"></span>Bagaimana mendapatkan angka-angka seperti itu ? masih ingat rumus matematika untuk menghitung luas sebuah lingkaran ? untuk membagi luas menjadi setengah dari sebelumnya maka harus <strong>dibagi dengan akar pangkat 2 ( 1.41421356 ) .</strong></p>
<p>misal ( dibulatkan ) :<br />
Bukaan maksimal = 1<br />
Bukaan 1/2 maksimal = 1 * 1/1.4 = <strong>1/1.4</strong><br />
Bukaan 1/4 maksimal = 1/1.4 * 1/1.4 = <strong>1/2.8</strong><br />
Bukaan 1/8 maksimal = 1/2.8 * 1/1.4 = <strong>1/4.0</strong><br />
Bukaan 1/16 maksimal = 1/4.0 * 1/1.4 = <strong>1/5.6</strong><br />
dst ..</p>
<p>Lalu kita bisa menghitung nilai aperture selanjutnya : <strong>f/1.4 , f/2.8 , f/4.0 , f/5.6 , f/8 , f/11 , f/16 , f/22 , f32 &#8230; </strong>Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/2.8 akan membuat <strong>cahaya berkurang setengah dari sebelumnya</strong> karena memang diameternya mengecil menjadi setengah .</p>
<p>Pengurangan banyaknya cahaya masuk menjadi setengahnya dikenal juga sebagai turun 1 stop . Misal perubahan dari f/5.6 ke f/8 adalah turun 1 stop dan  f/5.6 ke f/11 adalah turun 2 stop . Pada arah sebaliknya justru akan menambah banyaknya cahaya yang masuk , dikenal juga sebagai menaikan stop . Istilah stop ini lebih sering digunakan dalam fotografi ketimbang bicara angka-angka diatas . &#8220;Eh .. ini imagenya aga underexpose , coba naikkan 2 stop !!&#8221; , ya kira-kira gitu deh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Biasanya pada kamera , pengurangan cahaya menjadi setengah sebelumnya masih dianggap terlalu besar , karena itu untuk kontrol yang lebih presisi ada konfigurasi untuk membagi-bagi nilai aperture menjadi lebih kecil  ke 2 atau 3 bagian . Misal untuk setting 3 bagian dimulai dari f/2.8 , maka urutannya menjadi <strong>f/2.8</strong> , f/3.2 , f/3.5 , <strong>f/5.6</strong> , f/6.3 , f/7.1 , <strong>f/8</strong> &#8230; dst . Sama halnya diatas , perubahan dari f/3.2 ke f/6.3 adalah turun 1 stop .</p>
<p><strong>Kegunaan , kaitannya dengan exposure</strong></p>
<p>Seperti yang saya bilang diatas , untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa ke sensor kamera . Cahaya adalah unsur penting dalam fotografi . Terlalu banyak cahaya yang lewat akan membuat foto menjadi terlalu terang (overexposure) dan sebaliknya jika terlalu sedikit akan membuat foto menjadi gelap (underexposure) . Konsep mengatur cahaya ini dikenal juga sebagai <strong>Exposure</strong> . Aperture hanya SALAH SATU dari tiga elemen penting lainya dalam pengaturan exposure yaitu <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/"><strong>Shutter Speed</strong></a> dan <strong>ISO/ASA</strong> . Shutter Speed , mengatur durasi waktu untuk merekam cahaya . Semakin lama durasinya semakin banyak cahaya yang direkam dan sebaliknya . ISO / ASA adalah tingkat sensitivitas pada sensor / film dalam merekam cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin banyak cahaya yang dapat terekam oleh sensor .</p>
<p>Saya akan coba membahas dua elemen lainya pada kesempatan berikutnya . Stay Tuned !!!</p>
<p>Atau udah ga sabar ?? ya udah cek link ini aja .. analogi exposure dalam fotografi dengan urusan memasak . Layak disimak <a href="http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/cooking-and-photography.html">http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/cooking-and-photography.html</a></p>
<p><strong>Seri belajar lain :</strong></p>
<p><a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/">Belajar Mengenal Shutter Speed<br />
</a></p>
<p><strong>Tutorial tentang aperture lain yang lebih ciamik :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.fotografer.net/isi/artikel/lihat.php?id=203">http://www.fotografer.net/isi/artikel/lihat.php?id=203</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aperture">http://en.wikipedia.org/wiki/Aperture</a></li>
<li><a href="http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/f-number-demystified.html">http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/f-number-demystified.html</a></li>
</ul>
<p>comment , saran dan kritik ? please comment .</p>
<p>Revision History :<br />
- May 30 :  tambah bab Kegunaan spy lebih jelas &#8220;the big picture&#8221;-nya<br />
- May 31 08 : tambah shutter speed</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tukangmoto.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tukangmoto.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=10&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://202.3.216.19/tukangmoto.files.wordpress.comm/2007/05/lens-aperture.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lens-aperture.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar fotografi yuk &#8230;</title>
		<link>http://tukangmoto.wordpress.com/2007/04/15/belajar-fotografi-yuk/</link>
		<comments>http://tukangmoto.wordpress.com/2007/04/15/belajar-fotografi-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 16:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangmoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmoto.wordpress.com/2007/04/15/belajar-fotografi-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca &#8230;
Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=3&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca &#8230;</p>
<p>Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . <strong>Teknis</strong> dan <strong>Komposisi</strong> .</p>
<ol>
<li><strong>Teknis</strong> ? adalah memahami kamera dalam cara kerjanya menangkap cahaya untuk direkam. Tidak kamera saja sih , tapi tercakup juga aspek lain dari asesoriesnya , proses pencetakan , editing dll. Intinya hal yang berbau teknis .<br />
Di fotografi , lumayan banyak istilah teknis yang dipakai . Belum lagi setiap vendor memiliki nama-nama yang berbeda untuk sebuah teknologi . Banyak ! tapi jangan terlalu diambil pusing . Belajar memang seperti itu . Lambat laun , setiap istilah akan terkuak maknanya dan kita jadi lebih mengerti . Tetap konsisten belajar ! .Beberapa ilmu teknis diantaranya :</p>
<ul>
<li>mengenal kamera , lensa , sensor</li>
<li>memahami exposure dan 3 elemen pentingnya : <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">aperture</a> , <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/31/mengenal-shutter-speed-atau-kecepatan-rana/">shutter speed</a> , dan <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/">ISO / ASA</a></li>
<li>memahami WhiteBalance (WB)</li>
<li>asesories kamera dan fungsinya ( tripod , flash , lens filter dll )</li>
<li>post editing ( photoshop etc )</li>
<li>color management</li>
<li>dll</li>
</ul>
</li>
<li> <strong>Komposisi</strong> ? adalah bagaimana membuat / mengkomposisi sebuah obyek yang akan difoto menjadi menarik untuk dilihat . Banyak faktor yang bisa membuat sebuah foto menjadi menarik diantaranya ketepatan momen , warna , posisi obyek , ekspresi obyek dll . Sebisa mungkin kita mengumpulkan sebanyak mungkin faktor-faktor tersebut ke dalam sebuah foto . Masih bingung tentang komposisi ? mending baca aja langsung tip-tip mengenai komposisi di <a href="http://digital-photography-school.com/blog/category/composition-tips/">http://digital-photography-school.com/blog/category/composition-tips/.</a><br />
Komposisi ini lebih ke cita rasa seni / art. Tidak ada aturan baku semacam user manual etc. Semata-mata tergantung dari rasa sang fotografer. Pesan apa yang akan dia sampaikan , dan apakah pesan itu sampai ke penikmat foto.</li>
</ol>
<p>Teknis dan Komposisi ! kedua-duanya dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas . IMHO , pengetahuan akan komposisi lebih penting karena tidak akan pernah habis ide-ide untuk menghasilkan foto yang unik / berkualitas . Lain halnya pengetahuan teknis . Bisa mentog atau habis , bisa didapat dari User Manual atau tutorial yang ada . Penguasaan komposisi  tidak mungkin diperoleh kecuali dari latihan jepret terus menerus . Melatih mata untuk melihat momen yang ada , menunggu waktu yang tepat , mem-visualisasi-kan target akhir yang kita inginkan dsb .<br />
Namun pengetahuan teknis juga hendaknya tidak ditinggalkan . Istilahnya kita belajar mobil kita sudah tahu teorinya sehingga ketika berkendaraan sudah pakai feel , tinggal jalan. Begitupun dengan penggunaan kamera . Ketika momen bagus itu datang , jangan sampai hasilnya tdk optimal gara-gara setting kamera yang salah.</p>
<p><strong>Media untuk belajar</strong></p>
<p>Ini era digital bung !! Informasi mudah didapatkan semudah menjetikkan jemari . Go Online dan gali tutorial yang ada . Fotografi itu ilmu yang udah puluhan tahun .. sudah banyak sekali beredar di Internet .</p>
<ul>
<li>dari Google : ketikkan keyword &#8220;photography tutorial&#8221; dan sejenisnya . Atau keyword-keyword spesifik lainnya . It&#8217;s all there and FREE ! Yang didapat adalah segudang artikel online bahkan pdf/ebook gratis .</li>
<li>dari buku : bisa dibaca kapanpun dimanapun . Lebih mobile dibandingkan membawa &#8211; bawa laptop . Plus , bisa dwifungsi sebagai bantal ketika mengantuk . Luar atau lokal ? kalau saya sih prefer buku luar negeri . Selain banyak macamnya , isinya lumayan komprehensif dan tidak asal-asalan . <a href="http://www.amazon.com">Amazon</a> adalah tempat bagus untuk membeli buku fotografi.</li>
<li>dari majalah ( baca <a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/05/02/majalah-fotografi-pilihan/">Majalah Fotografi Pilihan</a> )</li>
<li> dari kursus : belajar kilat dengan bimbingan fotografer yang berpengalaman . Pengalaman memang mahal sih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Coba cari info di kota anda setempat , biasanya ada yang menawarkan jasa kursus . Mau kursus online via internet juga bisa  semacam <a href="http://www.betterphoto.com/">BetterPhoto</a></li>
<li>dari komunitas : gabung dengan sebuah atau beberapa komunitas fotografi baik offline maupun online . Apa yang lebih baik dari berkumpul dengan orang-orang yang satu minat dan obsesi dengan kita ? . Misal komunitas online : <a href="http://www.fotografer.net">Fotografer.Net</a> , <a href="http://www.ayofoto.com">Ayofoto.com</a> dll</li>
</ul>
<p>Selamat Bergabung !!! Yuk belajar sama rara dan ayah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2223/2537377057_050b1454e6_d.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Seri Belajar yang lagi saya garap:</strong><br />
<a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2007/05/29/mengenal-aperture/">Mengenal Aperture</a><br />
<a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/">Mengenal Shutter Speed</a><br />
<a href="http://tukangmoto.wordpress.com/2008/06/24/mengenal-iso/">Mengenal ISO</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tukangmoto.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tukangmoto.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangmoto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangmoto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangmoto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangmoto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangmoto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangmoto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangmoto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangmoto.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangmoto.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangmoto.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangmoto.wordpress.com&blog=819877&post=3&subd=tukangmoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangmoto.wordpress.com/2007/04/15/belajar-fotografi-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>93</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddf63b96ffe40349bcc49834fadec6a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangkoding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2223/2537377057_050b1454e6_d.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>