Jembatan Suramadu

11 10 2009

Sejarahnya bisa dibaca di Suramadu wikipedia

Akhirnya saya pny kesempatan mengunjungi landmark ini ketika mudik kemarin. Beruntung sekeluarga kompak untuk berangkat pagi/subuh. Ya tidak sempat melihat sunrise sih , tapi dapatlah sinar matahari pagi yang hangat.
Kalau saya amati sekilas , jembatan Suramadu ini berawal dari ujung selatan ke utara. Artinya bagi fotografer adalah ini spot yg bagus untuk menangkap momen sunrise / sunset. Sekitar jembatan juga bnyk spot menarik utk mengambil foto jembatan dari samping. Fuuh..pasti keren apalagi ketika sunrise atau sunset. Berikut bbrp foto dari samping jembatan ( WARNING..bkn foto saya ) ..keren abis :
http://www.flickr.com/photos/lightning_crashes/2814336624/
http://www.flickr.com/photos/hyperfocals/3623414143/

Lain kali ah.. saya mau coba ambil foto dari samping seperti diatas.
Kemarin cuma sempat motret di dalam jembatan , sambil mobil berjalan dan mobil berhenti ( hati2 ketauan hehe ).

Suramadu at Sunrise

Suramadu at Sunrise

coba ambil dari bawah ah..

From Below

From Below

Baca entri selengkapnya »





Kenjeran di pagi hari

29 08 2009

Untuk sampai ke sini harus rela bangun subuh-subuh lalu ngebut naik motor ke pantai Kenjeran , Surabaya. Lumayan jauh , secara rumah ortu saya di Sidoarjo. Ga ada teknik aneh-aneh . Metering ke sinar matahari yang hangat , elemen lain mengikuti saja. Komposisi saya atur2 biar dua perahunya seimbang/balance . Plus di tambah  dedaunan dari atas ( komposisi framing ). Hasilnya.. ancur :D

Kenjeran di pagi hari

Kenjeran di pagi hari

Hmm , enak kali ya . Pagi-pagi , di tempat yg sama , duduk menikmati sunrise sambil nyruput teh manis hangat dan roti bakar. Jadi lapar .. sahur dulu yuk





Bandung-Jakarta naik Argogede

6 03 2009

Lumayan sering ke Jakarta juga nih. Maklumlah , pusat duit disana semua. Mau gimana lagi .. sudah nasib jadi kuli :)

Pemandangan selepas Bandung lumayan bagus . Banyak perbukitan dan lembah curam di selingi oleh sawah-sawah tepasering ( eh betul ga nulisnya ? ) nan hijau . Ada air terjun juga lho . Kayaknya masih perawan tuh.. sayang ga pny GPS jadi ga tau lokasi pastinya.  kira-kira 1 jam-an lah sampai akhirnya perlahan masuk dunia yang makin suram ( Jkt ) heheheh. Iseng2 moto dan berikut beberapa hasilnya yg lumayan ancur:

Melintas di atas jembatan

Melintas di atas jembatan

Baca entri selengkapnya »





Belajar Strobist

1 03 2009

Strobist .. adalah teknik menggunakan flash/blitz secara off-kamera. Off – kamera ?? iya .. pada umumnya kan flash camera tersebut nancep di hot-shoe pada kamera . Nah off-kamera ini memungkinkan flash dapat ditrigger dimanapun tanpa harus terpasang di hot-shoe. Keuntungannya kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.

Kok bisa off-kamera ? sebenarnya pada beberapa kamera DSLR sudah tertanam fungsi tersebut ( master / commander  ) .. untuk kamera jebot kayak punya saya-pun sebenarnya bisa dengan asesoris tambahan . Well , semua kamera kayaknya bisa ya.. asal ada mekanisme untuk mentrigger flash .

  • di Nikon ada yang namanya Nikon CLS ( Creative Lighting System ) .. di Canon namanya E-TTL . Nikon CLS menggunakan IR ( infrared ) untuk berkomunikasi dengan flash – flash lain . Jadi harus line-of-sight dengan kamera lain meski kyknya bisa juga mentrigger flash lain di balik tembok ( link ) . Keuntungannya adalah canggih ! Body camera bisa berkomunikasi dengan flash-flash yang ada , mengatur power yang ada , mengatur white balance dsb dsb .. kita tinggal setting seperti biasa dan wah :) . Kerugiannya : harus line-of-sight dan mahal bo !
  • menggunakan Sync cable .. body kamera dan flash dihubungkan via kabel khusus. kerugiannya : beribet , banyak kabel2 bertebaran :) . Keuntungan: fungsi TTL masih jalan
  • menggunakan Radio trigger . Flash ditrigger dari kamera menggunakan frekuensi radio . Ada adapter khusus untuk mekanisme ini : transmitter dan receiver. Sesuai namanya pasti teman-teman tau artinya lah. Transmitter terpasang di body kamera . Jika flash di trigger , transmitter mengirimkan sinyal ke satu / beberapa receiver + flash . Keuntungan : tidak harus line-of-sight .. ini keunggulan utama yg banyak menarik minat orang. Kerugian : fungsi TTL (flash auto ) tidak jalan , harus manual . Dooh manual lagi ?? jaman udah canggih masih manual..hehehehe , yup manual . Hmm sebenarnya sudah ada sih , radio trigger yang bisa TTL . Silahkan google mandiri :)

Tutelyudetrut .. sebenarnya saya ga terlalu minat dengan dunia per-flash-an ini. Kayaknya ribet , ada tambahan control yang harus disetting bla bla..belum lagi penempatan posisi flash ini itu .. plus kayaknya mahal-mahal. Dan sedikit tambahan ego seorang fotografer naif dan culun : ” ah saya kan nature photographer .. cukup nature lighting saja” hahahaha .. well , ternyata ada secuil bakat kreatif terpendam dalam diri saya yg ingin keluar . The creative side of me..

Baca entri selengkapnya »