Saya pny teman. Punya kamera DSLR juga. Namun , ketika jalan dia jarang sekali membawa kameranya. Alasannya? dengan membawa dia khawatir akan kehilangan feel utk ‘merasakan’ setiap momen yang ada . Orangnya memang unik sih..tapi spesial. Setiap detik hidup rasanya begitu berharga utk dinikmati / diserap , penuh pelajaran .
Saya pikir dia masuk akal juga sih. Saya akui memang sejak memegang kamera , aga sedikit ‘terobsesi secara visual’. Bukannya menikmati momen yang ada malah ‘autis’ mencari obyek visual yang menarik hehe. Sok membayangkan visual, gonta-ganti perspektif, membayangkan arah sinar yg datang , potret sana sini , ini itu , dsb dsb .. duuh visual-information overload jadinya hahaha. Iya juga yaa .. bukannya menikmati masa liburan sama putri kesayangan eh malah ayahnya sibuk teriak2 ngatur pose putrinya. Beneerr.. sekarang anak saya sudah bisa ’senyum palsu’ di depan kamera. Hikss.. menyedihkan sekali.
Momen kehidupan adalah sesuatu yg harus kita rasakan , jalankan lalu nikmati setiap senang/duka yang terjadi . Itu yg kalau saya boleh bilang ‘bikin hidup lebih hidup’. Every moment .. hmmph ditambah rasa syukur , tak salah kalau orang bilang ‘life is beautiful’ .. indeed.
Kamera hanya tool. Namun, saya akui lewat kameralah saya lebih belajar utk melihat. Melihat alam sekitar , melihat orang dengan kehidupannya . Tinggal kita padukan saja keduanya, rasa kita utk merasakan momen yang ada dan tool kamera utk mengabadikannya. Tapi jgn terobsesi dengan tool yang ada .. feel , abadikan dan share. Share! ini sesuatu yg bisa dihasilkan dari kamera kaan ?? bayangkan hasil foto kita bisa membuat org lain ikut merasakan ‘feel’-nya. Wow.. bukankah itu lebih baik ? Happyness only real when shared <Into The Wild>

woooo











Last comments