//tukangMoto : Belajar Fotografi

my quest for the light … and life

Archive for the ‘nikon’ Category

Selamat Datang Nikon D7000

with 13 comments

Nikon baru mengumumkan produk terbaru mereka , Nikon D7000. Sebelumnya pernah digosipkan bernama Nikon D95 , spesifikasinya ternyata hampir mirip-mirip lho dengan gosipnya. Hebat banget peramalnya hahaha .

Spesifikasi Nikon D7000 ( sumber )

  • New DX-Format CMOS sensor
  • New Expeed 2 Image Processing engine , developed by Nikon
  • 16.2 MegaPixels
  • ISO 100-6400 , with special Hi mode up to 25600 ! and auto-ISO
  • A magnesium alloy body on top and rear covers
  • new 2,016-pixel RGB metering sensor
  • A new 39 AF points and improved focusing/tracking performance
  • D-Movie , 1920 × 1080p, 24 fps for video recording capability
  • Viewfinder coverage 100% with magnification 98%
  • Up to 6 fps
  • Shutter durability up to 150000
  • Double SD memory card
  • Up to 1050 shots when using fully charged EN-EL15 battery
  • Weight aprox 780g
  • Monitor approx 3 inch with 920K dot Baca entri selengkapnya »

Written by admin

September 15, 2010 at 12:23 pm

Ditulis dalam nikon

Tagged with , , ,

Gosip Tentang Nikon D95

with 5 comments

Nikon D80 belum kebeli
Nikon D90 apalagi :p
Sekarang malah isu-isunya Nikon mau ngeluarin Nikon D95 sebagai penerus generasi kamera mid-profesional D90.

Weleh-weleh , kira-kira apa fitur barunya ya?

  • 16 MP ( weww , mau nyaingin Canon nih . Tapi tetap dengan sensor DX .. apa noisenya kuat ya )
  • Full HD Capability ( 1080 p )
  • 39 AF point , banyak juga. Tapi D300 udah 51 point .. ya lumayan lah. Lagipula pakai 5 poin AF juga udah cukup tuh , bagi saya :)
  • Magnesium Body .. wah ini nih menarik. Tahan bantingan tapi lebih berat
  • 6-8 FPS
  • harganya $1199 utk body saja .. wah lumayan mahal.

Sumber : Nikon D7000

update: kayaknya namanya ganti ke Nikon D7000
jauh jg lompatnya .. dari D90 ke D7000 ? ga ngerti ah sistem penamaan kamera di Nikon. bikin bingung pemula aja :)

Written by admin

Agustus 19, 2010 at 6:54 am

Ditulis dalam Kamera, nikon

Fotografi : teknis

with 14 comments

ajari aku fotografi dong?
Kita kenali dulu toolnya . Apalagi kalau bukan kamera. Kamera bertugas utk mengumpulkan cahaya yang masuk. Cara kerjanya , cahaya yg dipantulkan obyek masuk melalui lensa , melewati gerbang (shutter) lalu direkam ke bentuk data oleh sensor/film. Kebayang kan? utk mengatur jumlah cahaya yg masuk kita harus meng-configure bbrp elemen:

  • Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan?
  • Shutter .. seperti saya bilang diatas ini ibarat gerbang. begitu gerbang dibuka , cahaya akan masuk ke sensor/film. jadi jgn dibuka lama2 , secukupnya saja . durasi bukaan shutter ini dikenal juga sebagai Shutter Speed.
  • ISO/ASA .. cahaya akhirnya sampai di sensor/film. ISO/ASA ini menentukan seberapa kuat sensor bekerja utk merekam cahaya. makin besar ISO/ASA rating..makin bnyk cahaya yang terekam

lalu bagaimana kita tahu berapa bnyk cahaya yg dibutuhkan ?
jawabnya secukupnya sehingga hasil fotonya tampak seperti yg kita inginkan. kamera modern sudah memiliki kemampuan utk mengukur cahaya dinyatakan dalam sebuah nilai Exposure Value (EV). hasil foto normal biasanya bernilai EV 0 ( notes: sebenarnya tidak selalu EV0 sih , malah terkadang harus di kompensasi biar hasilnya normal . kok bisa? karena kamera itu bego ..iya benar! hmm singkatnya terkadang kamera salah mentafsirkan / mengukur cahaya yg ada) . EV-n berarti lebih gelap , EV+n berarti lebih terang. Di viewfinder kamera ada indikasi nilai tsb kok.. bisa dilihat , biasanya di paling bawah ada semacam indikator . Kalau di Nikon : – …|…0…|…+

Baca entri selengkapnya »

Written by admin

Oktober 23, 2009 at 5:26 pm

Ditulis dalam Belajar, nikon, Tip Trik

Tagged with

Jembatan Suramadu

with 11 comments

Sejarahnya bisa dibaca di Suramadu wikipedia

Akhirnya saya pny kesempatan mengunjungi landmark ini ketika mudik kemarin. Beruntung sekeluarga kompak untuk berangkat pagi/subuh. Ya tidak sempat melihat sunrise sih , tapi dapatlah sinar matahari pagi yang hangat.
Kalau saya amati sekilas , jembatan Suramadu ini berawal dari ujung selatan ke utara. Artinya bagi fotografer adalah ini spot yg bagus untuk menangkap momen sunrise / sunset. Sekitar jembatan juga bnyk spot menarik utk mengambil foto jembatan dari samping. Fuuh..pasti keren apalagi ketika sunrise atau sunset. Berikut bbrp foto dari samping jembatan ( WARNING..bkn foto saya ) ..keren abis :
http://www.flickr.com/photos/lightning_crashes/2814336624/
http://www.flickr.com/photos/hyperfocals/3623414143/

Lain kali ah.. saya mau coba ambil foto dari samping seperti diatas.
Kemarin cuma sempat motret di dalam jembatan , sambil mobil berjalan dan mobil berhenti ( hati2 ketauan hehe ).

Suramadu at Sunrise

Suramadu at Sunrise

coba ambil dari bawah ah..

From Below

From Below

Baca entri selengkapnya »

Written by admin

Oktober 11, 2009 at 2:06 am

Ditulis dalam Foto, fotografi, Hunting, nikon

Tagged with

Belajar Strobist

with 40 comments

Strobist .. adalah teknik menggunakan flash/blitz secara off-kamera. Off – kamera ?? iya .. pada umumnya kan flash camera tersebut nancep di hot-shoe pada kamera . Nah off-kamera ini memungkinkan flash dapat ditrigger dimanapun tanpa harus terpasang di hot-shoe. Keuntungannya kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.

Kok bisa off-kamera ? sebenarnya pada beberapa kamera DSLR sudah tertanam fungsi tersebut ( master / commander  ) .. untuk kamera jebot kayak punya saya-pun sebenarnya bisa dengan asesoris tambahan . Well , semua kamera kayaknya bisa ya.. asal ada mekanisme untuk mentrigger flash .

  • di Nikon ada yang namanya Nikon CLS ( Creative Lighting System ) .. di Canon namanya E-TTL . Nikon CLS menggunakan IR ( infrared ) untuk berkomunikasi dengan flash – flash lain . Jadi harus line-of-sight dengan kamera lain meski kyknya bisa juga mentrigger flash lain di balik tembok ( link ) . Keuntungannya adalah canggih ! Body camera bisa berkomunikasi dengan flash-flash yang ada , mengatur power yang ada , mengatur white balance dsb dsb .. kita tinggal setting seperti biasa dan wah :) . Kerugiannya : harus line-of-sight dan mahal bo !
  • menggunakan Sync cable .. body kamera dan flash dihubungkan via kabel khusus. kerugiannya : beribet , banyak kabel2 bertebaran :) . Keuntungan: fungsi TTL masih jalan
  • menggunakan Radio trigger . Flash ditrigger dari kamera menggunakan frekuensi radio . Ada adapter khusus untuk mekanisme ini : transmitter dan receiver. Sesuai namanya pasti teman-teman tau artinya lah. Transmitter terpasang di body kamera . Jika flash di trigger , transmitter mengirimkan sinyal ke satu / beberapa receiver + flash . Keuntungan : tidak harus line-of-sight .. ini keunggulan utama yg banyak menarik minat orang. Kerugian : fungsi TTL (flash auto ) tidak jalan , harus manual . Dooh manual lagi ?? jaman udah canggih masih manual..hehehehe , yup manual . Hmm sebenarnya sudah ada sih , radio trigger yang bisa TTL . Silahkan google mandiri :)

Tutelyudetrut .. sebenarnya saya ga terlalu minat dengan dunia per-flash-an ini. Kayaknya ribet , ada tambahan control yang harus disetting bla bla..belum lagi penempatan posisi flash ini itu .. plus kayaknya mahal-mahal. Dan sedikit tambahan ego seorang fotografer naif dan culun : ” ah saya kan nature photographer .. cukup nature lighting saja” hahahaha .. well , ternyata ada secuil bakat kreatif terpendam dalam diri saya yg ingin keluar . The creative side of me..

Baca entri selengkapnya »

Written by admin

Maret 1, 2009 at 2:44 am

Kenapa Milih Nikon ?

with 16 comments

Sumpriiit dulu awalnya saya mau milih Canon lho ! nge-blank alias ga ada ide untuk milih merek kamera. Mungkin karena merek Canon lebih popular kali ya .. dimana-mana ada . Canon photocopy , Canon printer , Canon bantal ..hehehehe just kiddin :) . Pokoknya nge-blank aja .. ga ada mentor kecuali mbah Google tersayang

Sampai akhirnya .. ya terdampar di situsnya Ken Rockwell yang terkenal ituh gara – gara hendak mencari info tentang lensa Nikon 18-200mm ! baca-baca artikelnya . Menarik sekali , menggoda sekali . Terutama artikel yang mengulas tentang lensa ajaib Nikon 18-200mm VR . “Its a Miracle” , “It’s changed the way I live and make photos” .. katanya . Busyet.. lensa ini tob markotob banget ya , sampai si Ken bilang begitu. Wah , jadi makin manteb aja pindah ke lain hati ( Nikon ) . Pikir-pikir , hmmm gw ga butuh lensa lain .. cukup satu ini dah bisa semua .

Nikon udah .. sekarang tinggal barangnya . Waktu itu sih yg lagi populer D70s dan D50. Puyeng jugaa .. sampai akhirnya Aa Ken kasih inspirasi lewat artikelnya yg bagus Your Camera Doesn’t Matter . Baca aja deh ..panjang lebar tuh . Intinya , kamera itu hanya tool . Yang utama adalah kita sebagai fotografer , yang melihat – merasakan – mengambil image. Saya jadi mikir , kamera yg bakal dibeli ini hanya tool saja .. langkah pertama saya untuk belajar “melihat” . “Melihat” itu lebih penting .

Akhirnya setelah monitoring bursa FN , ketemu juga barang yang cocok dengan harga bersaing . My first DSLR , my Nikon D50 !!! Barang bekas aja .. namanya juga tool buat belajar awal . Lagipula saya pikir yg namanya body kamera itu tidak bertahan lama .. seiring waktu pasti ada aja yang baru . Lebih baik invest ke lensa . Kalau sudah uzur body kamera-nya..tinggal ganti kalau ada bonus hehehehe .

Baca entri selengkapnya »

Written by admin

Juni 25, 2008 at 7:05 pm

Ditulis dalam Iseng, nikon

Lensa untuk Nikon D40/D40x

with 8 comments

dapat dari sini

Nikon AF-S lenses:

12-24/4 DX
17-55/2.8 DX
18-55/3.5-5.6 DX I
18-55/3.5-5.6 DX II
18-70 DX
18-135 DX
18-200 DX VR
55-200 DX
55-200 DX VR

17-35/2.8 AF-S
24-85/3.5-4.5 AF-S
24-120 AF-S VR
28-70/2.8
70-200/2.8 VR
70-300 VR
105/2.8 VR
200/2 VR
200-400/4 VR
300/2.8 VR
300/4 AF-S
400/2.8 AF-S
500/4 AF-S
600/4 AF-S

Sigma HSM lenses:

10-20mm F4-5.6 EX DC
12-24mm F4.5-5.6
17-35mm F2.8-4 DG
50-500mm F4-6.3 DG
50-150mm F2.8 EX DC HSM
70-200mm F2.8 DG MACRO
80-400mm F4.5-5.6
100-300mm F4 DG
120-300mm F2.8 DG
300-800mm F5.6 DG

14mm F2.8 EX
30mm F1.4 EX DC HSM
150mm F2.8 EX DG
180mm F3.5 EX DG
300mm EX DG
500mm EX DG
800mm f5.6 EX DG

Wah.. ga ada lensa mumer 50mm :)

Written by admin

Mei 22, 2007 at 9:05 am

Ditulis dalam Lensa, nikon

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 219 pengikut lainnya.