Fotografi : teknis

23 10 2009

ajari aku fotografi dong?
Kita kenali dulu toolnya . Apalagi kalau bukan kamera. Kamera bertugas utk mengumpulkan cahaya yang masuk. Cara kerjanya , cahaya yg dipantulkan obyek masuk melalui lensa , melewati gerbang (shutter) lalu direkam ke bentuk data oleh sensor/film. Kebayang kan? utk mengatur jumlah cahaya yg masuk kita harus meng-configure bbrp elemen:

  • Aperture .. ini bukaan lensa. makin lebar dibuka , makin bnyk cahaya yg bisa masuk ..logis kan?
  • Shutter .. seperti saya bilang diatas ini ibarat gerbang. begitu gerbang dibuka , cahaya akan masuk ke sensor/film. jadi jgn dibuka lama2 , secukupnya saja . durasi bukaan shutter ini dikenal juga sebagai Shutter Speed.
  • ISO/ASA .. cahaya akhirnya sampai di sensor/film. ISO/ASA ini menentukan seberapa kuat sensor bekerja utk merekam cahaya. makin besar ISO/ASA rating..makin bnyk cahaya yang terekam

lalu bagaimana kita tahu berapa bnyk cahaya yg dibutuhkan ?
jawabnya secukupnya sehingga hasil fotonya tampak seperti yg kita inginkan. kamera modern sudah memiliki kemampuan utk mengukur cahaya dinyatakan dalam sebuah nilai Exposure Value (EV). hasil foto normal biasanya bernilai EV 0 ( notes: sebenarnya tidak selalu EV0 sih , malah terkadang harus di kompensasi biar hasilnya normal . kok bisa? karena kamera itu bego ..iya benar! hmm singkatnya terkadang kamera salah mentafsirkan / mengukur cahaya yg ada) . EV-n berarti lebih gelap , EV+n berarti lebih terang. Di viewfinder kamera ada indikasi nilai tsb kok.. bisa dilihat , biasanya di paling bawah ada semacam indikator . Kalau di Nikon : – …|…0…|…+

hmm, jadi kita mengatur2 3 elemen diatas (aperture,shutter dan iso) supaya EV 0 ??
yaaa kurang lebih begitu. kamera biasanya sudah memiliki mode bantuan utk pengaturan tersebut..jgn khawatir :) . beberapa diantaranya ( ini utk Nikon ya.. merk lain sama saja cuma beda nama ):

  • Manual Mode (M) : ini hardcore.. kita sendiri yg mengubah2 3 elemen diatas , apapun hasilnya kamera bakal nurut. cuman ya sedikit tricky karena harus manual setting ini itu biar pas Exposure Value-nya
  • Aperture Priority ( A ) : prioritas untuk nilai Aperture .. kita tinggal set nilai Aperture yg kita inginkan , EV yang kita inginkan (biasanya EV 0) selanjutnya kamera akan mengatur sendiri nilai Shutter-Speed dan ISO yang sesuai . ( notes: nilai ISO biasanya kita set manual .. namun di bbrp bisa set Auto . Dalam hal ini kita gunakan Auto-ISO )
  • Shutter Priority ( S ) : prioritas utk nilai Shutter-Speed .. tentukan brp speed yg kita inginkan dan selanjutnya kamera akan mengadjust sendiri nilai Aperture dan ISO ( Auto-ISO on ).
  • Auto Mode : jaaaaah .. tinggal jepret aja daah. tapi dijamin membatasi kreatifitas anda :)

Kreatifitas ? kok bisa.. kan cuma atur2 3 elemen itu doang ?
Justru setiap pengaturan elemen tsb dapat menimbulkan

  • Aperture : berpengaruh ke DOF ( Depth Of Field ) atau ruang tajam. panjang lebar kalau dijelasin..mending baca tutorial di Internet yg sudah ada :)
  • Shutter-Speed : bisa mem-freeze sebuah gerakan motion , atau merekam jalur cahaya
  • ISO : menambah efek noise / bintik-bintik

dan tentunya kreatifitas si fotografer dalam merekam obyeknya. sebut saja seperti komposisi obyek2 di fotonya, sudut pengambilan, dll dll .. :)

Eh, tadi katanya kamera itu bisa bego ? kok bisa sih di zaman canggih kyk gini..
kamera kan mempunyai kemampuan utk mengukur cahaya atau dikenal jg sebagai metering.iya ya..mirip meteran buat mengukur :p . nah , kamera menggunakan asumsi bahwa semua obyek memiliki intensitas cahaya 18% (abu-abu / middle gray ). artinya? obyek warna hitam dianggap abu-abu.. obyek putih jg dianggap abu-abu..repot kan :) .. oleh sebab itu utk bbrp kondisi , kita harus mengkompensasi exposure value ( Exposure Compensation ) . misal: utk membuat obyek warna putih (salju misalnya) tampak benar-benar putih kita harus menambah cahaya yg masuk. (EV+n)
di kamera modern sudah ada bbrp mode utk metering .. perbedaannya hanya dari luas area yg diukur

  • Spot Metering : kamera akan mengukur sebagian keciiil dari area , di Nikon D50 sekitar 5% dari area viewfinder. Di kamera Pro bisa lebih kecil lagi sehingga akurat
  • Centerweight : lebih luas dari Spot , hmm sekitar 15% lah kyknya
  • Matrix : mengukur semua area…pluuuusss , menganalisa kondisi area yg ada. ada algoritmanya , ada databasenya komplit utk memudahkan fotografer. ini pilihan buat yg mau gampang ..

setelah diukur lewat mode metering , kamera akan tahu kondisi cahaya yg ada dan dapat mengkalkulasi nilai2 yg dibutuhkan utk mengumpulkan cahaya yg cukup. Artikel bagus membahas metering bisa dikaji disini.

Teori !!! mau praktek ah.. ada kata2 terakhir?
Pegang dan pahami teknisnya dulu .. kenali kamera sebagai tool untuk fotografi. Cara kerjanya , kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu akan lebih mudah kalau kita hendak mengabadikan sebuah momen. Tidak lagi menyerahkan semua ke mode Auto .. lepaskan jiwa kreatifitas anda.. berkreasilah dengan tool tsb. Selamat memotret.. yuk belajar bareng





Reversed Lens langsung ke bodi kamera

14 12 2008

Seperti yang pernah saya ulas di posting Foto makro dengan Reversed Lens , ada dua tipe pemasangan Reversed Lens yaitu:

  1. dipasangkan di depan sebuah lensa yang sudah terpasang pada kamera , menggunakan semacam alat bernama “Macro coupler”
  2. dipasangkan pada body kamera menggunakan adapter khusus “Reverse Ring”

No 2 sudah dibahas di posting sebelumnya . Kali ini kita akan coba no.1 .

Setupnya relatif simple antara lain:

  • Kamera DSLR Nikon (misal)
  • Lensa Nikon 50mm AF ( lensa lain mgkn bisa , belum pernah coba sih )
  • “Reversing Ring” , semacam ring khusus yang bisa menancapkan lensa pada posisi terbalik . Saya beli dari bursa FN seharga 150rb (kayaknya).

Caranya , pasang Reversing Ring ke thread filter lensa tersebut sampai cukup kuat supaya tidak terlepas. Kemudian pasangkan Reversing Ring ke bodi kamera seperti biasa ketika kita memasang lensa . Klop , dan hasilnya sebagai berikut.

Reversed Lens

Reversed Lens

Baca entri selengkapnya »





Memotret dengan ponsel

13 12 2008

Motret dengan ponsel ? siapa takut ..?? hehehe .

Sebenarnya sih sama saja seperti kamera-kamera sesungguhnya. Sama-sama bisa menangkap momen lalu merekamnya kedalam sebuah image.  Ya secara kualitas mgkn tidak bisa dibanding-bandingkan dengan hasil dari kamera DSLR/pocket. Sensor size-nya saja jauh beda. Meski dengan jumlah Megapixel yang sama/ lebih besar ,faktor sensor size ini tetap berpengaruh. Umumnya , semakin besar sensor-size semakin baik kualitas image yang dihasilkan.

Lho.. tapi itu kan kualitas image/outputnya. Masih ada kualitas lain yang lebih sering dilihat/dinilai dalam menikmati sebuah foto seperti ketepatan momen, komposisi foto/warna, mood yang ditimbulkan, pesan mendalam dari foto dsb. Kualitas terakhir inilah yang menurut saya sebaiknya menjadi fokus utama dari para pengguna ponsel kamera atau kamera-kamera lainnya. Semua sama kok .. mau pakai kamera apapun ..kualitas foto kedua tsb lebih ditentukan oleh mata kita. Ditentukan oleh kemampuan mata utk melihat sekeliling kita , melihat obyek, melihat warna , melihat kontras cahaya, merasakannya lalu dalam sepersekian detik kemudian menggabungkan semua itu kedalam frame kamera menjadi sebuah image yang bagus dan pas. Fuuh .. dalem banget ngomongnya :)

Baca entri selengkapnya »





Tip belanja fotografi ke singapura

2 04 2008

ngeblog lagiiii :)

ok .. hmm sebenarnya saya baru pertama kali itu ke singapura . jadi ga tahu banyak . cuman sempat browsing sana-sini untuk mengumpulkan tip & trik belanja kamera di singapura .. dan akhirnya ketepu juga T_T .

beberapa point yg saya simpulkan

  • planning dulu mau beli apa di singapura . barang-barang di singapura lebih bervariasi jenis dan mereknya .
  • harga di singapura belum tentu lebih murah dari Indonesia . ada yg murah , ada yg dimahal-mahalin .. oleh karena itu survey dulu harga dari internet .. CATAT .. biar ga lupa kaya saya :) . diskusi tentang harga kamera ada di sini dan ini
  • konsisten mo beli apa . salesman toko mungkin akan menawarkan barang ini itu yang tidak ada di catatan kecil kota. akibatnya bisa jadi kita ketepu membeli barang tambahan tersebut lebih mahal dari harga aslinya .
  • knowledge .. tahu-tahu dikitlah sebelum beli barang tersebut biar ga gampang tergiur oleh bujuk rayu si salesman
  • hati-hati milih toko .. ada yg nakal , ada yg jujur . coba cek diskusi tentang toko fotografi di sini .
  • GST refund . tanyain ke salesman apa barang yg kita beli bisa di-refund ? mayan kan

kesimpulan subyektif saya , mending beli kamera di Indonesia . Harganya ga beda jauh kok .. plus dapat garansi lokal . Pernah dengar kalau barang-barang dengan garansi international jika diservis akan ditambah additional charge ? kecuali kalau mau cari barang-barang unik yg tidak ada di Indonesia atau mau kulakan , beli borongan . Baca entri selengkapnya »