//tukangMoto : Belajar Fotografi

my quest for the light … and life

Mengenal Aperture

with 48 comments


Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :

lens-aperture.jpg

Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di tengah-tengah ! makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter / diafragmanya dan sebaliknya . Notasi pembagi “/” pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , … dst ) semakin kecil hasilnya / bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi “/” misalnya F1.4 , F2.8 , … dst . Ga usah bingung , cukup ingat-ingat saja angka-angkanya dan ingat ketentuan diatas (tebal) . Di fotografi , memang banyak notasi / istilah yang berbeda antar satu vendor dengan vendor lain . Biasalah .. mgkn urusan marketingšŸ™‚ .

Bagaimana mendapatkan angka-angka seperti itu ? masih ingat rumus matematika untuk menghitung luas sebuah lingkaran ? untuk membagi luas menjadi setengah dari sebelumnya maka harus dibagi dengan akar pangkat 2 ( 1.41421356 ) .

misal ( dibulatkan ) :
Bukaan maksimal = 1
Bukaan 1/2 maksimal = 1 * 1/1.4 = 1/1.4
Bukaan 1/4 maksimal = 1/1.4 * 1/1.4 = 1/2.8
Bukaan 1/8 maksimal = 1/2.8 * 1/1.4 = 1/4.0
Bukaan 1/16 maksimal = 1/4.0 * 1/1.4 = 1/5.6
dst ..

Lalu kita bisa menghitung nilai aperture selanjutnya : f/1.4 , f/2.8 , f/4.0 , f/5.6 , f/8 , f/11 , f/16 , f/22 , f32 … Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/2.8 akan membuat cahaya berkurang setengah dari sebelumnya karena memang diameternya mengecil menjadi setengah .

Pengurangan banyaknya cahaya masuk menjadi setengahnya dikenal juga sebagai turun 1 stop . Misal perubahan dari f/5.6 ke f/8 adalah turun 1 stop dan f/5.6 ke f/11 adalah turun 2 stop . Pada arah sebaliknya justru akan menambah banyaknya cahaya yang masuk , dikenal juga sebagai menaikan stop . Istilah stop ini lebih sering digunakan dalam fotografi ketimbang bicara angka-angka diatas . “Eh .. ini imagenya aga underexpose , coba naikkan 2 stop !!” , ya kira-kira gitu dehšŸ™‚

Biasanya pada kamera , pengurangan cahaya menjadi setengah sebelumnya masih dianggap terlalu besar , karena itu untuk kontrol yang lebih presisi ada konfigurasi untuk membagi-bagi nilai aperture menjadi lebih kecil ke 2 atau 3 bagian . Misal untuk setting 3 bagian dimulai dari f/2.8 , maka urutannya menjadi f/2.8 , f/3.2 , f/3.5 , f/5.6 , f/6.3 , f/7.1 , f/8 … dst . Sama halnya diatas , perubahan dari f/3.2 ke f/6.3 adalah turun 1 stop .

Kegunaan , kaitannya dengan exposure

Seperti yang saya bilang diatas , untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa ke sensor kamera . Cahaya adalah unsur penting dalam fotografi . Terlalu banyak cahaya yang lewat akan membuat foto menjadi terlalu terang (overexposure) dan sebaliknya jika terlalu sedikit akan membuat foto menjadi gelap (underexposure) . Konsep mengatur cahaya ini dikenal juga sebagai Exposure . Aperture hanya SALAH SATU dari tiga elemen penting lainya dalam pengaturan exposure yaitu Shutter Speed dan ISO/ASA . Shutter Speed , mengatur durasi waktu untuk merekam cahaya . Semakin lama durasinya semakin banyak cahaya yang direkam dan sebaliknya . ISO / ASA adalah tingkat sensitivitas pada sensor / film dalam merekam cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin banyak cahaya yang dapat terekam oleh sensor .

Saya akan coba membahas dua elemen lainya pada kesempatan berikutnya . Stay Tuned !!!

Atau udah ga sabar ?? ya udah cek link ini aja .. analogi exposure dalam fotografi dengan urusan memasak . Layak disimak http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/cooking-and-photography.html

Seri belajar lain :

Belajar Mengenal Shutter Speed
Belajar Fotografi

Tutorial tentang aperture lain yang lebih ciamik :

comment , saran dan kritik ? please comment .

Revision History :
– May 30 : tambah bab Kegunaan spy lebih jelas “the big picture”-nya
– May 31 08 : tambah shutter speed

Written by admin

Mei 29, 2007 pada 3:25 pm

Ditulis dalam Belajar, Lensa, Teknik Fotografi

48 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. nambah ilmu, terutama untuk pemula seperti saya…

    Danu Wiyoto

    November 23, 2009 at 6:45 am

  2. […] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya […]

  3. […] exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / […]

  4. thank you banget info yg aku dapet dari sini…thank a lot

    Nathan Abimanyu

    Mei 25, 2010 at 5:51 am

  5. Saya betul2 masih baru…mau tanya ya mas..gimana mengatur ukuran ukuran dengan mode Full Manual, sy pake kamera jadul Canon eos 350D…mksh atas jawabannya.

    Masruri

    Juli 17, 2010 at 11:20 am

    • manual ? seharusnya bisa langsung lewat setting aperture di body DSLR-nya. kalau ga bisa , mgkn lensa-nya belum cocok dan harus diubah langsung di body lensanya melalui ring aperture

      tukangmoto

      Juli 18, 2010 at 3:56 am

  6. […] exposure , ada 3 elemen yang berperan yaitu : Aperture , Shutter Speed dan ISO/ASA. Tiga elemen ini sifatnya configureable , menentukan kuantitas cahaya […]

  7. mas, gimana sih pengertian shutter speed pada nikon? saya kok belum paham ya?

    zuhra

    Agustus 29, 2010 at 9:53 pm

    • saya pernah bahas di sini
      dibaca2 aja dulu.. mudah kok. dan pengertiannya sifatnya global , maksudnya tdk hanya utk Nikon saja.

      tukangmoto

      Agustus 29, 2010 at 10:29 pm

  8. mksih buat ilmunya…

    dhingin........

    September 22, 2010 at 9:38 am

  9. Wahhh terima kasih nih, saya jadi lebih banyak belajar..
    maklum saya pemula banget.

    Rizki

    Oktober 8, 2010 at 11:22 am

  10. mas mas, ikutan belajar yak..
    mau nanya pendapatnya mas. saya kan ga suka make flash soalnya menurut saya hasilnya jd kurang natural. kalo menurut mas gimana?
    satu lg nih, kok di canon eos 500d kadang suka ga bisa diatur ke bukaan diafragma terbesar ya (f/1.4 kan?), padahal settingannya udah manual, apa krn efek sensor kamera atau gimana?

    luna

    Oktober 27, 2010 at 9:48 am

    • pemakaian flash ada triknya biar natural .. coba baca post saya ttg bouncing flash.

      bukaan diafragma itu tergantung lensanya . kamera hanya untuk mengontrol saja. jadi.. biar bisa pake bukaan besar.. gunakan lensa yg bisa bukaan besar misal 50mm f/1.4

      tukangmoto

      Oktober 29, 2010 at 2:48 pm

  11. […] masuknya kan pasti lewat lensa to? PENANYA: iyah betul me: nah itu ada Aperture warna biru.. me: Aperture itu bukaan lensa..kyk pintu gerbang masuk cahaya PENANYA: oohh i see me: klo dibuka dikit..cahaya yg […]

  12. […] masuknya kan pasti lewat lensa to? PENANYA: iyah betul me: nah itu ada Aperture warna biru.. me: Aperture itu bukaan lensa..kyk pintu gerbang masuk cahaya PENANYA: oohh i see me: klo dibuka dikit..cahaya yg […]

  13. terima kasih atas pencerahannya, krn saya baru belajar, senang sekali bisa kenal

    chusnul hidayat

    Desember 27, 2010 at 8:23 am

  14. […] yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya […]

  15. bagaimana caranya agar kualitas bagus ya

    yuyu

    Agustus 28, 2011 at 2:45 pm

  16. […] yang sudah saya ulas sebelumnya diĀ Belajar Mengenar ApertureĀ , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya […]

  17. […] yang sudah saya ulas sebelumnya diĀ Belajar Mengenar ApertureĀ , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya […]

  18. nuhun kang sudah mau berbagi…

    Zulkifli Muhtar

    Maret 24, 2012 at 2:44 pm

  19. mas sy mw nanya, bagaimana cara mencocokan nilai iso,aperture,dan shutter speed
    contoh: misalnya saya mem’foto d luar ruangan dan saya menggunakan iso 200, kira2 berapa aperture,dan shutter speed yg disarankan untuk iso tersebut ?
    dan bagaimana cara mengetahuinya?

    vicky

    April 5, 2012 at 1:38 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: