//tukangMoto : Belajar Fotografi

my quest for the light … and life

Memotret dengan ponsel

with 2 comments


Motret dengan ponsel ? siapa takut ..?? hehehe .

Sebenarnya sih sama saja seperti kamera-kamera sesungguhnya. Sama-sama bisa menangkap momen lalu merekamnya kedalam sebuah image.  Ya secara kualitas mgkn tidak bisa dibanding-bandingkan dengan hasil dari kamera DSLR/pocket. Sensor size-nya saja jauh beda. Meski dengan jumlah Megapixel yang sama/ lebih besar ,faktor sensor size ini tetap berpengaruh. Umumnya , semakin besar sensor-size semakin baik kualitas image yang dihasilkan.

Lho.. tapi itu kan kualitas image/outputnya. Masih ada kualitas lain yang lebih sering dilihat/dinilai dalam menikmati sebuah foto seperti ketepatan momen, komposisi foto/warna, mood yang ditimbulkan, pesan mendalam dari foto dsb. Kualitas terakhir inilah yang menurut saya sebaiknya menjadi fokus utama dari para pengguna ponsel kamera atau kamera-kamera lainnya. Semua sama kok .. mau pakai kamera apapun ..kualitas foto kedua tsb lebih ditentukan oleh mata kita. Ditentukan oleh kemampuan mata utk melihat sekeliling kita , melihat obyek, melihat warna , melihat kontras cahaya, merasakannya lalu dalam sepersekian detik kemudian menggabungkan semua itu kedalam frame kamera menjadi sebuah image yang bagus dan pas. Fuuh .. dalem banget ngomongnya🙂

botol warung

botol warung

So , dengan ponsel sebaiknya lebih fokus pada faktor kualitas kedua ini. Itung itung sebagai latihan buat mata utnuk mencari obyek/komposisi yang pas utk dipotret sebelum mempunyai kamera beneran (provokator mode ON) hehe. Biasanya dalam memotret via ponsel saya coba perhatikan fitur2 berikut :

  • Image Quality –> Fine . Kalau ada setting ini silahkan di set ke value terbaik saja.
  • Picture size , biasanya sih saya pilih yang tengah-tengah . Terlalu kecil malah outputnya jadi thumbnail , terlalu besar khawatir kualitasnya jadi turun karena seolah memaksakan sensor yg kecil. Lagipula memangnya mau nge-print sebesar apa?
  • Exposure compensation ,control yang memungkinkan kita utk menaikkan gelap/terang pada liveview di LCD kamera.  Simple saja , tinggal atur gelap/terangnya sesuai hasil yang kita inginkan. Konsep ini juga sudah mulai diimplementasikan di kamera-kamera DSLR generasi terbaru . Namanya Liveview !
  • White balance , jika ada setting ini silahkan pilih Auto saja. Jika ternyata hasilnya tidak sesuai yang kita inginkan misal terlalu biru,terlalu warm dll , silahkan ubah setting-nya . Misal : setting Cloudy utk membuat hasilnya lebih warm.
  • mode Macro , fokus lebih dekat ke obyek . Aktifkan mode ini ketika kita ingin memotret benda-benda kecil sekeliling kita . Saya pernah coba bisa sampai 1cm didepan obyek. Mayan lah..buat motret serangga/bunga.
  • Night Mode , saya kurang begitu paham settingan ini sih. Dugaan saya saat ini adalah setting utk menaikkan ISO kamera untuk mendapatkan shutter speed yang lebih tinggi. Lebih baik matikan saja , terutama utk pemotretan dengan cahaya yang cukup eg: siang hari
  • Panorama , wah saya takjub juga ketika mengetahui ada fitur ini di ponsel Sony Ericsson K750i . Bisa membuat panorama secara automatis dari 3 image yang kita potret secara berurutan. Hebatnya , ada semacam guidance dari image sebelumnya sehingga kita bisa pas memposisikan frame utk image selanjutnya. Top bgt nih fitur.. saya prediksi fitur ini bakalan ada di DSLR sebentar lagi hehehe
  • Special effect , ala Sepia , Negative , Emboss dan Black/White .. gunakan saja jika kita ingin menampilkan semacam mood khusus dari obyek yg ingin kita potret. misal Sepia utk kesan jadul .. tapi biasanya sih saya pakai Black/White , tergantung selera masing2 lah
  • Flash , jika cahaya cukup sebaiknya hindari penggunaan flash

Meski kekurangannya banyak , ada sebuah kelebihan yang tidak dimiliki oleh kamera DSLR . Yaitu mobility ! dibawa kemana saja , tidak menganggu dan tidak mengundang ( relatif ) . Artinya , kita bisa memotret kapanpun dan dimanapun kita mau . Tinggal pintar-pintar melihat obyek/momen menarik utk diabadikan. So..pantang mundur dan terus memotret🙂

botoool

Tip terakhir , upayakan selalu memotret dalam kondisi cukup cahaya. Hasilnya lebih baik secara kualitas image . Pada kondisi minim cahaya , ponsel kamera akan menaikkan rating ISO-nya sehingga banyak butiran/noise pada image.

Written by admin

Desember 13, 2008 pada 3:19 pm

Ditulis dalam Belajar, Kamera, Tip Trik

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ijin bookmark bro, mantap nih artikel , saya juga mulai suka motret nih…….

    soedirboys

    Desember 29, 2008 at 7:10 am

  2. thankk.. artikelnya…

    buat yg belum kamera dslr pake cameraphone ajaaaa..!!

    salam

    meonkk

    September 12, 2009 at 7:31 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: