//tukangMoto : Belajar Fotografi

my quest for the light … and life

Reversed Lens langsung ke bodi kamera

with 15 comments


Seperti yang pernah saya ulas di posting Foto makro dengan Reversed Lens , ada dua tipe pemasangan Reversed Lens yaitu:

  1. dipasangkan di depan sebuah lensa yang sudah terpasang pada kamera , menggunakan semacam alat bernama “Macro coupler”
  2. dipasangkan pada body kamera menggunakan adapter khusus “Reverse Ring”

No 2 sudah dibahas di posting sebelumnya . Kali ini kita akan coba no.1 .

Setupnya relatif simple antara lain:

  • Kamera DSLR Nikon (misal)
  • Lensa Nikon 50mm AF ( lensa lain mgkn bisa , belum pernah coba sih )
  • “Reversing Ring” , semacam ring khusus yang bisa menancapkan lensa pada posisi terbalik . Saya beli dari bursa FN seharga 150rb (kayaknya).

Caranya , pasang Reversing Ring ke thread filter lensa tersebut sampai cukup kuat supaya tidak terlepas. Kemudian pasangkan Reversing Ring ke bodi kamera seperti biasa ketika kita memasang lensa . Klop , dan hasilnya sebagai berikut.

Reversed Lens

Reversed Lens

Setelah setup selesai , tiba di bagian paling seru. Motret !! Karena lensa telah terpasang terbalik , tidak ada jalur komunikasi antara kamera dengan lensa. Artinya , fungsi-fungsi automatis pada lensa seperti autofocus, exposure ,  dll tidak dapat digunakan. Otomatis fungsi metering pada kamera tidak berjalan sama sekali. Lha gmn bisa jalan kalau nilai aperture pada lensa tidak bisa diambil (karena jalur putus) . Satu-satunya jalan adalah mode Manual !! Itung-itung sebagai ajang untuk mengasah ilmu exposure kita🙂 ..

Kita punya 3 control yang bisa dimainkan yaitu Aperture , Shutter speed dan ISO. Pada kasus diatas , mengubah aperture hanya bisa dilakukan manual via ring aperture. Sedangkan shutter speed dan ISO dapat diubah langsung via kamera. Selanjutnya tinggal dikombinasikan utk mendapatkan exposure yang pas . Depth Of Field (DOF) tetap dapat kita atur dengan mengubah aperture via ring tadi . Mirip fitur DOF Preview button pada beberapa kamera DSLR , kita dapat melihat pada viewfinder kamera kalau pengubahan aperture tersebut membuat DOF berubah-ubah sesuai nilai aperture. Nilai aperture kecil , DOF makin lebar .. nilai aperture besar , DOF makin sempit .. gitu kan? umumnya , utk macro kita sering menggunakan nilai aperture kecil untuk mendapatkan DOF yang lebar .

Ahh..  semoga tidak bingung dengan penjelasan diatas hehehe . Paling enak sih langsung terjun dan praktek. Tapi bener , IMHO , selain belajar macro kita juga bisa belajar tentang exposure lebih baik lagi. So .. berikut ini bbrp hasil macro dengan cara diatas. Oh ya , lensa dibalik tidak menurunkan kualitas image yang dihasilkan. Tetap tajam seperti lensa aslinya ketika dipasang secara normal .

grasshoper on lemon

Saya menggunakan flash manual pada kamera untuk mendapatkan image diatas . Harus manual lagi karena fungsi flash auto tidak akan berfungsi.

DSC_6438

Sepertinya saya akan lebih banyak menggunakan cara diatas utk ber-macro ria. Memang aga ribet ketimbang langsung menggunakan lensa macro beneran. Apa daya , lensa macro Tamron 90mm kesayangan saya sudah berpindah majikan T_T . Yg penting..jepret teruus !!

Written by admin

Desember 14, 2008 pada 8:19 pm

Ditulis dalam Howto, Kamera, Tip Trik

15 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah …. bikin jadi makro ngakalinnya begitu yah …
    mantap … terima kasih mas …

    btw … salam kenal yah

    i-am

    Desember 16, 2008 at 5:39 pm

  2. hatur nuhun kang tipsnya

    mencobahidup

    Desember 17, 2008 at 1:15 am

  3. Boss, mo nanya, nih…
    untuk macro murah meriah, enakan pake reverse lense atau closeup filter….

    kalau ada dana lebih mending reverse lens saja karena kualitas imagenya tidak menurun ketimbang menggunakan closeup filter. tapi konsekuensinya ya ribet .. tergantung kebutuhan bos sony aja

    sonny

    Maret 12, 2009 at 7:13 am

  4. kang ada reversing ring buat Canon gak yah? kayanya seru nih foto makro pake reversed lens…😀

    coba cari di bursa FN mas .. saya dapat 3rd party ring dari situ

    albaar

    Maret 21, 2009 at 9:52 am

  5. Mas, nanya lagi nih. Kalo pake reversed ring itu pasang lense tebalik. Saat itu apa nggak bikin lensa kita jadi kotor karena berhadapan langsung dengan objek luar? Biasanya kan pake proteksi lensa macam UV gitu. Bagaimana denga pake close up lense, bedanya dari sisi kualitas gambar dan pembesaran. Katakanlah yang close up lense yang +8? Bgm tuh mas? Gpp kan banyak nanya, secara baru punya foto tapi masih pake standard lense. Hehe… belum tau buat improved nya.

    gpp mas..kita diskusi kan🙂 .. dgn reversed ring memang ada resiko bagian belakang lensa jadi kotor bahkan kegores. resiko menggunakan reversed ring . setelah pemakaian , biasanya saya bersihkan debu2 yang ada menggunakan blow air ( namanya ini ya? ) . so far sih msh aman ya ..

    closeup lens .. belum pernah make sih. tapi dulu pernah make yg sejenis namanya Raynox . klo saya amati sih memang ketajamannya sedikit turun ya. kata para suhu2 juga gitu ( baru baca bukunya John Shaw , Nature Photography Field Guide ) . sebenarnya ada bbrp cara utk macro sih .. mgkn lain waktu saya coba ulas deh..sambil diskusi

    rudi

    Maret 26, 2009 at 1:40 am

  6. thx utk info nya..

    www.meremmelek.net

    April 20, 2009 at 6:40 pm

  7. mas, kalo reversed ring buat lensa sigma 28-70 filter 77mm ada gak en di surabaya carinya dimana ya..
    trims infonya

    filter 77 mgkn harus pakai step-up ring ya.. filter thread pada kamera kan juga ga besar2 amat.. paling kisaran 52-55mm.. jadi mgkn cari stepup ring utk mencapai angka 77 itu.. plg enak sih beli lensa baru saja.. 50mm yg biasa dipakai buat reverse

    charles n

    April 22, 2009 at 1:12 am

  8. mas, aku mau nanya dunk.. aku punya tamron 70-200 ada macronya..itu berfungsi macronya ga..hehehe ga bisa makenya perasaan sm2 aja sm yg normal..mohon petunjuk

    fifi

    Agustus 6, 2009 at 3:40 am

    • hehehe coba aj.. klo terasa bisa fokus lebih dekat dibanding misal: lensa dgn fokal length sejenis berarti sudah bisa macro. ya mgkn hanya sampai 1:2 pembesarannya.. mgkn itu jg yg ga bikin kerasa🙂.. klo mau lebih besar pembesarannya/lbh dekat fokusingnya, bisa tambahin closeup filter atau dipasang extension tube.

      tukangmoto

      Agustus 9, 2009 at 11:48 am

  9. pngn tuch belajar lbh dlm lg

    rachmat sanusi

    Oktober 1, 2009 at 5:23 pm

  10. Nice artikel aku mau coba nih makanya cari referensi, takutnya sih pengaruh sama kamera dan lensa (takut scratch atau rusak) tapi kalu ngak dicoba mana tau kan hehehe

    Cheers

    acongsb

    Agustus 21, 2010 at 3:14 am

  11. saya pake caanon450d,lensa 18-55mm saya coba pake ring tapi ga bisa dapet fokus sama sekali…udah seminggu make ttp blm dapet…gambar di viewfinder blur total..mohon penceraha bos.thx

    DEEDAN

    Juli 9, 2011 at 3:06 pm

    • memang susah karena harus manual. blur bisa disebabkan krn tidak fokus atau kurang speed. utk yg pertama (tdk fokus), coba pelan2 maju mundur mencari fokus yg tajam. gunakan tripod jika ada.
      utk yg kedua , carilah obyek dimana kondisi cahayanya cukup mis: siang hari , atau bisa ditambahkan external lighting mis: flash
      good luck, jgn menyerah

      tukangmoto

      Juli 10, 2011 at 4:51 pm

  12. tob untuk referensi dan inofasi

    pendekar tidar

    Februari 11, 2012 at 1:15 pm

  13. itu gambar yang belalang, take dari jarak berapa cm mas bro?

    bahtiar

    Agustus 6, 2012 at 5:04 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: